Setelah sempat terseok di
posisi juru kunci klasemen sementara Grup K babak 16 Besar kompetisi Divisi Utama,
PSGC Ciamis langsung melesat ke posisi runner up setelah berhasil menekuk PSPS
Pekanbaru dengan skor 3-2, di Stadion Galuh Ciamis, Minggu (28/09/2014) sore.
Hasil itu pun sekaligus menghantarkan PSGC lolos ke babak 8 besar Divisi Utama.
Lolosnya PSGC Ciamis ke babak
8 besar tampaknya di luar prediksi. Selain tim promosi, Laskar Galuh pun tampil
kurang meyakinkan di awal laga babak 16 besar. Pada laga pertama, Laskar Galuh
dihajar PSPS dengan skor 3-2 saat bermain di Pekabaru. Kemudian menang tipis 1-0
atas PS Bangka saat bermain di Ciamis. Laskar Galuh pun kembali dipecundangi
lawannya saat melakoni laga tandang di Solo. Saat itu PSGC kalah telak 5-2 oleh
Persis Solo.
Saat bermain di Ciamis, PSGC
gagal membalas kekalahan saat di Solo. Persis Solo berhasil menahan imbang tuan
rumah PSGC dengan skor 1-1. Posisi PSGC Ciamis pun saat itu tidak berajak naik
dari posisi juru kunci klasemen Grup K.
Kejutan pertama diraih PSGC
saat melakoni laga tandang melawan PS Bangka. Secara mengejutkan PSGC berhasil
menahan tuan rumah dengan skor 2-2. Padahal, di babak pertama, PSGC sempat
tertinggal 2-0. Hasil itu pun mengejutkan publik sepakbola nasional. Pasalnya,
PS Bangka merupakan tim yang memiliki rekor baik apabila bermain di kandang.
Harapan untuk lolos ke babak 8
besar pun mulai terbuka. Terlebih, di tempat berbeda, PSPS Pekabaru berhasil
menggilas Persis Solo dengan skor telak 3-0 saat bermain di Pekanbaru. Selisih
poin di Grup K pun saling berdekatan dan keempat tim yang bersaing sama-sama
memilik peluang untuk lolos ke babak 8 besar.
Di laga terakhir, kemudian
mempertemukan PSGC kontra PSPS dan Persis kontra PS Bangka. Peluang PSGC sangat
terbuka untuk lolos ke 8 besar, asalkan harus menang melawan PSPS di Ciamis.
Tetapi, itupun dengan catatan, yakni Persis Solo harus berhasil menumbang PS
Bangka ataupun sebaliknya.
Meskipun PSGC menang melawan
PSPS, tetapi apabila laga Persis kontra PS Bangka berakhir seri, maka pupuslah
harapan Laskar Galuh untuk lolos ke babak 8 besar. Pada laga yang berlangsung
di Stadion Manahan itu, harus ada tim yang kalah, baik Persis ataupun PS
Bangka, jika PSGC ingin lolos ke babak 8 besar.
Dewi fortuna tampaknya memihak
kepada PSGC. Setelah berhasil mengalahkan PSPS dengan skor 3-2, Persis Solo pun
berhasil menumbangkan PS Bangka dengan skor 3-0. Dengan begitu, dari posisi
juru kunci klasemen Grup K, PSGC langsung melesat naik ke posisi runner up
sekaligus lolos ke babak 8 besar.
Saat mengalahkan PSPS, di
Stadion Galuh Ciamis, Minggu (28/09/2014), PSGC pun harus melaluinya dengan
dramatis. Sempat unggul 1-0 di menit 8 melalui gol yang diciptakan Alotobeli,
tak lama berselang atau tepatnya di menit 33, pemain PSPS Firman Septian
berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Di babak kedua, PSGC kembali
unggul lewat gol yang diciptakan Erwin di menit ke 61. Publik sepakbola Ciamis
pun gembira tim kesayangannya kembali unggul, karena pada pertandingan di Solo,
dalam waktu yang sama, Persis di babak pertama sudah unggul 2-0 atas PS Bangka.
Publik Ciamis tampak sudah bersiap merayakan kemenangan.
Namun, di menit 82, kapten
PSPS Haprianto berhasil menggetarkan jala gawang PSGC melalui tendangan bebas
di luar kotak pinalti sekaligus mengubah papan skor menjadi 2-2. Publik Ciamis
pun saat itu terdiam, karena jika laga berakhir seri, maka pupuslah harapan
Laskar Galuh untuk lolos ke babak 8 besar.
Namun, lagi-lagi Dewi Fortuna
memihak PSGC. Jelang injury time atau tepatnya di menit 88, striker PSGC Rosian
dijatuhkan oleh pemain PSPS di dalam kotak pinalti. Wasit yang melihat terjadi
pelanggaran, langsung menunjuk titik putih dan memberikan hadiah pinalti untuk
PSGC. Superter Ciamis pun bersorak, 2 menit sebelum laga usai, PSGC mendapat
secercah harapan untuk mengakhiri laga dengan kemenangan.
Striker PSGC Emile Linkers,
ditunjuk sebagai algojo tendangan pinalti. Pemain asing asal Belanda itu dengan
sempurna berhasil mengecoh kiper PSPS dan mengubah papan skor menjadi 3-2 untuk
kemenangan PSGC Ciamis.
Superter Ciamis semakin
sumringah, saat wasit meniup pluit tanda berakhirnya babak kedua dan sekaligus
menetapkan PSGC sebagai pemenang laga tersebut. Pemain, jajaran manajemen,
suporter PSGC dan Bupati Ciamis, Iing Syam Arifin pun, langsung merayakan
kemenangan. Gol yang diciptakan Linkers pada menit 88 melalui titik putih
menjadi penentu PSGC lolos ke babak 8 besar.
Tak hanya itu, gol penentu
bagi PSGC itu pun, sekaligus menambah catatan perolehan gol pemain asing asal
Belanda tersebut. Kini, Linkers sudah menciptakan 12 gol selama digulirkannya
kompetisi Divisi Utama. Nama Linkers pun, kini ikut bersaing di daftar
perebutan pencetak gol terbanyak Divisi Utama.
Dengan lolosnya PSGC ke babak
8 besar, kini muncul harapan baru di benak masyarakat Ciamis, yakni Laskar
Galuh lolos ke babak semifinal sekaligus memperoleh tiket promosi ke kompetisi
ISL (Indonesia Super Liga).
Di Babak 8 Besar, PSGC Ciamis
Satu Grup dengan PSIS, Persiwa dan PSS Sleman
Meski PT. Liga Indonesia
sebagai pihak promotor kompetisi Divisi Utama belum mengeluarkan jadwal
pertandingan babak 8 besar, namun saat ini sudah diketahui klub mana saja yang
berada satu grup dengan PSGC Ciamis. Di babak 8 besar, Laskar Galuh berada di
Grup N dan satu grup dengan klub-klub mantan peserta ISL, yakni PSIS Semerang,
Persiwa Wamena dan PSS Sleman.
Sementara di Grup P, dihuni
oleh PSCS Cilacap, Persis Solo, Martapura FC dan Pusamania Borneo FC. Dari
informasi yang dihimpun, di dua grup babak 8 besar ini, peringkat pertama dan
runner up pada masing-masing grup berhak lolos ke babak semifinal. 4 klub yang
lolos ke semifinal itu, secara otomatis berhak mendapat tiket promosi ke
kompetisi ISL (Indonesia Super Liga).
Pertandingan di masing-masing
grup pun dimainkan dengan sistem kompetisi penuh, dimana setiap klub akan
memainkan dua pertandingan (kandang dan tandang) yang dilakukan secara
bergantian.
Sementara itu, Ketua Suporter
Fanatik PSGC Ciamis, Balad Galuh, Adi Bako, menyatakan optimis Laskar Galuh
akan mampu bersaing di babak 8 besar, sekalipun berada satu grup dengan
klub-klub yang pernah berlaga di kompetisi ISL.
“Pernah berlaga di kompetisi
ISL bukan sebuah ukuran bahwa klub itu sulit dikalahkan. Meski PSGC klub yang
baru promosi ke Divisi Utama, namun dari permainan tim tidak kalah bagusnya
dengan klub-klub tersebut,” katanya.
Adi pun yakin tim pelatih PSGC
sudah menyiapkan strategi yang terbaik untuk mempersiapkan tim berlaga di babak
8 besar. “ Kita berharap dengan lolosnya PSGC ke babak 8 besar, dukungan dari
masyarakat Ciamis yang datang ke stadion samakin tinggi. Karena prestasi yang
diukir PSGC saat ini sudah membawa harum nama Kabupaten Ciamis di level
nasional,” pungkasnya. Ab@h**/HR-Online.