" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Selasa, 30 September 2014

Pria Tak Dikenal Tewas Tertabrak Kereta Api di Ciamis

Warga Dusun Bojongsari, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, digegerkan oleh berita penemuan mayat tanpa identitas yang tergeletak di pinggir rel kereta, Selasa (30/09/2014). Diduga mayat berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi mengenaskan itu tewas akibat tertabrak kereta api.
Kapolsek Cijeungjing, AKP Ipin Tasripin, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, dari hasil penyelidikan sementara, korban tewas akibat tertabrak kereta api. “Kami mendapat kabar dari warga setempat bahwa ada orang sudah tewas terkapar di pinggir rel kereta,” ujarnya.
Sementara itu, petugas Intalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD Kabupaten Ciamis, Ati Susanti, mengatakan, pihaknya menerima jasad korban dari pihak kepolisian pada Selasa (30/09/2014) dini hari.

“Menurut keterangan dari polisi, korban ini tewas diduga akibat tertabrak kereta api di daerah Dewasari Cijeungjing,” pungkasnya. Ab@h**HR-Online)

Di Ciamis, Mobil Bak Tabrakan dengan Bus, Satu Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya Banjar- Pangandaran atau tepatnya di Blok Suntoro Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin (29/09/2014) pagi. Kali ini, sebuah mobil bak terbuka dengan nopol D 8046 XR bertabrakan dengan bus Budiman dengan nopol Z 7787 TC. Akibatnya, satu orang tewas dan satu lainnya mengalami luka ringan.
Menurut Asep Rawing, saksi mata yang kebetulan berada di lokasi kejadian, kecelakaan berawal saat mobil bak terbuka melaju dari arah Banjar menuju Banjarsari. Mobil itu tiba-tiba oleng dan kemudian melaju zigzag seperti kehilangan kendali. Sementara dari arah berlawanan datang bus Budiman dengan kecepatan tinggi.
Akibatnya, tabrakan pun tak bisa dihindari dan membuat mobil bak terbuka mengalami kerusakan yang cukup parah. “Ada seorang penumpang mobil bak terjepit akibat body depan mobil ringsek. Sementara satu orang lagi hanya mengalami luka ringan,” katanya.
Kedua korban kemudian dievakuasi oleh warga dan langsung dilarikan ke Puskesmas Banjarsari untuk mendapatkan perawatan medis.
Panit Lantas Polsek Banjarsari, Aipda Agus Mulyadi, melalui Kanit Lantas Polsek Banjarsari, Aiptu Tobi’in, mengatakan, setelah mendapat perawatan medis di Puskesmas Banjarsari, diketahui satu korban bernama Iwan, warga Dusun Bojong RT 02/RW 06 Desa Putrapinggan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, tewas dalam kecelakaan tersebut.
Sedangkan satu korban lainnya bernama Suman, yang juga warga Desa Putrapinggan Kecamatan Kalipucang, hanya mengalami luka ringan. Menurut Tobi’in, kini kasus kecelaakaan lalu lintas yang diduga akibat sopir mobil bak mengantuk ini, tengah ditangani unit Satlantas Polsek Banjarsari. “Kita sudah mengamankan dua unit kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Sopir Bus Budiman, Syarif Hidayat, warga asal Tasikmalaya, mengaku kaget saat terjadi tabrakan. Pasalnya, mobil yang dikemudikannya saat terjadi tabrakan berada di jalur yang benar. “ Justru mobil bak itu yang menabrak kendaraan saya,” ujarnya.

Menurut Syarif, kecelakaan tersebut terjadi secara tiba-tiba, dan dirinya pun sulit untuk menghindari terjadinya tabrakan. “Hanya jarak beberapa meter, tiba-tiba mobil bak itu menghantam Bus yang tengah saya kemudikan,” pungkasnya. Ab@h**HR-Online.

Senin, 29 September 2014

Juru Kunci PSGC Ciamis Melesat ke Posisi Runner Up

Setelah sempat terseok di posisi juru kunci klasemen sementara Grup K babak 16 Besar kompetisi Divisi Utama, PSGC Ciamis langsung melesat ke posisi runner up setelah berhasil menekuk PSPS Pekanbaru dengan skor 3-2, di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (28/09/2014) sore. Hasil itu pun sekaligus menghantarkan PSGC lolos ke babak 8 besar Divisi Utama.
Lolosnya PSGC Ciamis ke babak 8 besar tampaknya di luar prediksi. Selain tim promosi, Laskar Galuh pun tampil kurang meyakinkan di awal laga babak 16 besar. Pada laga pertama, Laskar Galuh dihajar PSPS dengan skor 3-2 saat bermain di Pekabaru. Kemudian menang tipis 1-0 atas PS Bangka saat bermain di Ciamis. Laskar Galuh pun kembali dipecundangi lawannya saat melakoni laga tandang di Solo. Saat itu PSGC kalah telak 5-2 oleh Persis Solo.
Saat bermain di Ciamis, PSGC gagal membalas kekalahan saat di Solo. Persis Solo berhasil menahan imbang tuan rumah PSGC dengan skor 1-1. Posisi PSGC Ciamis pun saat itu tidak berajak naik dari posisi juru kunci klasemen Grup K.
Kejutan pertama diraih PSGC saat melakoni laga tandang melawan PS Bangka. Secara mengejutkan PSGC berhasil menahan tuan rumah dengan skor 2-2. Padahal, di babak pertama, PSGC sempat tertinggal 2-0. Hasil itu pun mengejutkan publik sepakbola nasional. Pasalnya, PS Bangka merupakan tim yang memiliki rekor baik apabila bermain di kandang.
Harapan untuk lolos ke babak 8 besar pun mulai terbuka. Terlebih, di tempat berbeda, PSPS Pekabaru berhasil menggilas Persis Solo dengan skor telak 3-0 saat bermain di Pekanbaru. Selisih poin di Grup K pun saling berdekatan dan keempat tim yang bersaing sama-sama memilik peluang untuk lolos ke babak 8 besar.
Di laga terakhir, kemudian mempertemukan PSGC kontra PSPS dan Persis kontra PS Bangka. Peluang PSGC sangat terbuka untuk lolos ke 8 besar, asalkan harus menang melawan PSPS di Ciamis. Tetapi, itupun dengan catatan, yakni Persis Solo harus berhasil menumbang PS Bangka ataupun sebaliknya.
Meskipun PSGC menang melawan PSPS, tetapi apabila laga Persis kontra PS Bangka berakhir seri, maka pupuslah harapan Laskar Galuh untuk lolos ke babak 8 besar. Pada laga yang berlangsung di Stadion Manahan itu, harus ada tim yang kalah, baik Persis ataupun PS Bangka, jika PSGC ingin lolos ke babak 8 besar.
Dewi fortuna tampaknya memihak kepada PSGC. Setelah berhasil mengalahkan PSPS dengan skor 3-2, Persis Solo pun berhasil menumbangkan PS Bangka dengan skor 3-0. Dengan begitu, dari posisi juru kunci klasemen Grup K, PSGC langsung melesat naik ke posisi runner up sekaligus lolos ke babak 8 besar.
Saat mengalahkan PSPS, di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (28/09/2014), PSGC pun harus melaluinya dengan dramatis. Sempat unggul 1-0 di menit 8 melalui gol yang diciptakan Alotobeli, tak lama berselang atau tepatnya di menit 33, pemain PSPS Firman Septian berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Di babak kedua, PSGC kembali unggul lewat gol yang diciptakan Erwin di menit ke 61. Publik sepakbola Ciamis pun gembira tim kesayangannya kembali unggul, karena pada pertandingan di Solo, dalam waktu yang sama, Persis di babak pertama sudah unggul 2-0 atas PS Bangka. Publik Ciamis tampak sudah bersiap merayakan kemenangan.
Namun, di menit 82, kapten PSPS Haprianto berhasil menggetarkan jala gawang PSGC melalui tendangan bebas di luar kotak pinalti sekaligus mengubah papan skor menjadi 2-2. Publik Ciamis pun saat itu terdiam, karena jika laga berakhir seri, maka pupuslah harapan Laskar Galuh untuk lolos ke babak 8 besar.
Namun, lagi-lagi Dewi Fortuna memihak PSGC. Jelang injury time atau tepatnya di menit 88, striker PSGC Rosian dijatuhkan oleh pemain PSPS di dalam kotak pinalti. Wasit yang melihat terjadi pelanggaran, langsung menunjuk titik putih dan memberikan hadiah pinalti untuk PSGC. Superter Ciamis pun bersorak, 2 menit sebelum laga usai, PSGC mendapat secercah harapan untuk mengakhiri laga dengan kemenangan.

Striker PSGC Emile Linkers, ditunjuk sebagai algojo tendangan pinalti. Pemain asing asal Belanda itu dengan sempurna berhasil mengecoh kiper PSPS dan mengubah papan skor menjadi 3-2 untuk kemenangan PSGC Ciamis.
Superter Ciamis semakin sumringah, saat wasit meniup pluit tanda berakhirnya babak kedua dan sekaligus menetapkan PSGC sebagai pemenang laga tersebut. Pemain, jajaran manajemen, suporter PSGC dan Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin pun, langsung merayakan kemenangan. Gol yang diciptakan Linkers pada menit 88 melalui titik putih menjadi penentu PSGC lolos ke babak 8 besar.
Tak hanya itu, gol penentu bagi PSGC itu pun, sekaligus menambah catatan perolehan gol pemain asing asal Belanda tersebut. Kini, Linkers sudah menciptakan 12 gol selama digulirkannya kompetisi Divisi Utama. Nama Linkers pun, kini ikut bersaing di daftar perebutan pencetak gol terbanyak Divisi Utama.
Dengan lolosnya PSGC ke babak 8 besar, kini muncul harapan baru di benak masyarakat Ciamis, yakni Laskar Galuh lolos ke babak semifinal sekaligus memperoleh tiket promosi ke kompetisi ISL (Indonesia Super Liga).

Di Babak 8 Besar, PSGC Ciamis Satu Grup dengan PSIS, Persiwa dan PSS Sleman

Meski PT. Liga Indonesia sebagai pihak promotor kompetisi Divisi Utama belum mengeluarkan jadwal pertandingan babak 8 besar, namun saat ini sudah diketahui klub mana saja yang berada satu grup dengan PSGC Ciamis. Di babak 8 besar, Laskar Galuh berada di Grup N dan satu grup dengan klub-klub mantan peserta ISL, yakni PSIS Semerang, Persiwa Wamena dan PSS Sleman.
Sementara di Grup P, dihuni oleh PSCS Cilacap, Persis Solo, Martapura FC dan Pusamania Borneo FC. Dari informasi yang dihimpun, di dua grup babak 8 besar ini, peringkat pertama dan runner up pada masing-masing grup berhak lolos ke babak semifinal. 4 klub yang lolos ke semifinal itu, secara otomatis berhak mendapat tiket promosi ke kompetisi ISL (Indonesia Super Liga).
Pertandingan di masing-masing grup pun dimainkan dengan sistem kompetisi penuh, dimana setiap klub akan memainkan dua pertandingan (kandang dan tandang) yang dilakukan secara bergantian.

Sementara itu, Ketua Suporter Fanatik PSGC Ciamis, Balad Galuh, Adi Bako, menyatakan optimis Laskar Galuh akan mampu bersaing di babak 8 besar, sekalipun berada satu grup dengan klub-klub yang pernah berlaga di kompetisi ISL.
“Pernah berlaga di kompetisi ISL bukan sebuah ukuran bahwa klub itu sulit dikalahkan. Meski PSGC klub yang baru promosi ke Divisi Utama, namun dari permainan tim tidak kalah bagusnya dengan klub-klub tersebut,” katanya.

Adi pun yakin tim pelatih PSGC sudah menyiapkan strategi yang terbaik untuk mempersiapkan tim berlaga di babak 8 besar. “ Kita berharap dengan lolosnya PSGC ke babak 8 besar, dukungan dari masyarakat Ciamis yang datang ke stadion samakin tinggi. Karena prestasi yang diukir PSGC saat ini sudah membawa harum nama Kabupaten Ciamis di level nasional,” pungkasnya. Ab@h**/HR-Online.

Minggu, 28 September 2014

Obat Valium Dicuri, RSUD Ciamis Rugi Capai Ratusan Juta

Beberapa jenis obat-obatan yang terdapat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis seringkali hilang karena dicuri. Kuat dugaan, ada oknum pegawai di RSUD yang sengaja mencurinya untuk kepentingan pribadi.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun HR dari internal manajemen RSUD, menyebutkan, seorang oknum pegawai sengaja mencuri obat jenis valium (obat penenang) untuk dikonsumsi sendiri.
Sumber HR itu juga menyebutkan, aksi pencurian obat-oabatan jenis valium tersebut sudah berlangsung lama. Bahkan, akibat aksi pencurian itu, pihak RSUD Ciamis merugi hingga mencapai ratusan juta rupiah.
“Gara-gara hal itu, pihak RSUD bahkan dengan sengaja mengurangi penggunaan obat jenis valium untuk mengatasi ketersediaan obat jenis valium di rumah sakit,” kata sumber HR, Senin (22/9/2014).
Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Tata Usaha (TU) RSUD Ciamis, Anton, Senin (22/9/2014), membenarkan, RSUD kerap kehilangan obat-obatan jenis valium. Menindaklanjuti hal itu, pihaknya sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Saat ini, manajemen RSUD memang sedang melakukan kroscek jenis obat ini, untuk mengetahui berapa jumlah obat valium yang dihabiskan rumah sakit untuk kebutuhan penanganan pasien. Jika tidak sesuai target, jelas ada oknum pegawai yang mencurinya,” ungkapnya.
Diakui Anton, jika dihitung-hitung, RSUD Ciamis memang mengalami kerugian yang sangat besar, bahkan sampai ratusan juta. Seringkali ketika dibutuhkan, persediaan obat valium selalu mengalami kekurangan.
Namun demikina, Anton mengaku, pihaknya belum bisa memastikan siapa oknum pegawai yang mencuri obat jenis valium tersebut. Kalau saja sudah ditemukan, RSUD tidak segan-segan untuk bertindak tegas atau bahkan melakukan pemecatan terhadap oknum pegawai yang bersangkutan.

“Penggunaan jenis obat ini tidak menjadi masalah jika digunakan dengan benar di RSUD Ciamis. akan tetapi jika dicuri dan dijual di luar, sudah bukan hal wajar lagi. Karena bisa merugikan semua pihak, tidak hanya RSUD saja, karena pasien yang memerlukan obat juga bisa dirugikan,” tegasnya.Ab@h** /HR-Online.

Selasa, 23 September 2014

Sopir Ngantuk Colt Bak Seruduk Pohon Hingga Ringsek

Diduga akibat sopir mengantuk saat mengendarai kendaraan, sebuah mobil jenis colt bak terbuka, dengan nomor polisi Z 8640 YA, menabrak sebuah pohon mahoni di jalan Pamarican-Banjar, Senin (22/09/2014) sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, kecelakaan tunggal yang terjadi di kilo meter 3 Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat itu tidak memakan korban jiwa.
Sopir dan penumpang yang ada di dalam kendaraan itu berhasil selamat. Sayangnya, bagian depan mobil tersebut mengalami kerusakan cukup parah (ringsek).
Menurut keterangan saksi, Ayat, ketika ditemui HR, di lokasi kejadian, mengatakan bahwa kendaraan colt bak terbuka tersebut melaju dari arah Banjarsari menuju Banjar. Namun entah apa sebabnya,  mobil tersebut tiba-tiba menabrak pohon.
Seketika, kata Ayat, warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian berlarian dan langsung menolong korban yang sempat terjepit bagian kendaraan.
Dandi, sopir asal Sumanding, RT 4 RW 2, Pataruman, Kota Banjar, mengaku, saat mengendarai kendaraan, tiba-tiba ngebleng akibat mengantuk dan akhirnya menabrak pohon.
Akibat kejadian itu, Dandi mengalami luka ringan, sedangkan anaknya yang masih kecil, mengalami sobek di bagian kaki kanan, lantaran tertusuk besi rangka mobil.

Sementara ini, peristiwa tersebut tengah ditangani Satlantas Polsek Banjarsari. Ab@h**=HR-Online.

Senin, 22 September 2014

Tahan PS Bangka 2-2, PSGC Ciamis Buka Peluang Lolos ke 8 Besar

Meski sempat tertinggal 2-0 di babak pertama, PSGC Ciamis akhirnya berhasil menahan imbang tuan rumah PS Bangka dengan skor 2-2, pada lanjutan babak 16 Divisi Utama Grup K, di Stadion Junjung Besaoh Toboali Kabupaten Belitung, Sabtu (20/09/2014) sore. Dengan hasil ini, membuka sedikit peluang bagi tim Laskar Galuh untuk lolos ke babak 8 besar.
Di awal babak pertama, anak-anak Ciamis mencoba bermain lepas. Meski bermain di kandang lawan, Emile Linkers dkk menerapkan pola permainan menyerang. Namun, gawang PSGC justru kebobolan lebih dulu di menit 26. Tendangan keras dari luar kotak pinalti yang lesatkan gelandang PS Bangka, M. Toha, berhasil merobek jala gawang PSGC yang dijaga Irfan.
Tertinggal 1-0, anak-anak Ciamis mencoba bangkit untuk mengerjar ketertinggalan. Namun, serangan demi serangan yang dilancarkan selalu berhasil dibendung lini pertahanan PS Bangka.
Di menit 43 justru petaka datang kembali ke gawang PSGC. Memanfaatkan bola lambung dari tendangan pojok, Kapten PS Bangka Adolphus Nagbae Marshal berhasil mengkonversi sebuah peluang menjadi gol melalui sundulannya. Kedudukan pun berubah 2-0 untuk tuan rumah. Hingga pluit babak pertama dibunyikan, skor tidak berubah tetap 2-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, PSGC mencoba mengambil alih permainan. Sejumlah peluang pun banyak tercipta di babak kedua. Akhirnya, di menit 75, Alessandro Altobeli yang mendapatkan umpan silang dari Rosian berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Setelah kedudukan terpaut satu gol, membuat skuad PSGC Ciamis semakin bernafsu untuk menyamakan kedudukan. Serangan demi serangan pun terus dilancarkan ke lini pertahanan PS Bangka.
Setelah terjadi kemelut di depan gawang PS Bangka, tepatnya di menit 80, Emile Linkers yang berdiri bebas tanpa pengawalan pemain lawan berhasil merobek jala gawang PS Bangka sekaligus menyamakan skor menjadi 2-2.
Usai terjadi gol balasan dari PSGC, sempat mengundang protes dari pemain PS Bangka. Mereka menilai sebelum terjadi gol sempat terjadi pelanggaran yang dilakukan pemain PSGC. Meski begitu, wasit Hulman tetap teguh pada pendiriannya dan mengesahkan gol Linkers sebagai gol kedua PSGC.
5 menit sebelum babak pertama usai, laga sempat dihentikan beberapa menit setelah wasit Hulman diserang oleh pemain tuan rumah. Saat itu wasit mengganjar kartu merah kepada pemain PS Bangka, Riko Simanjutak, karena dianggap melakuan pelanggaran keras terhadap pemain PSGC.Laga pun kemudian dilanjutkan kembali setelah pengawas pertandingan melakukan komunikasi dengan kedua manajer tim. Hingga pluit babak kedua dibunyikan, kedudukan 

Jumat, 19 September 2014

Kerugian Akibat Bentrok Suporter di Stadion Galuh Ciamis Capai Rp. 39 Juta

Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Ciamis sudah melakukan penghitungan kerugian fasilitas stadion akibat terjadinya kericuhan yang berujung bentrok antar suporter saat PSGC Ciamis menjamu Persis Solo, pada babak 16 besar Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014) lalu.
Dari perhitungan secara teknis, diketahui kerugian materil akibat insiden tersebut mencapai Rp. 39 juta. Kerugian itu dihitung dari kerusakan keramik di bangku penonton tribun timur dan fasilitas lainnya yang mengalami hal serupa.
“Paling besar kerugian akibat kerusakan pada keramik di bangku penonton. Ada juga beberapa fasilitas lainnya seperti pagar pembatas, rumput lapangan dan fasilitas di tribun VIP yang sama rusak, tetapi tidak terlalu parah,” kata Kabid Permukian dan Perumahan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Ciamis, Agus Komara, kepada HR, Kamis (18/09/2014).
Terkait pecahan kaca mobil dan keramik yang bertebaran di rumput lapangan, Agus mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan petugas kebersihan yang dibantu masyarakat dan PNS untuk membersihkan pecahan tersebut. Namun, kata dia, perlu kembali dilakukan pengecekan sebelum lapangan dipergunakan kembali untuk pertandingan sepakbola.
“Kita juga sudah menggunakan facum cleaner (penyedot debu) saat membersihkan pecahan kaca dan keramik di rumput lapangan. Namun, kami belum berani memastikan apakah rumput lapangan sudah bersih dari pecahan kaca, karena perlu dilakukan pengecekan ulang,” ujarnya.
Pihaknya, lanjut Agus, pada hari Jum’at (19/09/2014), akan kembali menerjunkan petugas kebersihan untuk mengecek kondisi lapangan apakah sudah bersih dari pecahan kaca dan keramik. “ Besok Jum’at (hari ini) kita akan cek lagi ke lapangan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, saat bentrok antar superter tersebut, terjadi aksi pengrusakan di tribun timur yang dilakukan oleh suporter Persis Solo. Mereka merusak keramik yang berada di bangku panonton.
Kemudian pecahan keramik tersebut dijadikan senjata untuk melempar kerumunan suporter Ciamis yang barada di tribun selatan. Mereka pun melemparkan pecahan keramik ke lapangan sepakbola saat pertandingan baru berakhir.
Sementara terkait pecahan kaca mobil yang bertebaran di rumput lapangan, terjadi setelah belasan mobil milik suporter Persis Solo yang terparkir di halaman Gedung GGT dirusak oleh suporter Ciamis.
Untuk menghindari kerusakan kendaraan yang lebih parah, kemudian pihak kepolisian mengevakuasi belasan mobil tersebut ke dalam stadion.

Entah kronologis seperti apa, pecahan kaca mobil sudah tampak berserakan di rumput lapangan ketika ratusan suporter Persis Solo yang menggunakan belasan mobil yang dirusak itu meninggalkan Stadion Galuh pada saat situasi keamanan di luar stadion sudah terkendali. Ab@h**HR-Online.

Kamis, 18 September 2014

Balad Galuh Ciamis Sesalkan Insiden Bentrok dengan Suporter Persis Solo

Panglima Balad Galuh Ciamis, Eko, menyesalkan terjadinya insiden kericuhan yang berujung bentrok antar suporter saat PSGC Ciamis menjamu Persis Solo, pada babak 16 besar Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014).
Menurutnya, insiden itu terjadi karena dipicu perilaku tidak terpuji yang dilakukan suporter Casual Solo, sehingga menyulut amarah seluruh suporter Ciamis.
“Kebetulan tribun yang ditempati suporter Casual Solo itu bersebelahan dengan tribun yang ditempati suporter Balad Galuh. Saat mereka memulai melakukan pelemparan batu, kemudian mengundang aksi balasan dari suporter Ciamis dan akhirnya bentrokan meluas hingga ke luar stadion,” katanya, kepada HR, Rabu (17/05/2014).
Eko menegaskan, pihaknya sebenarnya tidak ingin terjadi kericuhan pada setiap memberikan dukungan kepada PSGC. Pihaknya, ingin menjadi suporter yang dewasa demi kemajuan sepakbola Indonesia, khususnya Ciamis.
“Kita sebenarnya sudah mengantipasi agar tidak terjadi bentrok dengan suporter tamu. Hal itu sudah diantisipasi sebelumnya dengan melakukan komunikasi dengan suporter Pasoepati Persis Solo,” ujarnya.
Komunikasi itu, tambah Eko, kemudian berlanjut dengan melakukan penyambutan kedatangan suporter Persis Solo dengan menjemput di Stasiun Ciamis sehari sebelum pertandingan berlangsung.

“Bahkan, setelah dari Stasiun, kami langsung mengantarkan mereka ke stadion dengan menggunakan mobil terbuka milik Panpel PSGC. Sementara bagi suporter Solo yang menggunakan kendaraan, kami bantu juga berkomunikasi dengan Panpel agar motor dan mobil mereka ditempatkan secara khusus di halaman Gedung GGT Ciamis,” terangnya. (Ab@h**HR-Online.

Rabu, 17 September 2014

Suporter Persis Solo Mengamuk di Jalur Ciamis- Banjar

Setelah kocar- kacir saat mendapat hadangan dan perlawanan dari suporter Ciamis, hingga salah satu Bus yang ditumpangi suporter Persis Solo mengalami kecelakaan di perempatan Pasar Ciamis, Selasa (16/09/2014) malam, ternyata mereka mengamuk dan melakukan aksi balasan di tempat lain.
Saat melintas di jalur Ciamis- Banjar, suporter Persis Solo yang menumpangi rombongan Bus dan truk bantuan dari Polres Ciamis, melempari sejumlah kendaraan yang berplat nomor D dan Z, tepatnya di daerah Bojong, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Selain kendaraan, warga pun tak luput dari amukan mereka.
Akibatnya, mobil Honda CR-V dengan nopol D 1385 RD milik Tamrin, warga Limbangan Kabupaten Garut, menjadi korban aksi pelemparan batu tersebut. Mobil naas itu kaca depannya pecah dan salah satu penumpangnya terkena lemparan batu.
Menurut Tamrin, saat melintas di daerah Bojong Cijeungjing, mobil yang dikendarainya berpapasan dengan rombongan Bus dan Truk yang ditumpangi suporter Persis Solo. “ Tiba-tiba dari dalam Bus rombongan tersebut, ada orang yang melempar batu ke arah mobil saya. Tak hanya kaca mobil pecah, tetapi wajah ibu saya pun terkena lemparan batu hingga mengalami luka,” katanya, saat ditemui di Alun-alun Ciamis, tadi malam.
Tamrin pun mengaku bingung harus meminta pertanggungjawaban kepada siapa untuk mengganti kerugian akibat insiden tersebut. “ Saya sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Cijeungjing. Dan saya akan mencoba meminta ganti rugi ke Panpel PSGC Ciamis sebagai pihak penyelenggara pertandingan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, suporter Persis Solo pun melakuan aksi pelemparan batu saat melintas di jalan Pabuaran Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis. Saat suporter Ciamis menghadang mereka di perempatan Pasar Ciamis, kemudian pihak kepolisian mengevakuasi suporter Persis Solo dengan menggunakan truk dan melewati jalan Lingkar Selatan via jalan Cigembor.
Hal itu dilakukan untuk menghindari bentrok susulan dengan suporter Ciamis. Namun, saat dievakuasi, suporter Persis Solo malah berulah. Di sepanjang jalan Cigembor, mereka melakukan pelemparan batu terhadap warga.
Akibatnya, Iwa Kartiwa, warga Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, mengalami luka di bagian kepala setelah mendapat lemparan batu dari kelompok suporter Solo. Saat itu, Iwa tengah mengendarai sepeda motor dan melintas di jalan Cigembor. Tiba-tiba dari arah berlawanan datang sebuah mobil truk yang bermuatan rombongan suporter Solo.
“Saya langsung dilempar oleh batu sebanyak 2 kali. Hingga saya jatuh tersungkur setelah mendapat hantaman batu tersebut,” katanya, saat ditemui di RSUD Ciamis, tadi malam. Akibat kejadian itu, dia harus mendapat 16 jaitan di bagian kepala.

Bus Suporter Persis Solo Alami Kecelakaan Saat Bentrok di Ciamis

Bentrok antara suporter PSGC Ciamis dengan Persis Solo kembali terjadi saat 6 Bus Parawisata yang ditumpangi suporter tamu melintas di depan Pasar Ciamis, Selasa (16/09/2014) malam. Pemicunya, lagi-lagi dimulai oleh suporter Persis yang saat itu menembakan petasan kembang api dari dalam Bus ke arah kerumunan massa yang berada di depan ruko Pasar Ciamis.
Menurut Husen Maharaja, warga Ciamis, yang saat itu berada di lokasi kejadian, ketika 6 Bus Parawisata melintas di depan ruko Pasar Ciamis, tiba-tiba dari dalam Bus menembakan petasan kembang api ke arah kerumanan massa. Sontak saja, kerumunan massa yang didominasi suporter PSGC Ciamis itu langsung melakukan aksi balasan.
Aksi penghadangan pun terjadi di perempatan Toko Netral atau tepatnya di depan Pasar Ciamis. Secara bergelombang kerumuanan massa dari suporter Ciamis dan warga yang jumlahnya hampir ribuan berkumpul di perempatan tersebut. Satu persatu Bus yang ditumpangi suporter Persis tak luput dari lemparan batu. Hampir seluruh kaca Bus yang melintas pecah.
Nasib sial menimpa rombongan suporter Persis yang menumpangi Bus Timbul Jaya dengan nopol AD 1456 AG. Bus yang melintas pada rombongan ketiga ini, menabrak trotoar jalan hingga terperosok dan menambrak kios bunga yang berada di perempatan tersebut.
Menurut Husen, penyebab Bus naas itu hingga mengalami kecelakaan, akibat sopir terkena lemparan batu saat melaju dalam kecepatan tinggi. Saat itu Bus tersebut tiba-tiba oleng dan kemudian menabrak trotoar hingga akhirnya terperosok menabrak sebuah kios bunga.
“Saat Bus mengalami kecelakaan, seluruh penumpangnya sempat keluar dan langsung dikejar oleh warga dan suporter Ciamis yang sudah berkerumun. Namun beruntung, pihak kepolisian sigap mengamankan suporter Persis dan menghalau warga dan suporter Ciamis yang khendak melakukan penyerangan,” ungkapnya.
Sementara itu, dari pantauan HR di lapangan, Bus naas tersebut mengalami kerusakan hampir di seluruh bagian. Selain seluruh kaca pecah, juga body depan mengalami kerusakan yang cukup parah akibat benturan yang sangat keras.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakan tersebut. Hanya, sang sopir mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan benturan saat menabrak trotoar.
Saat melakukan evakuasi terhadap Bus naas tersebut, sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, posisi Bus sudah naik ke atas trotoar dan sudah masuk ke areal sebuah kios bunga. Mobil derek yang diterjunkan untuk mengevakuasi Bus naas itu pun mengalami kesulitan saat khendak menurunkan posisi Bus ke bawah trotoar.
Hingga pukul 01. 00 WIB, dini hari tadi, tim evakuasi belum berhasil menurunkan Bus naas itu ke bawah trotoar.(Ab@h** /HR-Online.

Diwarnai Keributan Suporter, PSGC Ciamis Ditahan Persis 1-1


Langkah PSGC Ciamis untuk mendapat tiket ke semifinal kompetisi Divisi Utama tampaknya berat setelah pada laga kandang melawan Persis Solo berakhir imbang dengan skor 1-1, pada babak 16 besar Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014). Bahkan. hasil ini semakin membenamkan posisi Laskar Galuh di posisi juru kunci klasemen sementara Grup K.
Dari jalannya laga, di menit awal babak pertama skuad Laskar Galuh langsung melakukan inisiatif menyerang. Alhasil, di menit kedua PSGC langsung mendapat peluang emas melalui sundulan Eko. Namun sayang, sundulannya masih bisa ditepis penjaga gawang Persis Solo, Agung Prasetya.
Sepanjang babak pertama, kedua tim terlihat bermain ngotot. Pasalnya, sama-sama ingin meraih poin penuh. Namun sayang, pada menit ke 17 wasit memberhentikan pertandingan karena terlihat terjadi aksi lempar antar dua pendukung suporter.
Setelah melihat kondisi sudah tak terkendali, sejumlah aparat keamanan dari Polres Ciamis dan TNI diterjunkan untuk melerai keributan suporter. Akhirnya, keributan pun mereda dan pertandingan kembali digelar setelah terhenti selama 28 Menit.
Setelah pertandingan dilanjutkan, terlihat skuad PSGC Ciamis terus melakukan serangan. Namun sayang, serangan yang dibangun anak-anak Ciamis dapat dipatahkan oleh lini pertahanan Persis Solo.
Para pemain PSGC Ciamis tidak patah semangat untuk memenangkan pertandingan. Akhirnya, di menit 43, M Arozi berhasil mencetak gol lewat tendangan kerasnya yang mengarah ke sisi kiri gawang. Skor pun berubah 1-0 untuk keunggulan PSGC Ciamis. Sampai pluit babak pertama dibunyikan, skor tetap 1-0 untuk keunggulan PSGC.
Memasuki babak kedua, skuad PSGC langsung memberikan tekanan ke kubu lawan. Namun serangannya selalu dipatahkan oleh lini pertahanan Persis.
Sebaliknya, Persis Solo lebih mengandalkan umpan-umpan balap dengan strategi serangan balik. Dan akhirnya di menit ke 63, petaka datang ke gawang PSGC. Bayu Nugroho berhasil membobol gawang PSGC sekaligus mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah kedudukan 1-1, membuat motivasi pemain PSGC meningkat. Serangan demi serangan terus dibangun. Namun peluang yang tercipta tidak ada satupun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Sampai pluit babak kedua dibunyikan, tidak merubah keadaan tetap 1-1.
Setelah pertandingan usai, kembali terjadi aksi saling lempar antar suporter dari Ciamis dan Solo. Dari informasi yang diperoleh di lapangan, ada beberapa suporter dari Ciamis dan Solo yang mengalami luka-luka akibat terkena lemparan batu.

Bentrok Antar Suporter Pecah Usai Laga PSGC Ciamis Kontra Persis Solo

Setelah terjadi bentrok antara suporter PSGC Ciamis dengan Persis Solo, di babak pertama, hingga laga sempat dihentikan selama 28 menit, ternyata kembali pecah usai laga yang berakhir imbang 1-1, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014) sore.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, bentrok antar suporter ini berawal dari saling ejek ketika kedua kubu pendukung memberikan dukungan langsung di stadion. Tiba-tiba pendukung Persis Solo yang berada di tribun timur melemparkan batu ke arah kerumunan suporter Balad Galuh Ciamis yang berada di tribun selatan.
Mendapat serangan batu, suporter Ciamis pun tidak terima. Akhirnya bentrokan pun pecah saat laga babak pertama baru berjalan 17 menit. Melihat situasi yang semakin tidak terkendali, akhirnya wasit menghentikan pertandingan selama 28 menit.
Aparat gabungan dari Polres Ciamis dan Kodim Ciamis langsung melerai keributan. Setelah bentorkan bisa diredam, kemudian wasit kembali melanjutkan pertandingan.
Meski keributan sudah dilerai, aksi saling ejek antar dua pendukung suporter ini terus terjadi sepanjang laga. Puncaknya, ketika laga usai, pendukung Persis Solo langsung turun ke lapangan kembali melakukan penyerangan ke suporter Ciamis. Aparat keamanan pun kembali bergerak dan menghalau kedua kubu suporter yang akan melakukan bentrok di dalam stadion.

Suporter Ciamis yang berseragam Balad Galuh dan Viking Galuh ini mencoba melakukan aksi balasan dengan mengejar pendukung Persis Solo. Namun, upaya mereka dihadang oleh aparat keamanan yang menjaga ketat suporter tamu. Supoter Persis Solo dikumpulkan di lapangan dan suporter Ciamis dihalau untuk keluar stadion.
Ketika berada di luar stadion, suporter Ciamis pun sempat menunggu kelurnya suporter Persis. Namun, lagi-lagi aparat keamanan membubarkan kerumanan suporter Ciamis yang akan melakukan aksi balasan terhadap suporter tamu.
Akhirnya, suporter Ciamis melampiaskan kekesalannya dengan merusak kendaraan milik suporter Persis Solo yang terparkir di halaman Gedung GGT Ciamis. Akibatnya, belasan mobil dan puluhan motor milik suporter tamu mengalami kerusakan.
Dari informasi yang dihimpun di lapangan, aksi pengrusakan kendaraan suporter tamu oleh suporter Ciamis tidak hanya karena keributan di dalam stadion, tetapi dipicu juga oleh tindakan suporter Persis Solo yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas Stadion Galuh.
Suporter Persis Solo melakukan pengrusakan terhadap keramik yang terpasang di tempat duduk penonton yang berada di tribun timur. Keramik yang dirusak itu dijadikan senjata untuk melempar kerumunan suporter Ciamis.
Setelah dua jam berselang, ribuan pendukung Persis Solo yang tertahan di dalam stadion secara bertahap dikelurkan oleh aparat keamanan. Rombongan pertama yang keluar adalah suporter yang menggunakan Bus Parawisata.
Ternyata, suporter Ciamis menunggu mereka di sepanjang jalur Ciamis- Banjar. Bentrokan pun kembali pecah di perempatan toko netral atau depan Pasar Ciamis dan berlanjut hingga ke perempatan Kodim. Dikabarkan, 6 Bus yang ditumpangi pendukung Solo dilempari batu saat melintas dari Pasar Ciamis hingga perempatan Kodim.
Pecahan kaca mobil pun berserakan di sepanjang jalan mulai dari Pasar Ciamis hingga ke jalur Ciamis- Banjar. Bahkan, satu Bus yang ditumpangi rombongan suporter Solo menabrak trotoar jalan hingga akhirnya menabrak sebuah kios bunga yang berada di perempatan toko Netral atau depan Pasar Ciamis.
Menurut Apoy, salah seorang suporter Ciamis, pihak yang memulai memancing keributan adalah suporter Persis Solo yang tergabung dalam kelompok suporter Casual Solo. “ Mereka yang memulai melakukan pelemparan ke kerumunan suporter Ciamis,” katanya, usai pertandingan.
Apoy mengatakan, kelompok suporter Persis Solo yang tergabung dalam kelompok Pasoepati justru tidak terlibat bentrok dengan suporter Ciamis saat berada di dalam stadion.
”Hanya, ketika suporter Ciamis marah, mereka tidak tahu mana suporter Pasoepati dan mana suporter Casual Solo. Memang banyak dari suporter Ciamis yang tidak mengetahui adanya perbedaan kelompok suporter di tubuh pendukung Persis Solo. Makanya, Pasoepati pun terkena sasaran amukan suporter Ciamis,” terangnya. (Ab@h**=HR-Online.

Selasa, 16 September 2014

Pelatih PSGC Ciamis: Kami Optimis Bisa Membalas Kekalahan di Solo


Pelatih PSGC Ciamis, Budiman Yunus, menegaskan, walaupun pada laga kontra Persis Solo, Selasa (16/09/2014) sore ini, tidak diperkuat striker asing asal Belanda Emile Linkers, akibat kartu merah, tetapi dirinya optimis bisa membalas kekalahan di Solo.
”Kami optimis bisa  membalas kekalahan. Mau menang dengan berapa gol yang penting bisa meraih tiga poin. Kami sudah intruksikan kepada pemain untuk bermain lepas dan full menyerang. Dan lagi motivasi pemain juga sudah meningkat,” ujarnya, kepada HR, Senin (15/09/2014
Budiman menambahkan, mengenai strategi yang akan diterapkan, pihaknya tidak akan mengubah formasi permainan dan akan bermain menyerang seperti pada laga sebelumnya.
“Stok pemain depan untuk mengganti posisi Linkers kita banyak pilihan. Ada Rossian, Arif Budiman dan Yana Mulyana. Kita lihat nanti siapa yang paling siap diturunkan,” ungkapnya.
Budiman berharap pada partai kandang sore nanti timnya bisa meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke babak semifinal. “Semoga dukungan suporter Ciamis juga bisa manambah motivasi para pemain. Laga ini sangat krusial dan menentukan peluang lolos atau tidaknya PSGC bisa melaju ke semifinal,” tutupnya

Ribuan Pendukung Persis Solo Akan Datang ke Ciamis

Ribuan suporter Persis Solo atau yang akrab disebut ‘Pasoepati’ dikabarkan akan mendukung langsung tim keseyangannya, saat laga tandang melawan PSGC Ciamis, pada babak 16 besar kompetisi Divisi Utama, di Stadion Galuh Ciamis, Selasa (16/09/2014) sore.
Rombongan suporter Persis Solo itu rencananya akan berangkat menggunakan 15 bus, empat minibus, sembilan mobil serta kereta menuju Ciamis.
Seperti dikutip solopos.com salah satu media online Solo, Wakil Sekjen DPP Pasoepati, April Triyanto, mengatakan, Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSGC Ciamis telah memberikan jatah 2.000 lembar tiket untuk suporter Persis.
Pihaknya, lanjut April, berencana meminta tambahan kuota karena melihat tingginya antusias para suporter untuk menonton laga tandang kedua Laskar Sambernyawa di babak 16 besar ini.
“Kami belum bisa menghitung jumlah total suporter yang berangkat, tapi kemungkinan bisa melebihi kuota yang disediakan panpel. Kami sudah mengajukan tambahan kuota menjadi 3.000 tiket, tapi belum disetujui,” katanya.
April yakin Stadion Galuh bakal benar-benar menjadi milik Pasoepati, Selasa sore nanti. Sebab, menurut dia, PSGC tidak memiliki banyak suporter fanatis seperti Persis. Dalam status Blackberry Messenger (BBM) yang dibuatnya, Sabtu (13/9), April mengabarkan jumlah tiket yang terjual telah mencapai 1.136 lembar.
DPP Pasoepati bahkan harus menambah satu bus untuk menampung para suporter yang ingin turut berangkat ke Ciamis. “Di sana suporternya tidak sebanyak Persis, jadi Stadion Galuh pasti akan menjadi merah di laga besok. Kami bahkan berencana membuat aksi koreo di sana,” katanya. (Ab@h**/HR-Online)

Senin, 15 September 2014

Fasilitas IGD RSUD Ciamis Dikeluhkan Keluarga Pasien

Fasilitas di Ruang Instalasi Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat masih terlihat minim. Hal itu membuat sejumlah keluarga pasien khawatir, apalagi sampai membuat penanganan pasien menjadi terhambat.
Krisma Tonedi, warga Ciamis, ketika dtemui HR, saat berada di RSUD, Senin (8/9/2014), menyayangkan minimnya fasilitas di ruang IGD RSUD Ciamis tersebut. Padahal menurutnya, setiap pemeriksaan pasien yang akan dirawat selalu melalui ruang IGD.
Lebih lanjut, Krisma mengungkapkan, jumlah pasien yang datang ke RSUD Ciamis cukup banyak. Meski sering mendapat kritikan dari keluarga pasien, sepertinya sampai saat ini manajemen RSUD masih terkesan lambat dalam merespon kritikan tersebut.
Demi menjaga pelayanan yang baik terhadap pasien, lanjut Krisma, seharusnya RSUD juga ditunjang dengan fasilitas yang mumpuni. Hal itu agar RSUD Ciamis tidak terus-terusan mendapatkan keluhan dari pasien, baik dalam bentuk pelayanan maupun fasilitas.
Krisma meyakini, apabila fasilitas RSUD Ciamis dibenahi dengan baik, sebagai rumah sakit ternama di Ciamis, akan berdampak pula pada kemajuan rumah sakit itu sendiri. Kalaupun diperlukan, alat-alat penunjang pun ditambah atau dilengkapi.
“Belum lagi fasilitas ruangan yang kurang, sehingga pasien di kelas tertentu harus disatukan dalam satu ruangan,” katanya.
Ketika dikonfirmasi HR, Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Ciamis, Anton, mengaku, saat ini pihaknya sedang berusaha melakukan pembenahan di lingkungan RSUD Ciamis. “Penataan fasilitas sedang kami lakukan secara bertahap, menyesuaikan ketersediaan anggaran. Mulai dari fasilitas ruangan pasien hingga alat-alat yang dibutuhkan,” katanya.

Terkait masalah ruangan, kata Anton, pihaknya sudah beberapa kali melakukan perubahan. Hanya saja, program perubahan tersebut masih terganjal dengan masalah ketersediaan anggaran. (Ab@h**/Koran-HR).

Jumat, 12 September 2014

Carut Marut Bukti Kepemilikan Ruko Pasar Ciamis

Status kepemilikan sejumlah ruko di kawasan Pasar dan Terminal Ciamis tampaknya masih menyisakan persoalan. Dari investigasi yang dilakukan Aliansi Peduli Ciamis (APC), ditemukan sejumlah kejanggalan pada sertifikat kepemilikan tanah dan bangunan ruko tersebut. Yang paling ironis, ada tanah negara bekas bengkok Kelurahan Ciamis yang dicaplok dan diakui sebagai bagian dari tanah ruko tersebut.
Ketua APC, Toni Ikhlas, mengatakan, pihaknya meminta Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pemkab Ciamis untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut. Karena, persoalan ini sudah terjadi selama puluhan tahun dan hingga saat ini belum ada penyelesaian. “Meski sudah beberapa kali pindah kepemilikan dan berlangsung selama puluhan tahun, namun persolaan ruko depan Pasar Ciamis ini seperti tidak ada penyelesaian,” katanya, kepada HR, Selasa (09/09/2014).
Menurut Toni, bangunan ruko itu dibangun ketika jaman Bupati Taufik Hidayat atau sekitar pertengahan tahun 90-an. Saat itu, Pemkab Ciamis membangun ruko untuk menciptakan keramaian di kawasan Pasar dan Terminal Ciamis serta melakukan transaksi jual beli dengan investor.
“Tetapi, setelah diteliti, ternyata sertifikatnya tidak jelas. Misalnya, pada denah lokasi sertifikat milik bangunan Toko Sejahtera. Di situ masih tampak ada tanah negara yang masih diakui sebagai bagian dari tanah toko tersebut,” ucapnya.
Namun, lanjut dia, ketika Toko Sejahtera mengajukan kredit ke perbankan, dalam denah tanah dan bangunan yang dijadikan agunannya tidak disertakan tanah yang termasuk bagian dari tanah negara tersebut. “Tapi aneh lho, pihak perbankan bisa mengeluarkan kredit, meski denah lokasi tanah pada sertifikat dan pada permohonan kredit ada perbedaaan,” katanya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, lanjut Toni, tentunya perkeliruan terkait persoalan ruko ini akan terus berlangsung. “Permintaan kami sederhana saja, selesaikan kejanggalan sertifikat tersebut tanpa harus mengusut persoalan masa lalu. Dalam menyelesaikan persoalaan ini, perlu campur tangan dan keseriusan Bupati Ciamis. Pertanyaan kami sekarang, sampai kapan persoalan ini terus berlarut-larut tanpa ada upaya penyelesaian,” tegasnya.
Jika dibuka lebih dalam, kata Toni, ada perbedaan jumlah ruko dengan jumlah sertifikat yang diterbitkan oleh BPN. Artinya, ada beberapa ruko yang pemiliknya mangaku tidak memiliki sertifikat. Padahal, menurut pengakuan BPN, pihaknya sudah menerbitkan sertifikat untuk seluruh ruko tersebut.
“Lantas pertanyaannya, dimana sertifikat itu berada? Sementara pemilik ruko itu mengaku tidak mendapat sertifikat dari pemilik sebelumnya. Si pemilik ruko saat ini tidak bisa memproses sertifikat, karena BPN sudah menerbitkan. Artinya, begitu carut marutnya bukti kepemilikan ruko-ruko tersebut. Dalam hal ini, sudah tidak ada kepastian hukum,” katanya.

BPN: Kami Sudah Lakukan Mediasi

Kepala BPN Kabupaten Ciamis, Riswan Suhendi, didampingi Kasie SPP (pengukuran), Aan Rosmana, tidak membantah adanya kejanggalan antara sertifikat dengan kondisi riil bangunan ruko yang berada di depan Pasar dan Terminal Ciamis.
Namun demikian, Riswan menyatakan, BPN sudah melakukan mediasi dengan para pemilik ruko sebanyak dua kali. Dalam mediasi itu, kata dia, pihaknya memberikan tawaran kepada pemilik ruko untuk merekonstruksi (mengukur ulang) dan memperbaiki sertifikat sesuai dengan kondisi riil fisik bangunan saat ini.
“Sayangnya, para pemilik ruko masih belum mau untuk melakukan apa yang disarankan BPN. Alasannya beragam, mulai dari tidak mau ada perubahan luas lahan, ada juga yang berlasan bahwa sertifikat ruko tersebut sudah digadaikan ke perbankan,” katanya, saat menerima audensi dari Ormas CCG, Selasa (09/09/2014).
Ketika disingung soal kejanggalan dalam penerbitan sertifikat, Riswan membantahnya. Dia menegaskan, BPN menerbitkan sertifikat sesuai dengan kondisi riil lahan yang saat itu belum dibangun ruko.
Menurut Riswan, sampai saat ini BPN masih akan menunggu pengajuan pengukuran ulang dan perbaikan sertifikat dari para pemilik ruko. Pengajuan itu, akan menjadi dasar atau payung hukum BPN dalam melakukan pengukuran dan penerbitan sertifikat yang baru.

“Memang konsekuensinya akan perubahan yang terjadi, bisa jadi lahan yang saat ini dikuasai lebih kecil dari apa yang tertera dalam sertifikat, atau bahkan sebaliknya. Yang pasti, harus ada dasar kerelaan dari para pemilik toko,” pungkasnya. (Ab@h**= Den/Koran-HR.

Kamis, 11 September 2014

Digulung Persis 5-2...............

Pelatih PSGC Ciamis, Budiman Yunus, mengaku kecewa dengan kepemimpinan wasit Restu Slamet yang memimpin laga PSGC Ciamis kontra Persis Solo, dalam lanjutan babak 16 besar Divisi Utama Liga Indonesia, di Stadion Manahan Solo, Rabu (10/09/2014), yang berkesudahan 5-2 untuk kemenangan Persis.
Menurut Budiman, banyak keputusan wasit Restu Slamet yang menguntungkan tuan rumah. Gol balasan Persis di menit 66 dan gol ketiga Persis di menit 72, lanjut dia, jelas sekali berbau offside. “ Termasuk hadiah pinalti untuk Persis di menit 88 sangat kontroversi. Wajar saja anak-anak memprotes wasit, karena jelas tim kami banyak dirugikan oleh keputusan wasit,” tegasnya, usai pertandingan.
Padahal, kata Budiman, timnya sempat unggul 1-2 di awal babak kedua. Namun, karena dua gol berbau offiside disyahkan wasit, membuat mental anak-anak asuhannya sedikit jatuh “Sepanjang laga anak-anak sering melakukan protes, karena banyak keputusan wasit yang terlalu memihak tuan rumah. Akibatnya, permainan anak-anak menjadi buyar, “ tandasnya dengan nada kesal.
Meskipun kalah telak, ucap Budiman, namun dirinya puas dengan penampilan anak-anak asuhannya. “Anak-anak sebenarnya sudah bermain luar biasa di babak pertama. Setelah berhasil menyamakan kedudukan, kemudian kami berbalik unggul di awal babak kedua,” katanya.
Namun, di pertengahan babak kedua, dua gol tuan rumah yang berbau offside malah disyahkan oleh wasit. “ Dari sana konsentrasi anak-anak jadi buyar. Mereka akhirnya sering terpancing emosi oleh keputusan wasit yang sangat merugikan tim kami,” katanya.

Laga Diwarnai Kericuhan
Ambisi PSGC Ciamis yang menargetkan membawa tiga poin di kandang lawan akhirnya kandas setelah digulung Persis Solo dengan skor telak 5-2, dalam lanjutan babak 16 besar Divisi Utama Liga Indonesia, di Stadion Manahan Solo, Rabu (10/09/2014).
Skuad Laskar Galuh sempat unggul 1-2 di awal babak kedua, namun tak lama berselang Persis berhasil membalikan keadaan dengan mencetak 4 gol sepanjang babak kedua. PSGC pun harus kehilangan pilar utamanya, yakni Emile Linkers yang diganjar kartu merah di menit akhir babak kedua.
Dari jalannya laga, di awal babak pertama tuan rumah langsung melancarkan serangan ke jantung pertahanan PSGC. Alhasil, di menit ke 3, Persis Solo berhasil merobek jala gawang PSGC melalui gol yang diciptakan Andrid Wibawa.
Di menit 19, Linkers berhasil membalas ketertinggalan lewat golnya yang tercipta dari titik pinalti. Skor pun berubah 1-1 hingga babak pertama usai.
Di babak kedua, PSGC mencoba mengambil alih permainan. Anak-anak Ciamis mulai berani bermain terbuka dengan sesekali melakukan tekanan ke jantung pertahanan Persis. Alhasil, berawal dari umpan silang Linkers, kemudian tak disia-siakan Rossian hingga berhasil merobek gawang Persis yang dijaga Agung Prasetyo. Kedudukan 1-2 untuk PSGC Ciamis.
Setelah unggul, membuat pemain PSGC semakin percaya diri. Linkers dan Altobeli beberapa kali mendapat peluang. Namun, tak ada satu pun yang berhasil dikonversi menjadi gol. Tangguhnya penjaga gawang Persis, Agung Prasetyo, yang membuat kesulitan anak-anak Ciamis untuk menambah gol.
Di menit 66, malah petaka datang. Striker Persis Ferryanto yang lolos dari jebakan offside berhasil menaklukan kiper PSGC. Kedudukan pun berubah menjadi 2-2.
Menit 72, Persis malah berbalik unggul. Lewat gol yang diciptakan Bayu Nugroho membuat skor berubah 3-2 untuk Persis. Saat itu, Ferryanto berhasil melewati kiper PSGC, Bayu Nugroho yang berdiri bebas langsung menyontek bola ke gawang PSGC.
Di menit 77, sempat terjadi kerciuhan saat pemain PSGC menyerang hakim garis Junaidi. Kericuhan berawal setelah gol PSGC dianulir wasit, karena Altobelli dianggap melakukan handsball sebelum mencetak gol.
Di menit 88, Persis malah memperbesar keunggulan setelah memperoleh hadiah penalti. Wasit menganggap pemain belakang PSGC melakukan handsball di kotak terlarang. Saat wasit Restu Slamet menunjuk titik putih, langsung mendapat protes dari pemain PSGC. Anak-anak Ciamis menganggap keputusan itu kontroversi, karena tidak terjadi handsball ketika pemain belakang PSGC memblok tendangan pemain Persis di dalan kotak pinalti.
Kericuhan pun terjadi. Bahkan, striker PSGC Emile Linkers diganjar kartu merah oleh wasit, setelah dianggap mendorong wasit saat terjadi kericuhan. Ferryanto yang menjadi algojo tendangan pinalti berhasil menjebol gawang PSGC. Kedudukan berubah 4-2 untuk keunggulan Persis.

Hanya selang satu menit, Persis kembali membobol gawang PSGC lewat gol yang diciptakan Andrid Wibawa. Hingga babak kedua usai, kedudukan 5-2 untuk keunggulan Persis. (Ab@h**-HR-Online.

Rabu, 10 September 2014

PASAR TRADISIONAL CIAMIS MULAI DITATA

Pasar Tradisional Ciamis saat ini mulai ditata dengan baik oleh pemerintah. Pedagang kaki lima (PKL) yang sudah lama beroperasi kini bisa direlokasi ke titik-titik yang telah ditentukan.
Hal ini menjadi prestasi tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Ciamis, karena sudah sejak lama PKL yang sering berdagang di trotoar bisa di relokasi sementara, sebelum kios relokasi bantuan pemerintah selesai dibangun.
Namun demikian, penataan pasar tradisional Ciamis belum semuanya terpenuhi. Kondisi bangunan pasar yang sudah cukup tua membuat pasar Ciamis harus kembali direvitalisasi.
Perbaikan kondisi pasar yang diutamakan yaitu selasar atap pasar dan drainase saluran pembuangan air.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Ciamis, Agus Kurnia Kosasih didampingi Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Didin Saa’dudin mengatakan pihaknya saat ini fokus untuk pembenahan kondisi pasar terutama selasar dan drainase.
“Mudah-mudahan tahun ini perbaikan dan pembangunan drainase dan selasar pasar bisa selesai, demi kenyamanan warga pasar dan juga pengunjung,” ujar Agus Kurnia belum lama ini saat meninjau kondisi pasar tradisional Ciamis.
Didin menyatakan pembenahan pasar akan dimulai dengan merevitalisasi selasar atap dan juga pembuatan drainase untuk memperlancar aliran air agar tidak terjadi banjir apabila hujan turun.
“Yang utamanya yaitu pembuatan drainase di tengah pasar, sebab yang selama ini menjadi permasalahan yaitu tidak adanya drainase ukuran besar akibatnya tatkala musim hujan banjir tak terkendalikan,” beber Didin Saadudin.
Sebenarnya kata Didin, pasar tradisional Ciamis dan Banjarsari sudah harus diperbaiki total mengingat kondisinya yang sudah tua dan juga Hak Guna Bangunan (HGB) akan berakhir tahun 2015 nanti.
Namun, mengingat anggaran Pemkab Ciamis yang terbatas, untuk melakukan perbaikan total tersebut, pihaknya harus meminta bantuan ke pemerintah pusat.
Sebab, anggaran yang diperlukan untuk membangun kembali pasar Ciamis dan pasar Banjarsari bisa mencapai 25 miliaran. Itu pun kalau bangunan pasar satu lantai, kalau dua lantai bisa menghabiskan anggaran sekitar 54 miliar.

Namun, saat ditanya kepada pedagang mereka ingin pasar tetap satu lanttai, karena jika pasar berada di lantai ke dua kemungkinan dagangan susah terjual. (Ab@h**-KP_Online

Senin, 08 September 2014

Selamat Jalan Anakku....

Selamat Jalan BRIPTU DEA R FAUZIE 
Angkatan #33 Tahun 2009
Anggota Bagsumda Polres Caimis
Meninggal Karena Sakit
Meninggal Tgl 7 September 2014 pk 23.00 WIB
Semoga Amal Ibadahnya di terima disisi-Nya Amin,................
Tuk Kelurarga Semoga Diberi Ketabahan

1.400 Guru di Ciamis Belum Bersertifikasi


Sedikitnya 1.400 guru di wilayah Kabupaten Ciamis, Jawa Barat belum mengikuti tahapan sertifikasi guru. Itu artinya para guru tersebut belum memiliki sertifikat dan belum bisa dianggap sebagai guru profesional.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, ke 1.400 guru tersebut berasal dari berbagai jenjang satuan pendidikan, mulai Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kasi Informasi dan Data pada Bidang Mutendik Disdikbud Ciamis, Muharam, saat ditemui HR, Senin (1/9/2014), mengatakan, menurut data tahun 2007 sampai 2014, guru yang sudah profesional atau memenuhi syarat mencapai 6.514 orang.
“Tahun ini, ada sebanyak 582 guru sedang mengikuti PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru),” katanya.
Muharam menjelaskan, Disdikbud menargetkan semua guru mengikuti tahpan sertifikasi agar menjadi seorang guru profesional. Tentunya, hal itu juga untuk peningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Ciamis.
“Apalagi hal ini juga sesuai dengan amanat undang-undang,” ujarnya.
Lebih jauh Muharam mengungkapkan, bagi guru bersertifikasi, mereka mendapatkan tunjangan sertifikasi. Besarnnya satu kali gaji pokok. Namun begitu, guru bersertifikasi dituntut memiliki kompetensi dan profesionalisme dalam bekerja.
“Kinerja guru bersertifikasi harus bagus, bukan malah sebaliknya,” ucapnya.
Muharam menambahkan, guru yang ingin mengikuti tahapan sertifikasi harus memenuhi persyaratan. Salah satu klasifikasi persyaratannya adalah sudah menyelesaikan pendidikan minimal sarjana (S1).
Terkait jam mengajar, calon guru yang akan mengikuti sertifikasi sekurang-kurangnya mengajar 24 jam mata pelajaran dalam satu minggu. “ Kewajiban mengajar 24 jam pelajaran, sesuai bidang studi yang dia miliki. Tidak boleh kurang dari itu. Kalau kekurangan jam mengajar, guru tersebut bisa dipindah ke sekolah lain atau mengajar di sekolah lain,” katanya. (Ab@h**Koran-HR.

Kamis, 04 September 2014

BAN TRUK TERLEPAS, DIDUGA MELEBIHI TONASE


Diduga melebihi tonase roda belakang kanan truk bermuatan pasir terlepas di jalan Jenderal Sudirman Kabupaten Ciamis, Rabu (3/9/2014).
Akibat kejadian itu arus lalu lintas dari arah barat menuju timur terganggung, pasalnya truk berhenti tepat di tengah badan jalan.
Kejadian bermula ketika truk berwana kuning dengan nomor polisi Z 9741 T yang dikemudikan Ate Rusnandar (48) melaju dengan kecepatan sedang dari arah Tasikmalaya menuju ke arah timur.
Ketika sampai di tempat kejadian perkara (TKP), secara tiba-tiba ban truk terlepas dari AS-nya, hingga truk berhenti dalam posisi miring.
Sopir truk Ate mengaku sebelum ban terlepas, tidak ada tanda-tanda sama sekali. Saat ban truk yang dikendarai lepas bersamaan dengan suara keras dari arah belakang, sehingga membuat dirinya kaget.
“Saya kaget dengan dengan poisi truk yang langsung miring kekanan, dan melihat ban belakang melaju mendahului saya,” kata dia. Sementara di tempat kejadian truk yang tergeletak tak berdaya tersebut hanya di halangi oleh bangku milik warga sekitar, untuk diberikan tanda agar pengedara lainnya mengetahui agar mobil tersebut mogok. (Ab@h**

Website Seleksi CPNS Sulit Diakses, Pendaftar Mulai Khawatir


Sepanjang pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 dibuka, website Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Menpan dan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS sulit diakses. Kesulitan tersebut cukup membuat sejumlah calon pendaftar di wilayah Kabupaten Pangandaran, ataupun wilayah lainnya di Jawa Barat khawatir.
Contohnya Eti Hanati (45), orang tua calon pendaftar asal Padaherang, Selasa (2/9/2014), mengatakan, sampai saat ini anaknya belum bisa mendaftar untuk mengikuti seleksi CPNS. Alasannya, karena anaknya kesulitan untuk mengakses website Panselnas CPNS tahun 2014.
“Anak saya sudah beberapa kali membuka webset tersebut,” jelasnya.
Menurut Eti, karena saking padatnya jumlah pendaftar, jaringan atau server Panselnas menjadi sulit diakses. Dia bersama sang anak akhirnya mencoba membuka website tersebut disaat malam dan dini hari. Sayangnya, website yang dituju masih juga sulit dikunjungi.
Akibat kondisi tersebut, eti mulai merasa khawatir anaknya tidak masuk menjadi salah satu peserta seleksi. Karena hal itu juga, dia memprediksi bakal bermunculan broker atau calon dalam pelaksanaan seleksi CPNS.
Kabag Kepegawaian Pangandaran, Drs. H. Yayat Kiswayat, menegaskan bahwa tidak bakal ada broker ataupun calo dalam pelaksanaan pendaftaran seleksi CPNS. Alasannya, penyelenggaraan pendaftaran dan seleksi dilakukan oleh Menpan dan BKN melalui website.
“Paling yang akan menjadi broker pendaftaran adalah orang yang memiliki kios warnet atau orang yang pandai mengakses internet. Dia akan menawarkan jasanya untuk membantu mendaftar ke website yang sudah ditetapkan Menpan & RB, BKN dan Panselnas,” ungkapnya. (Ab@h-HR)

Senin, 01 September 2014

Menghindari Kecelakaan, Mobil Travel di Ciamis Terperosok Hingga Terbalik

Mobil Travel jenis Minibus 4848 tujuan Bandung yang dikemudikan Tatang Sudrajat (45) terjungkal di jalan raya Sukamaju Desa Sukajadi Kecamatan Pamarican, Minggu, (31/8/2014). Meski ada lima penumpang di dalamnya, tetapi dilaporkan tak ada korban jiwa pada musibah tersebut hanya luka lecet biasa dan segera mendapatkan perawatan puskesmas terdekat. Supir travel Tatang mengatakan, saat melajukan kendaraan, tepat di depannya ada motor yang jatuh akibat besenggolan dengan pengendara motor lainnya. Agar tidak terlindas, Tatang membantingkan setir ke kiri. “Begitu menghindar, di depan malah ada pohon besar hingga akhirnya membelokan kembali hingga akhirnya mobil terjungkal di bahu jalan,”ungkapnya. Dari pantauan “KP” di lokasi, sejumlah warga berusaha mengevakuasi mobil yang terbalik menggunakan alat seadanya. Setelah berusaha keras, akhirnya mobil travel 4848 bisa kembali meski beberapa bodi kendaran rusak dan penyok.
Menurut Kanit Lantas Polsek Banjarsari Aiptu Tobi’in, penyebab mobil travel itu mengalami kecelakaan, akibat menghindari sepeda motor yang terjatuh di depan mobil tersebut. Sang sopir, lanjut dia, mencoba menghindar agar tidak menabrak motor yang terjatuh di depannya. Namun naas, saat sopir membantingkan stir ke kanan, malah petaka menimpa mobil tersebut.
“Saat sopir membantingkan stir ke kanan, malah mobil tersebut oleng dan akhirnya terbalik,“ katanya, kepada HR, di lokasi kejadian. Melihat mobil mengalami kecelakaan, warga  yang berada di lokasi kejadian beramai- ramai membalikan mobil yang terbalik itu dengan menggunakan tali tambang.
Beruntung dalam kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya, ada beberapa penumpang yang mengalami luka ringan akibat dari benturan.
Ani, salah seorang penumpang mobil naas, asal Banjarsari, mengatakan, meski tidak mengalami luka serius akibat kecelakaan tersebut, namun dirinya kaget ketika mobil yang ditumpanginya terbalik.
“Kebetulan saya duduk di kursi depan sejajar dengan sopir. Awalnya saya kaget ketika mobil nyaris menabrak motor yang terjatuh. Tetapi sopir membantingkan stir dan kemudian mobil terperosok ke kanan hingga akhirnya terbalik,” katanya.
Ani pun mengaku sempat mengalami shok ketika mobil yang ditumpanginya tiba-tiba terbalik saat mengalami kecelakaan tersebut. “Alhamdulilah, saya masih diberi keselamatan. Terus terang, saya shok banget walaupun tidak mengalami luka serius,”pungkasnya.


Seorang bayi berumur 4 bulan sempat terlempar

Bayi berumur 4 bulan sempat terlempar dari pangkuan ibunya saat mobil travel milik perusahaan 4848 (Irawan Safringi) jurusan Banjarsari – Bandung dengan nopol  Z 7573 TA, mengalami kecelakaan di jalan raya Banjar- Pangandaran, tepatnya di Dusun Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Minggu (31/08/2014). Beruntung bayi tersebut selamat dari maut.
Ani, ibu dari bayi tersebut yang juga seorang penumpang mobil trevel naas, mengatakan, dirinya duduk di kursi mobil depan sambil menggendong anaknya yang masih berusia 4 bulan. Saat mengalami kecelakaan, kata dia, anaknya yang berada dipangkuannya terlempar ke luar saat mobil tersebut terperosok hingga kemudian terbalik.
“Usai kecelakaan, baru tersadar bahwa anak saya terlempar ke luar. Saya pun tanpa berpikir panjang langsung mencari keberadaan anak saya,” katanya, di lokasi kecelakaan. [Baca: Menghindari Kecelakaan, Mobil Travel di Ciamis Terperosok Hingga Terbalik]
Beruntung, lanjut Ani, anaknya tidak jauh dari posisi mobil. Dan anaknya pun ketika ditemukan selamat dari maut dan juga tidak mengalami luka sedikit pun. “ Mungkin ini pertolongan dari Allah SWT. Anak saya tidak mengalami luka sedikitpun,” ujarnya sambil menangis dan memeluk anaknya.(Ab@h**