" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Kamis, 29 Januari 2015

PENYANDANG GANGGUAN JIWA TAK BOLEH DIPASUNG

Menanggapi permasalahan banyaknya orang yang mengalami cacat mental atau sakit jiwa di Desa Bu­diasih Kecamatan Sindangkasih, pihak Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ciamis merasa prihatin.
Apalagi sampai ada salahsatu penyandang sakit jiwa yang dipasung akibat sering mengamuk.
Kepala Seksi penanganan anak, remaja, lansia dan orang terlantar Wawan Setiawan SH M.Si menyatakan, meskipun bukan ranah Dinsosnakertrans dalam pe­nanganan masalah orang sakit jiwa.
Namun pihaknya berupaya membantu dalam hal penguatan lembaga dan memberikan sosialisasi kepada keluarga dan pihak pemerintah Desa setempat.
Bahwa, penyandang sakit jiwa seharusnya jangan dipasung atau dikurung, namun mesti diobati atau diterapi mental.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan Sindangkasih (TKSK), ada sekitar 23 penyandang cacat mental di Desa Budiasih dan 18 penyandang cacat fisik.
Seharusnya kata Wawan Setiawan, setelah mengetahui ada warganya yang mengalami sakit jiwa pihak pemerintahan Desa langsung membuat laporan ke pemerintah Kabupaten Ciamis.
“Jangan sampai dibiarkan, minimal kalau sudah dilaporkan ke pemerintah setidaknya pemerintah akan berupaya membantu dalam penanganannya,” ujarnya saat meninjau salah seorang penyandang gangguan jiwa Yani Cahyani (35) di Desa Budiasih Kecamatan Ciamis belum lama ini.
Menurutnya, kasus yang menimpa Yani Cahyani merupakan kecolongan pihak pemerintah. Dimana, menurut informasi warga, Yani sudah mengalami sakit jiwa selama 15 tahun.
Selama 15 tahun itu, pihak pemerintah desa setempat tidak menginformasikan atau memang tidak tahu.
“Kita baru tahu setelah ada informasi di media bahwa ada penyandang sakit jiwa yang dipasung, selama ini tidak ada laporan apapun termasuk banyak lagi penyandang-penyandang sakit jiwa lainnya di Desa Buniasih,” ungkapnya.
Kini pihaknya akan melakukan pendataan terhadap keberadaan penyandang sakit jiwa. Pihak Dinsosnakertrans akan melaporkan data tersebut ke Dinas Sosial Provinsi.
“Mudah-mudahan ada bantuan bagi penyandang sakit jiwa tersebut dalam bentuk apapun,” katanya.

Beberapa penyandang sakit jiwa di Desa Budiasih pun rencananya akan dirujuk Dinas Kesehatan Kab Ciamis ke RS Jiwa di Cisarua Lembang Bandung, untuk mendapat pengobatan.(Ab@h**/Kp )

Selasa, 27 Januari 2015

PENCURI KOTAK AMAL MASJID NYARIS DIBAKAR MASSA

Ketahuan hendak mencuri kotak amal masjid Al-Ihsan Dusun Wonoharjo RT 02/14 Desa Wonoharjo Kecamatan/kabupaten Pangandaran, Haer (20) warga Dusun Gunasari RT 07/12 Desa Cintanagara Kecamatan Jatinegara Kabupaten Ciamis, Minggu, (25/1/2015) dini hari nyaris dibakar massa.

Beruntung aksi main hakim sendiri urung dilakukan, pasalnya ada tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang berhasil mengamankan pelaku dari keberingasan massa. Tak lama berselang, sejumlah petugas polisi berhasil menenangkan warga selanjutnya mengamankan pelaku ke kantor polisi.

Salah seorang warga, Mus­topa ( 52) mengatakan, pencurian tersebut dilakukan pelaku saat warga sedang enak-enaknya tidur. Awalnya kata Mustafa, pelaku yang wajahnya tak dikenali warga setempat, masuk ke dalam masjid. Tanpa pikir panjang, langsung menggondol kotak amal yang disimpan di teras masjid.

Mustopa kembali menjelaskan, saat pelaku membawa kotak amal yang terbuat dari kaca tersebut, tiba-tiba ada salah seorang warga yang memergoki aksi pelaku. Sontak saja, warga berteriak maling sambil mengejarnya.

“Pelaku terjatuh gara-gara terkena lemparan kayu balok, dan akhirnya warga menangkap si pelaku yang hampir dibakar oleh warga. Beruntung aksi itu tak jadi karena ada tokoh yang menenangkan massa selanjutnya mengamankan pelaku,”tutur Mustopa.

Aksi warga yang nyaris membakar pelaku tersebut ucap saksi, merupakan buntut kekesalan karena daerahnya kerap terjadi aksi pencurian namun pelakunya belum pernah tertangkap tangan.

Sementara Perwira Unit I Reskrim Polsek Pangandaran Ipda Endang Wijaya S.Sos, membenarkan adanya pencurian kotak amal yang dilakukan oleh pelaku.


Atas kejadian pencurian itu, pihak masjid nyaris mengalami kerugian sebesar Rp 1.375.200 atas uang yang tersimpan di kotak amal. Setelah menjalani proses penyidikan, pelaku dijebloskan ke tahanan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.(Ab@h**/Kp).

Senin, 26 Januari 2015

Waspada Penipuan Melalui Facebook

Jangan mudah percaya bila berkenalan lewat dunia maya, salah satunya Facebook. Bisa-bisa bernasib sama dengan Nining Heryani (46) warga Dusun Sukamenak RT 06/10 Desa Mekarmukti Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis.
Ia tertipu kenalan barunya Dede Syahroni (36) hingga Rp 22 juta.
Kepada korban, pelaku mengaku warga Jati Jajar II RT Kelurahan Jati Jajar Kecamatan Tapos  Kota Depok.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Kusnadi Erisyadi S.H,M.M, menuturkan berdasarkan pengakuan korban, perkenalan keduanya (Nining-Dede) terjadi sekitar Oktober 2014 melalui Facebook.

Karena seringnya berkomunikasi keduanya pun mulai akrab.

Bahkan saking akrabnya, Dede pun sering meminjam uang. Tapi beberapa kali uang yang dipinjam sempat dikembalikan melalui rekening. 
Hingga peminjaman ketiga, pelaku meminjam Rp 1,5 juta sekitar 20 Oktober pukul 07.30. Lagi-lagi, korban pun percaya dan mengirim uang tersebut melalui rekening atas nama Aldi Wiranata.  “Sampai-sampai seringkali minjam uang totalnya menjadi Rp 22 juta,” paparnya.

Lanjut dia, kepada korban pelaku menjanjikan akan mengembalikan uang tersebut 20 Januari 2015. Namun lewat tanggal yang sudah dijanjikan utang itu tak kunjung dibayar.

Tidak hanya itu, korban berusaha berkomunikasi lewat Facebook, sayangnya media sosial milik pelaku pun tidak aktif.
Berdasarkan laporan korban, kejadian segera ditindaklanjuti. Termasuk meminta bantuan Polda Jawa Barat karena kasusnya kejahatan elektronik.

“Kami akan lidik kasus ini, bisa saja nantinya minta bantuan Polda juga, karena kejahatan ini termasuk kepada cybercrime,” tuturnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada orang yang baru saja dikenal, apalagi melalui sosial media. “Saya tekankan jangan mudah percaya kenalan lewat Facebook,” ujarnya. ( Ab@h**/Isr-Radar).

Sabtu, 24 Januari 2015

PSGC Ciamis Dilibas Persib Bandung 1-3 . . .

Meski sempat berhasil menahan imbang di babak pertama, PSGC Ciamis akhirnya harus mengakui keperkasaan pasukan Persib Bandung. Pada laga uji coba, di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (24/01/2015) sore, PSGC Ciamis akhirnya dilibas Persib dengan skor 1-3.

Gol Persib diciptakan Atep di menit 67 dan Makan Konate di menit 70 dan menit 79. Sementara gol balasan PSGC dicetak Dimas Galih di menit 85.

Meski Persib mendominasi permainan di babak pertama, namun anak-anak Ciamis mampu mengimbanginya dengan bermain terbuka. Peluang PSGC tercatat pada menit ke 5 melalui sundulan Emile Linkers. Namun, tandukan Linkers berhasil ditepis kiper Persib M. Nasir.

Persib pun tercatat diakhir babak pertama mendapat peluang emas lewat tendangan pemain asing seleksi, Nicolas Vigneri. Namun, tendangannya masih berhasil diblok kiper PSGC. Hingga pluit babak pertama dibunyikan, skor tetap imbang 0-0.

Memasuki babak kedua, Persib mencoba menaikan tempo permainan dengan memperagakan serangan cepat. Di menit 48, Atep nyaris membobol gawang PSGC setelah mendapat umpan dari Supardi di dalam kotak pinalti. Namun, tendangannya masih berhasil diblok pemain belakang PSGC.

Di menit 67, striker asing seleksi Persib, Maycon Caliguri dilanggar pemain belakang PSGC. Wasit pun memberikan hadiah tendangan bebas untuk Persib. Atep sebagai eksekutor tendangan bebas, berhasil merobek gawang PSGC yang dijaga kiper Riki Bagja.

Setelah unggul 1-0, Persib semakin menggila melancarkan serangan. Lagi-lagi Atep mendapat peluang di dalam kotak pinalti setelah mendapat umpan dari Supardi. Namun sayang, tendangannya berhasil diblok kiper PSGC.

Di menit 70, Atep terlihat dijatuhkan pemain belakang PSGC di dalam kotak pinalti. Wasit yang melihat pelanggaran, langsung menunjuk titik putih. Makan Konate sebagai eksekutor pinalti berhasil mengecoh kiper PSGC, RIki Bagja. Kedudukan pun berubah menjadi 2-0 untuk Persib.

Unggul 2-0, pemain Persib semakin bernafsu memperbesar keunggulan. Tercatat di sepanjang menit 70, Atep mendapat 2 peluang emas, namun gagal dikonversi menjadi gol.

Di menit 79, Atep kembali menusuk lewat sektor kanan. Melihat Konate berlari ke mulut gawang PSGC, Atep langsung melepas umpan lambung. Bola yang tepat di atas kepala Konate, langsung ditanduk hingga membuahkan gol. Kedudukan pun berubah menjadi 3-0 untuk Persib.

Setelah unggul 3-0, Persib tampak menurunkan tempo permainan. Skuad Maung Bandung lebih lebih memilih memainkan bola di tengah dengan sesekali melakukan serangan balik.

Mengendurnya serangan Persib, tampaknya dimanfaatkan oleh pemain PSGC. Anak-anak Ciamis mulai berani main terbuka dan menyerang ke jantung pertahanan Persib. Di menit 82, pemain PSGC dilanggar pemain belakang Persib di kotak pinalti. Wasit yang melihat terjadinya pelanggaran, langsung menunjuk titik putih.

Dimas Galih yang dipercaya sebagai eksekutor tendangan pinalti, ternyata gagal memanfaatkan peluang. Kiper Persib M. Natsir, berhasil memblok tendangan Dimas.


Namun, di menit 85, Dimas Galih akhirnya menebus kesalahannya. Mantan pemain Persik Kediri ini berhasil memperkecil kekalahan. Dari luar kotak pinalti, Dimas melesatkan tendangan keras dan berhasil merobek jala gawang Persib. Kedudukan pun berubah menjadi 1-3. Hingga babak kedua usai, kedudukan masih tetap 1-3 untuk keunggulan Persib. (Ab@h**/HR-Online)

Jumat, 23 Januari 2015

Maling Pemakai Jaket Polisi Ditembak

Dua kawanan pencuri yang kerap beraksi di tempat ramai, Mulyadi (27) dan Dexsa Nuari Jantra (25) ditembak polisi Rabu (21/1). Mereka berusaha melarikan diri saat akan ditangkap korps Bhayangkara di Mayasari Plaza, Kota Tasikmalaya.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Noffan Widyayoko SIK, MA, kemarin (22/1) menunjukkan Mulyadi kepada wartawan di Mapolsek Cihideung, sedangkan Dexsa masih dirawat di RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya.
“Di sini satu, yang satu lagi masih di rumah sakit,” terang AKBP Noffan kepada wartawan. Mulyadi dan Dexsa ditembak di kaki kiri.
Hasil penyelidikan polisi, Mulyadi dan Dexsa merupakan satu komplotan pencurian di tempat ramai bersama Leo dan Rahmat Aji yang masih buron. Keempatnya mengambil barang pengunjung atau warga yang berkunjung ke tempat keramaian, seperti pusat perbelanjaan, di Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Solo dan Lampung.
Saat beroperasi di Garut dan Tasik, mereka menyewa kontrakan di kawasan Terminal Guntur, Garut. Namun saat polisi menggerebek kontrakan tersebut, Leo dan Rahmat Aji sudah meninggalkan kontrakannya. Di sana, polisi menyita satu jaket berwarna hitam dengan tulisan “Polisi.”
Terkait jaket bertuliskan “Polisi”, Kapolsek Cihideung Kompol Gandi Jukardi menjelaskan bahwa barang tersebut milik adiknya Mulyadi. Namun kerap dipakai pria berkartu tanda penduduk Bayongbong, Garut tersebut. Kepada polisi, pria kelahiran Tanjung Raja 8 Maret 1988, Sumatera Selatan itu mengaku memakai jaket tersebut saat berpergian agar aman di jalan.
Sampai tadi malam, kata Gandi, pihaknya masih mendalami soal penggunaan jaket tersebut. Termasuk kemungkinan kaitan penggunaan jaket polisi tersebut dan tindakan kriminal yang Mulyadi lakukan. Namun, yang jelas, kata kapolsek, penggunaan atribut polisi tidak diboleh dipakai orang non anggota Polri.
“Kita belum lakukan pemeriksaan lebih dalam, tapi yang seperti itu memang tidak diperbolehkan,” ujarnya tadi malam.
Berawal dari Laporan Warga, Penangkapan Mulyadi dan Dexsa, kata AKBP Noffan, berawal dari laporan-laporan masyarakat terkait pencurian di tempat-tempat umum di Tasikmalaya. Kemudian polisi mulai melakukan penelusuran hingga mendapati informasi tentang kawanan yang mencurigakan.
“Kita gali informasi dari keamanan setempat dan memang ada yang mencurigakan,” beber AKBP Noffan. Setelah menemukan orang-orang yang mencurigakan, polisi mengintainya.
Tepat Rabu (21/1), polisi berhasil meringkus Mulyadi dan Dexsa di wilayah Mayasari Plaza. Mereka, Lanjutnya, sempat kabur hingga dilumpuhkan polisi. Kaki kiri mereka ditembak.
Mulyadi dan Dexsa kemudian dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman penjara di atas lima tahun.
Rian Herdiaman (17), siswa SMAN 3 Tasikmalaya mengaku menjadi korban pencurian di tempat keramaian. Dia kehilangan tas saat main di Yogya Dept Store Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya. Kala itu dia mencurigai tiga orang yang kerap mengawasinya.
“Saya simpen tas di sebelah kiri, tahu-tahu sudah hilang,” tuturnya kemarin.

Tas milik Rian kemudian ditemukan di tempat sampah di wilayah Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya. Di dalam tas tersebut, kata Rian, berisikan alat-alat sekolah, powerbank dan sandal. “Yang dibawa (mereka) hanya sandalnya saja,” ungkapnya. (Ab@h**/Radar Online)

Kamis, 22 Januari 2015

Di Ciamis Puluhan Pohon Tumbang, Akibat Angin Puting Beliung,

Sedikitnya 40  pohon tumbang akibat tiupan angin puting beliung yang terjadi di Blok Gagayunan, Desa Sukajadi, Kec. Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (22/01/2015).

Menurut Ipul, salah seorang warga setempat, bahwa selain menumbangkan puluhan pohon, puting beliung yang melanda Dusun Gagayunan juga telah merusak dua unit rumah. “Dua rumah warga rusak akibat tertimpa pohon tumbang,” kata Ipul, kepada kami dilapangan." tapi masih bersukur tidak mengakibatkan korban jiwa " tandasnya.

Walaupun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa puting beliung disertai hujan desar yang terjadi sekitar jam 15.30 WIB itu, Namun pemilik rumah yang tertimpa pohon tumbang mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Adapun dua rumah yang tertimpa pohon tumbang tersebut adalah milik Bp Sanyo, warga RT.18, RW.6 dan Herman, warga RT.20, RW.6.

Bp Sanyo, sa'at dihubungi Kami melalui telepon selularnya, mengatakan, pada waktu kejadian, ia dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Namun, secara tiba-tiba sebuah pohon menimpa dapur rumahnya hingga rusak berat.

Hal serupa diungkapkan Herman. Dia mengaku kaget saat sebuah pohon menimpa rumahnya. Kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp.40.000.000,- ( Empat puluh juta Rupiah ).


Sementara itu, puluhan warga Dusun Gagayunan mengevakuasi reruntuhan pohon yang menimpa ke dua rumah tersebut, dan reruntuhan puhon yang mengalangi jalan di perkampungan dengan peralatan seadanya. ( Ab@h** / HR-Online).

Rabu, 21 Januari 2015

Persib Menang Telak

Kesebelasan Persib Ban­dung menang telak skor 3-0 (2-0) atas tim Divisi Uta­ma Liga Indonesia 2015, Persires Rengat Kuningan, pada laga uji coba di Sta­dion Galuh, Kabupaten Ciamis, Rabu (21/­1/2015) sore. Tiga gol skuat “Maung Bandung” dicetak Maycon Rogerio Silva Calijuri, Dias Angga, dan Makan Konate.
Dengan hasil ini Persib sukses mempertahankan hasil selalu menang dalam tujuh kali laga pramusim jelang bergulirnya Liga Super Indonesia (LSI) 2015. Sebelumnya “Pangeran Biru” melumat Tiki Taka FC Bandung skor 4-0, PSP Padang (3-0), Pusamania Borneo FC (3-0), Persiba Balikpapan (2-0), Felda United dari Malaysia (3-1) dan Persibat Batang (2-1).
Dalam laga uji coba perdana bagian rangkaian pemusatan latihan (training center/TC) di Ciamis hingga Minggu (25/1/2015) itu, Persib tampil minus kapten Firman Utina karena sedang menunaikan ibadah um­rah dan kiper Shahar Ginan­jar yang akan melepas masa lajangnya, serta M Ridwan yang masih didera cedera. Namun Pelatih Persib Djadjang Nur­dja­man sempat menurunkan dua striker asing yang tengah diseleksi yakni Calijuri (Brasil), serta pada babak kedua tampil Nicolas Vigneri (Uruguay).
Meski menang telak, Djanur, sebutan akrabnya, mengaku kurang puas. Ia menilai banyak kesalahan yang dilakukan anak-anak asuhannya. “Juga banyak peluang yang seharusnya bisa tercipta gol. Penampilan anak-anak belum maksimal. Memang dilihat dari kerja sama antarpemain sudah mulai bagus, namun secara keseluruhan masih ba­nyak yang harus diperbaiki dan harus kami evaluasi ke depannya,” ujar Djanur.
Tentang permainan Calijuri dan Vigneri, Djanur juga mengatakan permainan keduanya kurang maksimal. “Mereka berdua bermain tidak seperti yang diharapkan, kualitasnya belum ber­kembang. Mungkin masih kecapekan karena baru datang dari negaranya dan mengikuti TC di sini,” ucap Djanur.
Pada pertandingan tersebut, sejak paruh pertama laga, skuat lapis kedua Persib tampil mendominasi atas tim asuhan Nasrul Koto itu. Tempo permanan cepat yang dibangun gelandang serang Konate dan M. Taufik mem­bu­ah­kan beberapa peluang. Pe­nam­pilan Calijuri cukup merepotkan barisan pertahan Per­sires. Pada babak ini tercipta dua gol oleh Calijuri menit 16 dan Dias Angga (40).

Memasuki babak kedua Atep dan kawan-kawan tak mengendurkan intensitas serangan. Tek­nik permainan yang berkualitas, skil individu, dan soliditas tim di­pertontonkan di hadapan sekitar 15 ribu penonton. Mema­suki m­e­nit 53 tendangan penalti yang dieksekusi Vigneri tak berbuah gol. Gol penutup Persib dicetak Konate di menit 63 dari titik pu­tih. Hingga laga usai skor 3-0 un­tuk sang juara LSI 2014 itu. Persib dijadwalkan akan mela­kukan uji coba kedua di Stadion Galuh melawan tuan rumah PSGC Ciamis, Sabtu (24/1/2015) sore. ( Ab@h** ).

Selasa, 20 Januari 2015

BBM JENIS PREMIUM “MENGHILANG”

Masyarakat Pangandaran keluhkan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di beberapa SPBU pascapenurunan harga BBM oleh pemerintah.
Berdasarkan pantauan kami di beberapa SPBU, Senin, (19/­1/2015), banyak warga yang terpaksa kembali lagi saat mendatangi SPBU tetapi pengelola dan petugas mengatakan stok habis. Bagi warga yang sudah kadung berada di SPBU dan sangat membutuhkan BBM untuk melanjutkan perjalanan, dengan terpaksa membeli BBM jenis pertamax yang selisih harganya lebih mahal dari premium.
Misal diakui Sunarto (35) salah seorang pengendara. Ia mengatakan dirinya sudah mendatangi beberapa SPBU di Pangandaran, namun seluruh SPBU yang ada di Pangandaran, Senin, (19/1/2105) hingga pukul 15.00 WIB semuanya habis.
 “Beberapa SPBU yang saya datangi, semuanya mengaku habis,”ungkapnya.
Dikatakan Sunarto, dirinya tidak mengerti, disaat BBM jenis premium turun harga tetapi di pasaran malah menghilang.
“Gimana ini, harga BBM turun tapi kok malah langka,” tuturnya.
Hal senada dikatakan Heri (40) salah seorang warga mengatakan, dirinya terpaksa menggunakan pertamax dikarenakan di semua SPBU di Pangandaran BBM jenis premium habis.
“Terpaksa pakai pertamax, dari pada motor harus didorong sampai ke tujuan,”ucapnya.
Dirinya berharap, pemerintah daerah ataupun pihak Pertamina rayon terdekat segera mengatasi masalah kelangkan BBM jenis premium di wilayah Pangandaran.
“Pemerintah harus bertindak cepat untuk mengatasi kelang­kaan BBM di Pangandaran ini. Dan saya sangat berharap esok (hari ini) BBM jenis premium kem­bali normal,”tuturnya berharap.
Sementara itu petugas di salah satu SPBU yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kelangkaan BBM jenis premium disebabkan SPBU mengalami kehabisan stok.
“Stok di kita habis. Mungkin karena turun harga, jadi masyarakat berbondong-bondong mengisi premium dengan jumlah yang banyak,” ungkapnya seraya mengatakan, BBM jenis selain premium terbilang normal.

“Kalau pertamax dan biosolar tidak mengalami kelangkaan,” tuturnya.(Ab@h**/KP-Online )

Senin, 19 Januari 2015

Pengendara Dihimbau Lebih Waspada

Mengantisipasi peningkatan kasus kecelakaan lalulintas, polisi memasang rambu peringatan.
Salah satunya rambu berisi himbauan agar pengendara menghindari jalan berlubang.
Hal itu karena sepanjang jalan Cihaurbeuti hingga Jalan Jendral Sudirman dipenuhi lubang yang dapat membahayakan pengguna jalan.
“Sebelum adanya rambu-rambu, setiap hari kami dapat informasi banyak yang terperosok jalan berlubang,” ujar Kanit Dikyasa Polres Ciamis AIPTU Kusmayadi.

Titik lubang di jalur nasional itu diantaranya terdapat di Cihaurbeuti, Singdangkasih, Cikoneng, Jalan Imbanagara hingga Jalan Jendral Sudirman.
Pemasangan rambu-rambu diharapkan dapat meminimalisir angka kecelakaan yang tiap tahun terus meningkat.
Selain faktor human eror, kerusakan jalan juga merupakan salah satu faktor penyebab tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Ciamis selama tahun 2014 kemarin.
“Solusinya kami saat ini memasang rambu-rambu,” tuturnya.
Aiptu Kusmayadi meminta para pengendara tidak memacu kendaraan terlalu kencang di jalan nasional itu.
Sejumlah lubang jalan terdapat pada medan yang cukup berbahaya seperti tikungan dan tanjakan. “Pengendara harus lebih waspada,” tuturnya.
Dari informasi yang dia dapat peningkatan jalan di nasional di Ciamis akan dilakukan tahun ini.
Tapi belum ada kejelasan waktu pelaksanaan. Rencananya perbaikan jalan akan berlangsung setelah proses tambal sulam di jalur gentong selesai.
“Saya harap ada peningkatan jalan agar tidak banyak pengguna jalan yang jadi korban,” harapnya.
Salah seorang pengguna jalan Iwan Ridwan (35) berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Kerusakan jalan dapat meningkatkan risiko kecelakaan pengendara.
Jalur Ciamis merupakan jalur nasional yang padat lalulintas.
“Saya sangat harap jangan hanya pasang rambu-rambu tapi langsung diperbaiki,” singkatnnya.( Ab@h**/ Isr).

Sabtu, 17 Januari 2015

Kapolres Ciamis: Saya Kangen Pesantren

Kapolres Ciamis AKBP Hari Santoso SIK bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darussalam di Kecamatan Cijeungjing dan Ponpes Al Hasan di Kecamatan Ciamis. Dalam kunjungannya Beliau mengaku sudah lama merindukan suasana kehidupan di pesantren.
“Saya kangen dengan suasana pesantren untuk menjaga tali silaturahmi yang sudah lama terjalin. Dulu saat kunjungan MenPAN, berpesan untuk mengunjungi pesantren ini (Darussalam, Red) dan sekarang baru sempat,” ujarnya usai kunjungan kemarin (16/1).

Kunjungan itu, lanjut dia, merupakan bentuk silaturahmi antara polisi dengan pesantren. Keduabelah pihak berkomitmen saling menjaga keamanan agar Ciamis menjadi kondusif.
Untuk mendekatkan hubungan emosional kepolisian dengan pihak pesantren, rencananya akan digelar olahraga bersama dan kerja bakti.

“Hal itu bisa terus mendekatkan antara anggota Polri dengan para santri,” tutur Kapolres.

Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis Dr H Fadlil Yani Ainunsyamsi MBA Mag mengatakan kunjungan tersebut merupakan tradisi yang baik. Sebagai penguasa wilayah hukum di Ciamis kunjungan kapolres dinilai sebagai sebuah keharusan.

“Kebersamaan antara TNI, Polri dengan masyarakat pesantren itu menjadi suatu kekuatan yang utama. Bersama untuk membangun kebersamaan di Ciamis terutama ini yang harus terus berlanjut,” pungkas Kapolres Ciamis AKBP Hari Santoso SIK dalam acara Silaturahmi ke beberapa Pondok Pesantren di wilayah hukum polres Ciamis.(Ab@h**/Radar Online )

Jumat, 16 Januari 2015

BBM mau turun Pengelola SPBU Bingung

Setelah mengalami penurunan harga pada tanggal 1 Januari 2015, bahan bakar minyak (BBM) jenis premium rencananya kembali mengalami penurunan. Pemerintah menyebut penurunan akan terjadi akhir pekan ini. Penurunan itu di­se­bab­kan harga minyak du­nia yang te­ngah an­­jlok. Penurunan harga BBM berkisar antara Rp 1.100 hingga Rp 1.200 per liter.
Kemungkinan besar harga premium akan kembali pada Rp 6.500 per liter atau dibawahnya. Kondisi ini membuat para pengelola SPBU bingung. Penurunan harga akan membuat risiko kerugian meningkat.
“Kalau seperti ini sulit menyiasatinya. Tapi bagaimana nanti saja. Misalkan saat beli harganya sekian kemudian diturunkan sudah pasti kita rugi. Apalagi rencananya setiap dua minggu sekali harga premium bisa berubah-ubah menyesuaikan harga minyak dunia,” jelas Nana, pengawas SPBU di Jalan Ahmad Yani.
Sebaliknya, bagi pengguna kendaraan rencana penurunan harga itu merupakan kabar gembira. Setidaknya biaya pengeluaran untuk BBM sedikit berkurang. Sehingga hasil usaha masih bisa disisihkan. “Biasanya satu kali ngisi saya 20 ribu per hari dapat dua liter lebih sedikit. Kalau benar akan turun, Rp 20 ribu itu bisa dapat 3 liter jadi saya bisa berhemat,” ujar Ohid Abdul Wahid (29), tukang ojek di Ciamis kota.
Baginya penurunan BBM merupakan penyelamat ekonomi. Selisih pengeluaran yang semula tinggi bisa digunakan untuk keperluan lain yang lebih penting. Dia berharap para pedagang dan produsen juga menurunkan harga bahan pokok dan kebutuhan lainnya ketika harga BBM turun. “Mudah-mudahan dengan turunnya harga bensin, harga beras dan sembako bisa turun, kalau kemarin mah penurunannya sedikit jadi tidak terlalu berpengaruh,” tandasnya.

Bila Jumat Diumumkan, Penurunan Harga BBM di SPBU Berlaku Setelah 2 Hari

Pemerintah berencana mengumumkan harga dasar bahan bakar minyak (BBM) pada Jumat (16/1/2015). Namun, penurunan harga premium dan solar di SPBU baru akan terealisasi 2 hari setelah pengumuman pemerintah.
"Kalau diumumkan harga dasar BBM misalnya pada hari Jumat ini, itu juga sekaligus diumumkan harga premium dan solar di SPBU," ujar Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang, dalam pesan singkatnya, Kamis (15/1/2015).
"Tapi harganya baru berlaku 1-2 hari sesudah diumumkan pemerintah," kata Bambang.
Alasannya, kata Bambang, untuk menghindari kerugian yang dialami pengusaha SPBU. Ini berkaca pada kasus ketika pemerintah menurunkan harga BBM pada 1 Januari 2015. Kala itu, harga bensin premium turun dari Rp 8.500/liter menjadi Rp 7.600/liter. Begitu juga harga solar, turun dari Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.250/liter.
Penurunan harga bensin premium dan solar tersebut membuat para pengusaha merugi. Karena pengusaha telah menebus atau membeli premium dan solar dengan harga lama, yakni Rp 8.500/liter, tapi besoknya pada 1 Januari 2015 harus dijual Rp 7.600/liter.
"Ini kan masalahnya SPBU tidak akan mau menebus atau membeli delivery order, jika harganya besok turun. Sehingga kemungkinan harga baru berlaku 1-2 hari sesudah diumumkan, agar mereka (pengusaha SPBU) tidak rugi," tutup Bambang.
Kerugian akibat penurunan harga BBM tersebut pernah diungkapkan Ketua Umum Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Eri Purnomohadi. Akibat penurunan harga BBM jadi Rp 7.600/liter untuk bensin premium dan solar Rp 7.250/liter membuat pengusaha SPBU rugi Rp 127 miliar.

"Hitungan kasar kita, asumsinya setiap SPBU rata-rata menebus BBM sebanyak 24 ton/hari x selisih harga penurunan BBM Rp 1.000/liter x jumlah SPBU yang dikelola swasta sebanyak 5.300 SPBU, jadi ruginya total sekitar Rp 127 miliar itu untuk dua jenis BBM, yakni premium dan solar," ungkapnya.( Ab@h** }

Kamis, 15 Januari 2015

Masalah Asrama Haji, H Muhamad Syarif Laporkan Ketua Formuci

Pimpinan Pondok Pesantren Al Hasan H Muhamad Syarif Hidayat mengadukan Ketua Forum Mubaligh Ciamis (Formuci) Ustd RD Dede Surachman Kartadibrata Senin lalu (12/1). Pimpinan Ponpes Daarul Hikam itu dilaporkan atas tudingan penecemaran nama baik.
Kasus ini berawal dari surat yang dilayangkan Dede kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang dugaan korupsi dalam pembangunan asrama haji. Pembangunan gedung di Jalan Iwa Kusuma Somantri itu hingga kini belum tuntas. Surat laporan ke KPK itu ditembuskan kepada sejumlah pejabat seperti gubernur, bupati, sekda, ketua DPRD dan Muhamad Syarif.
H. M Syarif menjelaskan tanggal 5 Januari 2015 dia didatangi salah seorang pegawai negeri dari Pemkab Ciamis. Staf pemerintah itu memberikan surat tembusan dari laporan dugaan korupsi yang dilayangkan Dede kepada KPK. Surat itu memuat dugaan penyelewengan dana pembangunan asrama haji senilai Rp 2 miliar oleh Syarif.
Mendapati laporan itu, Syarif tidak terima. Dia kemudian berkonsultasi dengan sejumlah pihak sebelum akhirnya membuat laporan tertulis ke polisi tentang pencemaran nama baik. “(pelaporan ke KPK, Red) jelas sangat gegabah,” cetusnya saat ditemui di rumahnya kemarin (14/1).
Dia mengatakan dalam surat pengaduan itu Dede menyebut bahwa dana pembangunan gedung Islamic Center dan asrama haji diselewengkan oleh dirinya bersama mantan Bupati Ciamis Engkon Komara dan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Syarif membantah tudingan itu dengan keras. “Kalau disebutkan indikasi penyelengewan dana Rp 5 miliar oleh saya, pak Mantan Bupati Engkon, pak Aher (Gubernur Ahmar Heryawan) sangat tidak benar. Itu fitnah besar. Makanya orang seperti ini harus dikasi pelajaran,” katanya.
Ditemui terpisah di salah satu warnet, Ketua Umum Formuci Ustd Rd Dede Surachman Kartadibrata mengaku telah mengetahui laporan pencemaran nama baik yang dilakukan Muhamad Syarif ke polisi. Laporan itu ditanggapinya dengan santai.
“Saya bersyukur. Hal ini (laporan pencemaran nama baik, Red) menjadi pintu masuk bagi persoalan (gedung, Red) Islamic Center dan asrama haji,” katanya.
Dede mengaku membuat laporan dugaan korupsi pembangunan gedung asrama haji kepada KPK pada tanggal 29 Desember 2014. Surat itu menyebut adanya penyimpangan dalam pembangunan asrama haji tahap II oleh Yayasan Pusat Kegiatan Islam Ciamis (YPKIC) dengan sumber dana bantuan gubernur Jawa Barat dalam anggaran perubahan tahun 2013. Muhamad Syarif merupakan salah satu pengurusnya.
Dia menyebut indikasi penyimpangan itu meliputi proses pemberian bantuan transaksi politik Ahmad Heryawan sebagai calon gubernur ketika itu dengan Bupati Ciamis H Engkon Komara dan KH Muhamad Syarif Hidayat.
“Lagi pula kami mengatakan baru indikasi dan dugaan saja,” kata dia.
Atas laporan pencemaran nama baik yang dilakukan Muhamad Syarif, Dede mengaku siap dipanggil polisi. Dia juga tidak akan membawa pengacara ketika nanti memenuhi panggilan. Hingga kemarin dia belum menerima panggilan dari polisi dan masih menunggu.
“Saya tidak akan jadi gentar dengan persoalan ini. Sekarang ini jadinya burung pipit lawag burung garuda,” cetus Dede sambil tersenyum.
Dihubungi melalui sambungan telepon, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP K  Erisyadi SH, MM. mengatakan, untuk sementara kepolisian baru meminta keterangan korban dan saksi-saksi, tiga orang.
“Penyelidikan belum sampai tahapan pemanggilan yang dilaporkan baru tahapan pemeriksaan saja dulu,” singkatnya.

Dugaan penyelewengan pembangunan asrama haji

Ketua Umum Forum Mubaligh Ciamis (Formuci) Ustd Rd Dede Surachman Kartadibrata mengaku telah melayangkan surat pengaduan dugaan penyelewengan pembangunan asrama haji kepada Direktorat Pengaduan Masyarkat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Surat itu dikirim tanggal 29 Desember 2014 dengan tembusan kepada gubernur Jawa Barat Ahmad Hernawan, bupati Ciamis saat itu Engkon Komara, sekda dan ketua DPRD. Isinya memuat dugaan penyelewengan dana pembangunan asrama haji tahap II yang dilaksanakan Yayasan Pusat Kegiatan Islam Ciamis (YPKIC). 
“Kami ketahui termasuk KH Muhamad Syarif termasuk dari bagian YPKIC,” ujar Dede kemarin melalui sambungan telepon kemarin (14/1).
Menurutnya penyelewengan dana itu dilakukan untuk sebuah kontrak politik. Dimana ada dugaan dana tersebut digunakan untuk membantu pencalonan Gubernur Ahmad Heryawan saat itu. Dana pembangunan sendiri berasal dari APBD provinsi tahun 2013 dengan nilai Rp 5 miliar.
Pengucuran dana bantuan itu dinilai melanggar Undang-undang No 23 tahun 2014 Pasal 17 ayat 2.
Dimana pencairannya tidak memenuhi persaratan hibah/penerima hibah. Pemberian dana bantuan itu juga dianggap melanggar Permendagri nomor 32 tahun 2011 Pasal 4 butir 4 poin C, bahwa pemerian dana hibah itu melalui tahap verifikasi.
Dede menyebut pelaksanaan pembangunan asrama haji dilakukan secara swakelola alias tanpa lelang. Asrama haji dibangun di atas tanah milik pemda Ciamis tanpa ada perjanjian tertulis dengan pemerintah. “Bahkan hingga saat ini belum ada MoU (Memorandum Of Understanding, Red) antara pihak YPKIC dengan pihak pemda,” kata dia.
Dia menuding pembangunan asrama haji dilakukan tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Saat ini pembangunan asrama haji telah mencapai 90 persen sejak dibangun tanggal 27 November 2013. Saat ini pembangunan asrama itu tidak dilanjutkan.
“Masa kehabisan dana hingga bangunan kini terbengkalai,” cetusnya.
Dihubungi terpisah, Konsultan Hukum Yayasan Pusat Kegiatan Islam Ciamis (YPKIC) Hendra Sukarman SH SE MH mengatakan, pembangunan asrama haji sesuai Rencana Anggaran Bianya (RAB) akan menghabisan biaya Rp 6,5 miliar lebih. Pembangunannya dibantu oleh gubernur pada tahun 2014 sebesar Rp 5 miliar. 
“Berdasarkan perkiraan saya sebagai konsultan hukum, pembangunan tersbut baru selesai 90 persen. Jadi tinggal 10 persen lagi,” jelas dia.
Dia menilai pembangunan asrama haji akan selesai jika ada kucuran dana tambahan Rp 1,5 miliar dari provinsi. 
“Dengan harapan pembangunan tahun 2015 bisa selesai,” paparnya.

Soal tudingan penyelewengan dana bantuan gubernur dalam pembangunan asrama haji, dia menanggapinya dengan tenang. Dia malah mengucapkan terimakasih dan menganggap pelaporan Dede ke KPK sebagai pengingat. 
“Kita lihat saja kebenarannya seperti apa, siapapun berhak untuk melaporkan,” tandasnya.(Ab@h**/isradar).

Rabu, 14 Januari 2015

Siswa Dianjurkan Gunakan Motor Standar Pabrikan

Puluhan unit sepeda motor milik siswa SMK Bhakti Kencana Ciamis diperiksa petugas kepolisian satu persatu di parkiran sekolah. Hasilnya, anggota Binmas Polres Ciamis menemukan belasan motor yang tidak dilengkapi dengan plat nomor, spion serta aksesoris standar lain. Ada juga motor yang telah dimodifikasi jauh dari standar pabrik.
Menyikapi itu, Kasat Binmas AKP Salim Aziz mengimbau para pelajar mematuhi aturan lalulintas. Untuk sekali ini polisi tidak melakukan penilangan kepada para pelajar yang terbukti melanggar. Tapi kedepan, langkah itu bisa saja diambil.
“Kita periksa kendaraan kemudian kita himbau supaya kendaraan sesuai standar. Tadi ditemukan ada beberapa yang memang tidak lengkap seperti tidak memakai plat nomer dan spion. Himbauan ini sekaligus mencegah pelajar masuk geng motor,” ujarnya usai pemeriksaan kemarin (13/1).
Dia berharap pemeriksaan itu dapat mencegah prilaku kenakalan remaja berkembang di kalangan pelajar. Seperti kumpulan siswa yang membentuk geng motor dan semacamnya. Hal seperti itu lebih dekat tindak kriminalitas daripada gerakan positif.
Dia juga mengidentikan motor modifikasi dengan aksi balapan liar. Salim berharap pihak sekolah menindaklanjuti himbauan itu dengan melakukan pengawasan terhadap para siswa-siswinya. Polres Ciamis juga tengah mengkaji tindakan larangan siswa membawa motor ke sekolah.
“Kita masih kaji larangan membawa motor ke sekolah karena letak geografis Kabupaten Ciamis yang cukup luas. Jarak dari rumah siswa ke sekolahan cukup jauh,” katanya.
Kepala SMK Bhakti Kencana Ciamis Abdul Tasakur mengaku akan segera menindaklanjuti himbauan Kepolisian. Dia meminta semua siswa mengembalikan sepeda motor pada kondisi standar. Semua aksesoris standar pabrikan harus dipasang.

“Kita sangat menyambut baik kegiatan dari pihak kepolisian. Semoga kegiatan ini terus dilakukan supaya para siswa mendapat wawasan yang lebih luas dan mengerti hukum dan menjauhi segala yang melanggar hukum,” singkatnya. (Ab@h**/Radar_Online)

Selasa, 13 Januari 2015

Mayat pria paruh baya di pos kamling

Warga Lingkungan Desa RT 30 Rw 02 Kelurahan Cigembor Kecamatan Ciamis digegerkan penemunan sesosok mayat pria paruh baya di pos kamling kemarin (12/1). Mayat itu belakangan diketahui sebagai Nana Sujana AR (70) warga Dusun Sodong RT 03 RW 014 Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing. Pria itu ditemukan tak bernyawa dengan posisi telentang oleh Iwan Triawan (36), warga sekitar.
Saat itu Iwan hendak pulang ke rumah. Tanpa sengaja dia melihat Nana tidur di ppos kamling. Di sampingnya terdapat sepeda berwarna hijau milik Nana. Melihat posisi tidurnya yang aneh Iwan mencoba mendekati Nana yang terpejam dengan mulut menganga, wajah pucat dan tidak bernapas.
“Saya curiga (seperti orang meninggal, Red) kemudian saya memberitahu warga lain. Setelah diperiksa bersama-sama memang sudah tidak ada (meninggal, Red). Kemudian melaporkan kejadian ini ke kelurahan lalu ke polisi,” ujarnya kemarin (12/1).
Menurut keterangan sejumlah warga Nana memang kerap beristirahat di pos kamling setelah bersepeda. Tapi kemarin Nana ditemukan tergeletak tak bernyawa. Warga yang kaget dengan kejadian itu langsung berkerumun menyaksikan proses olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan polisi.
Secara tiba-tiba, keheranan warga pecah oleh tangisan histeris seorang perempuan berbaju hitam. Dia merupakan anak almarhum. Aparat TNI dan warga yang ada di lokasi langsung membawa wanita itu ke tempat aman untuk ditenangkan.
Tim Inafis Polres Ciamis membawa mayat Nana ke RSUD untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian jenazah Nana diantar ke rumah duka untuk dikebumikan. Diduga Nana meninggal dunia akibat kelelahan.

Kapolsek Ciamis Kompol Bujang Harapan mengatakan hasil pemeriksaan tubuh korban terlihat utuh. Tidak ditemukan luka akibat tindak kekerasan ataupun sayatan benda tajam. “Menurut pihak keluarga, memang kakek ini sudah sering sakit-sakitan karena faktor usia,” tandasnya. (Ab@h**/Rdr-Online).

Senin, 12 Januari 2015

Kurir Narkoba di amankan

Nur (28)  sehari-hari  bekerja  sebagai  pedagang  asongan di  Terminal Lebak  Bulus Jakarta   ternyata  juga  “nyambi”  sebagai  kurir ganja. Ia  diciduk jajaran  Satnarkoba Polres Ciamis saat baru turun dari  se,buah bus di  depan pool bus  di  jalan  raya  Ciamis-Tasikmalaya  blok  Cikoneng. Selain mengamankan  tersangka, polisi juga mengamankan empat  paket ganja siap edar seberat  500  gram  seharga  Rp  600.000.
“Paket daun ganja tersebut rencananya akan diserahkan ke Aj (sekarang masih  buron)  yang bekerja  sebagai  kondektur  bus,” ujar Kasat Reserse Narkoba  Polres  Ciamis  AKP Agus  Susanto  SH  MM  Senin (12/1).
Dari pengakuan tersangka kata Kasat Reserse  Narkoba,  tersangka   sudah tiga kali  mengantarkan  paket  ganja pesanan Aj  tersebut.  “Setiap  mengantarkan paket  ganja tersebut  tersangka  mendapat upah  Rp 100.000,”  katanya.
 Diduga Aj, selama ini berperan sebagai  pengedar daun ganja untuk awak bus.  “Daun ganja  dapat  meningkatkan percaya diri  saat  mengemudi  dan  mengurangi  rasa ngantuk. Tetapi membahayakan keselamatan penumpang. Pengemudi  yang mengkonsumsi  narkoba  cenderung  ugal-ugalan di jalanan. Kami  akan berkoordinasi  dengan Satlantas  dan BNN  untuk  segera menggelar  test urine  bagi  para awak  bus,”  ujar AKP  Agus Susanto SH MM.

Sebelumnya  jajaran Satres Narkoba  Polres  Ciamis  juga telah  menangkap  sejumlah  awak angkutan  umum saat mengkonsumsi  narkoba  (ganja)  di  kawasan  Batununggul  Cisaga (Ab@h**/Tribun-Online).

Minggu, 11 Januari 2015

Pelaku pencabulan diamankan


Sebanyak 15 orang pemuda dilaporkan dengan dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur, SI (14) ke Polres Ciamis. Dari 15 orang itu, lima diantaranya sudah diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ciamis, Sabtu (10/1/2015).
Lima orang yang diduga mencabuli anak dibawah umur itu yakni  DN (22), Rid (16) Nan (22) Ar (18) Tr (17). Semuanya warga Desa Bangunjaya Kecamatan Langkaplancar Kabupaten Pangandaran. Tiga diantaranya masih pelajar.
Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Kusnadi  Erisyadi SH melalui Kanit PPA Ipda Budi Purwanto mengaku saat ini tengah menangani kasus pencabulan dari laporan awal tahun 2015 atas nama AN (46), orang tua korban.
Dalam laporan itu orang tua korban mengaku apabila anaknya  SI (14) yang masih duduk dibangku SMP itu telah dicabuli 15 lelaki selama tahun 2014.   Kepadanya orang tua korban mengaku kejadian itu terungkap setelah adanya informasi dari salah seorang warga yang kerap melihat korban dibawa lelaki yang tak dikenal. “Baru lah kata orang tuanya kepada kami, setelah anaknya didesak akhirnya mengaku telah disetubuhi pacarnya,” ujarnya.
Budi mengatakan berdasarkan pengakuan korban, kejadian bermula saat korban berpacaran  dengan DN (22), sekitar Juni 2014. Selama berpacaran itu mereka pernah berhubungan badan di salah satu rumah temanya.
Hubungann di antara keduanya tidak berlangsung lama. Sejak itulah, sambung dia, korban berpacaran dengan beberapa lelaki lainya. Menurut korban hingga 15 lelaki. Dengan pacar-pacarnya itu pula korban berhubungan badan. “Dari ungkapan itu, setelah lidik dan kami cukup bukti-bukti akhirnya baru bisa mengamankan lima orang saja,” paparnya.
Kelima remaja itu diamankan dari rumah masing-masing. Sementara itu 10 orang lainnya masih dalam penyelidikan.
Menurutnya meski hubungan korban dan diduga pelaku suka sama suka, tapi tetap masuk pada kategori pencabulan.
Sedangkan berdasarkan pengakuan sementara dari lima orang diduga pelaku semuanya saling keterkaitan. Mereka saling menginformasikan apabila korban bisa disetubuhi. Berdasarkan informasi itu mereka ikut me­macari korban tapi ber­pura-pura tidak tahu. “Untuk kasus ini kami terus ungkap dan yang lima orang ini akan proses hukum,” tuturnya.
Kelima orang tersebut dianggap me­langgar Pasal 81, 82 Undang-un­dang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dari perubahan  Undang-Undang No 23 tahun 2002, ancamannya minimal lima tahun maksimal 15 tahun penjara. “Semuanya kami tetap proses sesuai hukum,” tutur Budi.

Salah seorang pelaku DN (22) mengaku suka sama suka dengan korban. Namun berjalan beberapa waktu akhirnya putus. Setelah itu dirinya menginformasikan kepada temannya yang lain tentang korban. ”Namun kagetnya kemarin ditangkap polisi, saya juga pasrah dikira tidak akan seperti ini kejadiannya,” ujarnya. (Ab@h**/Radar Online)

Rabu, 07 Januari 2015

Buron enam bulan

Setelah buron selama enam bulan, tukang kerupuk berinisial FR (35) diciduk polisi. FR ditangkap Unit Ranmor Satreskrim Polres Ciamis di rumah mertuanya di daerah Kebumen Jawa Tengah kemarin malam (5/1/2015). Warga Dusun Pangolahan RT 12 RW 06 Desa Karangmulya Kecamatan Padaherang ini diduga telah mencuri uang milik tetangganya sebesar Rp 20 juta.
Kanit Ranmor Satreskrim Polres Ciamis Aiptu Bambang Siswo Suroso menjelaskan, penangkapan berawal dari laporan korban bernama Marsono. Dia melaporkan kejadian pencurian di rumahnya pada bulan Juli 2014 lalu.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan yang akhirnya tertuju pada pelaku bernama FR. Pria ini masih tetangga Marsono dan saat kejadian dia tidak berada di rumahnya. Saat itu polisi mendapat informasi bahwa FR telah pindah rumah ke daerah Kebumen.
“Saat itu kita kejar ke Kebumen bekerjasama dengan Polresmob Kebumen. Tapi saat itu (FR, Red) tidak ada ditempat akhirnya kita kembali lagi. Kemarin kita mendapat informasi bahwa pelaku berada di rumah mertuanya langsung saja kita tangkap,” ungkap dia saat ditemui di kantornya kemarin (6/1/2015).
Bambang mengatakan FR merupakan residivis. Sebelumnya dia pernah terjerat kasus yang sama dan diganjar pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan meninggal dunia. Ketika itu dia dipenjara selama 5 tahun di LP Kuningan. Kali ini dia kembali diciduk polisi dan diancam pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
Kepada polisi FR mengaku telah merencanakan aksi pencurian tersebut sebelumnya. Dia beraksi ketika sang pemilik rumah pergi ke masjid melaksanakan shalat isya. Waktu itu dia masuk ke dalam rumah melalui pintu depan yang kebetulan tidak dikunci. Di ruang kamar tidur dia menemukan uang sebesar Rp 20 juta tergeletak diatas meja.
“Saya terpaksa mencuri karena saya lagi butuh uang. Usaha saya membuat kerupuk dorokdok bangkrut jadi saya tidak bekerja. Uang itu saya gunakan untuk keperluan sehari-hari keluarga,” akunya.

FR juga mengaku sebagian uangnya digunakan untuk membawa jalan-jalan anak semata wayang dan isterinya ke beberapa tempat wisata. (Ab@h**-Radar Online)

Senin, 05 Januari 2015

Siswi SMK Nekad Gantung diri

Seorang siswi SMK Kawali nekat gantung diri menggunakan sutas tambang, Sabtu (3/1/2014). Aksi nekat siswi itu dilakukan di pintu ruang makan di rumahnya di Dusun Bantarsari, Desa Awiluar, Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis.
Gian Sugianti (18) ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya di Dusun Bantarsari RT 07 RW 03 Desa Awiluar Kecamatan Lumbung. Kejadian itu diketahui ibu dan kakak Gian sekitar pukul 12.15.
Kapolsek Kawali Kompol Napoleon mengatakan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi anggotanya menemukan sejumlah barang seperti tali jemuran yang dipasang di ikatkan pada kusen pintu rumah dan satu unit telepon genggam alias handphone. Tali tambang yang digunakan memiliki panjang tiga meter.
Belum diketahui pasti motif bunuh diri itu, namun dugaan sementara Gian nekad gantung diri karena urusan cinta.
Menurut Napoleon orangtua korban sempat memberi keterangan bahwa siswi SMKN 1 Kawali itu pernah curhat tentang kasus gantung diri yang dilakukan pacarnya bernama Doni di Batam. Pria itu dikenal Gian lewat media sosial Facebook.
“Kasus ini masih kami selidiki, apa yang menjadi penyebab gantung diri itu akibat dari setelah mendengar kabar bahwa pacarnya yang mengatas namakan Doni itu meninggal atau karena hal yang lainnya, ” ujarnya saat dihubungi melalui telepon kemarin (4/1/2015).
Napoleon juga mengaku mendapat keterangan dari kakak korban. Gian pernahcurhat kepada kakaknya bahwa pacarnya yang bernama Doni diberitakan telah meninggal lewat telepon dengan nomor yang tidak dikenal. “Diduga dirinya (Gian, Red) memecahkan kaca dengan tangan kanannya, lalu korban menuliskan kata “I Love Doni” dengan bercakan darah yang keluar dari tangan kanannya,” terangnya.
Tetangga korban Yaya (47) mengaku sempat terkejut saa mendapati kabar bunuh diri itu. Dia ketika itu tengah berada di dalam rumah dan langsung berlari keluar melihat langsung kondisi Gian yang tergantung. Dia kemudian membantu menurunkan tubuh korban dan melepaskan ikatan tali jemuran pada leher.
“korban langsung diangkat oleh ibu dan kakaknya yang baru pulang dari hajatan saudaranya di Ciamis,” jelas dia.
Menurut dia, semasa hidup Gian dikenal baik oleh tetangga dan tidak pernah bermasalah. Semua tetangga tidak ada yang menyangka dengan kejadian itu.
Dihubungi terpisah, Kepala SMKN 1 Drs H Hadi Sumantoro MPd mengaku baru mengetahui kabar tersebut dari salah seorang guru. Dia kemudian meminta sang guru melayad Gian ke rumah keluarga. “Saya tidak bisa datang ke rumah korban (Gian, Red) karena sedang berada di luar kota. Semoga arwah korban diterima di Sisi Allah dan tidak terjadi lagi hal seperti itu terhadap para siswa-siswi lainnya,” kata dia.

PRIHATIN

Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Binangkit Maju Gemilang Vera Fillinda mengaku prihatin dengan kasus gantung diri itu. “Saya menilai sebetulnya anak tersebut tidak bisa memecahkan apa yang menjadi permasalahan hidupnya waktu itu. Sepertinya (almarhumah, Red) memiliki permasalahan yang cukup rumit yang tidak bisa dipecahkan,” ujar katanya saat dihubungi kemarin (4/1/2015).
Menurutnya masalah yang dihadapi almarhumah Gian sebetulnya bisa diatasi dengan komunikasi yang baik bersama orangtua dan keluarga. Ketika seorang anak mendapatkan masalah, dia akan mencari tempat berbagi, biasanya orangtua sebagai orang yang paling dekat.
“Ini jika orang sekitarnya sensitif terhadap anak tersebut. Seharusnya bergerak untuk menanyakan permasalahan yang dihadapi sehingga bisa mendapatkan solusi,” kata Vera.
Dia mengimbau orangtua lebih memperhatikan perubahan sikap dan prilaku anak. Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak bisa mencegah hal serupa terulang kembali.
“Ketika punya masalah diharapkan mencari teman sebaya dan cobalah merapat kepada keluarga. Nanti orang tua bisa memberi solusi yang lebih bijak, karena dia tempat kembali untuk mencurahkan segala permasalahan,” jelas dia.
Pemerhati Sosial Saepurrohman MPdI mengatakan jika dilihat dari umurnya siswa tersebut masih dalam masa labil. Pada masa seperti itu seorang anak biasanya memilih jalan cepat dan tidak banyak berpikir ketika menghadapi sebuah permasalahan.
“Dalam hal ini orang tua jangan sampai membiarkan anaknya dan harus selalu diawasi, jangan sampai ada kerenggangan komunikasi,” pungkasnya. ( Ab@h**/Radar- Online )