" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Jumat, 27 Februari 2015

Enam Rumah rusak kena Angin Puting Beliung

Bencana alam angin puting beliung dengan disertai hujan deras, Kamis ( 26/2/2015) pukul 15.00 WIB, telah menyapu wilayah Dusun Desa, Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku Kabupaten Ciamis.
Bahkan amukan angin puting beliung dengan disertai hujan lebat tersebut, juga melanda wilayah Dusun Suka­mulya dan Dusun Margajaya Desa Winduraja Kecamatan Kawali, pada Rabu ( 25/2­/2015) pada pukul 15.30 WIB.
Akibat kejadian itu, satu rumah pangung berukuran 12 x 6 milik Cicih ( 60), warga Dusun Desa RT 8 RW 4 Desa Jalatrang Kecamatan Cipaku, mengalami rusak berat setelah tertimpa pohon petai.
Sedang­kan di wilayah Dusun Suka­mulya dan Dusun Mar­gajaya Desa Winduraja Kec. Kawali, sebanyak 5 rumah permanen mengalami kerusakan cukup berat setelah tertimpa pohon.
Tiupan angin puting beliung itu membuat belasan po­hon di lingkungan tersebut tumbang, terjadi Rabu (25/­2/2015) lalu sekitar pukul 15.00 WIB.

“Saat terjadi hujan deras disertai angin, kami beserta rengrengan perangkat desa lainnya kebetulan masih berada di ruang kantor desa,“ ucap Ke­pala Dusun Desa Jalatrang, Asep Dirun.
Sementara menurut Kepala Desa Jalatrang, Endi, setelah kejadian tersebut pihaknya langsung turun ke lokasi, lalu mengimbau pada warga untuk segera melakukan evakuasi korbandan memindahkan pohon petai yang tumbang menimpa sebagian rumah korban.

Setelah melakukan evakuasi terhadap korban, Cici, pihak­nya langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kecamatan. Dalam musibah itu nyawa pemilik rumah masih bisa diselamatakan, namun korban me­ngalami luka lecet pada bagian kepala serta kedua tangannya akibat tertimpa genting.

“Untuk sementara ini korban kami ungsikan ke rumah te­tangga yang berada di sekitar itu,” ujarnya.

Akibat peristiwa korban me­ng­alami kerugian materi mencapai Rp 10 juta. Agar tidak terjadi kejadian serupa ia menginstruksikan pada warga la­inya untuk segera menebang pohon apa saja yang sekiranya sudah membahyakan. ( Ab@h**/KP)

Rabu, 25 Februari 2015

HARGA BERAS DI PASAR TRADISIONAL MELONJAK

Tingginya harga beras di pasaran saat ini membuat Wakil Bupati Ciamis H. Jeje Wiradinata tercengang. Melihat itu ia langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di pasar Manis Ciamis dan gudang bulog Pamalayan.

Di Pasar Manis Ciamis kenaikan harga beras mencapai Rp 300 per minggunya. Jenis beras biasa dijual Rp 9.000-9.500, medium 9.500-10.000 dan premium Rp 11.000-11.500. Harga beras tersebut jauh lebih tinggi harga eceran terendah (HET) yang seharusnya Rp 7.400.
“Hasil pantauan hari ini (kemarin-red) harga beras di pasar memang sudah terlalu tinggi. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Ciamis akan secepatnya melakukan intervensi agar tidak terjadi inflasi,” ujar Jeje didampingi Kadis Pertanian Tanaman Pangan Ir Kustini dan Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Idang Dahlan.

Untuk mengendalikan harga beras, kata Jeje, Pemkab Ciamis akan segera melakukan operasi pasar dengan harga beras sesuai HET Rp 7.400. Teknis operasi pasar, sudah di­bicarakan dengan Badan Urus­an Logistik (Bulog) Sub Divre Ciamis yang saat ini masih memiliki stok beras cukup. Menurutnya, penyebab ting­ginya harga beras di pa­saran ka­rena hampir semua lahan sawah di daerah masih dalam porses tanam belum masuk masa panen. Sehingga mengakibatkan naiknya harga Gabah Kering Giling (GKG) yang berkisar antara Rp 5.700 sampai Rp 6300.-

“Sebagian lahan sawah di Ciamis memang sudah panen, tapi masih sedikit tidak sebanding dengan kebutuhan. Pun­cak­nya masa panen diperkirakan Maret dan April . Maka­nya, operasi pasar akan digelar hingga Maret nanti,” ujar Wakil Bupati Ciamis H. Jeje Wiradinata.

Kadis Pertanian dan Tana­man Pangan Kustini menambahkan, pada Februari ini la­han sawah yang panen hanya sekitar 1.000 hektar, Maret 8.000 hektare dan April sekitar 17.000 hektare. Keterlambatan musim tanam ini, kata Kustini, musim kemarau baru berakhir Oktober 2014 lalu sehingga para kebanyakan petani baru menanam padi pada Nopember 2014.


“Panen pada Februari ini atau panen di luar musim, seperti di Sukamantri sekitar 395 hektar itu karena kondisi airnya bagus dan memiliki embung yang tidak terpengaruh kemarau. Namun belum bisa mencukupi kebutuhan pasar, ujarnya. (Ab@h**/KpOnline)

Senin, 23 Februari 2015

Warga Ciamis Kini Bisa Bayar Pajak Kendaraan dengan Sistem e- Samsat

Bupati Ciamis H. Iing Syam Arifin, mengapresiasi positif dengan diberlakukannya sistem e-samsat di Kabupaten Ciamis. Sistem e-samsat ini adalah transaksi pembayaran pajak kendaraan bermotor dengan cara online melalui ATM Bank BJB.

“Dengan diluncurkannya e-samsat ini, kini masyarakat bisa dengan mudah melakukan pembayaran pajak kendaraan, baik motor maupun mobil. Karena sekarang bisa membayar pajak kendaraan melalui ATM bank BJB,” kata Iing, saat acara Launching e-samsat Kabupaten Ciamis yang bertempat di Alun-alun Ciamis Minggu (22/02/2015).

Iing menambahkan, biasanya masyarakat yang ingin membayar pajak kendaraan harus datang ke kantor samsat. Namun, dengan adanya e-samsat, masyarakat kini tinggal datang ke bank BJB dan melakukan registrasi pembayaran pajak kendaraan.

Di tempat yang sama, Kapolres Ciamis, AKBP Hari Santoso, S.Ik, mengatakan, e-samsat ini merupakan program untuk memudahkan masyarakat yang akan membayar pajak kendaraan tanpa harus datang ke Kantor Samsat.

“Cukup dengan memiliki tabungan di bank BJB, sekarang mudah membayar pajak kendaraan. Namun, tentunya kendaraan dengan registarsi nama sendiri, bukan orang lain,” jelasnya.


Kapolres Ciamis, AKBP Hari Santoso, S.Ik, menambahkan, dengan launchingnya e-samsat di Kabupaten Ciamis, diharapkan masyarakat tidak lagi mengabaikan kewajiban membayar pajak kendaraan. Karena sekarang ada cara mudah dalam membayar pajak kendaraan. (Ab@h**/HR-Online)

Sabtu, 21 Februari 2015

Seorang Bocah Tenggelam Saat Berenang di Pantai Batu Hiu Pangandaran

Seorang bocah berumur 6 tahun yang bernama Renaldi dilaporkan terserat arus dan tenggelam saat berenang di pantai Batu Hiu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (21/02/2015) sekitar pukul 14.30 WIB.

Peristiwa tenggelamnya bocah tersebut dibenarkan Kapolsek Parigi AKP Lubis kepada, Sabtu (21/02/2015). Dia mengatakan, saat mendapat kabar bocah tenggelam, pihaknya langsung terjun ke lokasi bersama anggota TNI serta Polair Pangandaran dan langsung melakukan pencarian korban.

Menurut Lubis, korban hilang bernama Renaldi merupakan warga Dusun Golempang RT 03/RW 02 Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Peristiwa ini berawal ketika 4 bocah termasuk korban sedang berenang di pinggir pantai.

Namun, tiba- tiba muncul ombak besar dan menyeret dua bocah yang sedang berenang tersebut. Ilul (7), teman korban, berhasil menyelamatkan diri saat terseret ombak. Namun naas bagi Renaldi, dia terseret gelombang ombak hingga terbawa ke tengah dan akhirnya tenggelam.

Sementara itu, Adang, orang tua Rinaldi, belum bisa dimintai keterangannya. Dia tampak tengah panik dan mondar-mandir di pinggir pantai mencari keberadaan anaknya. Hingga berita ini dituilis, korban belum ditemukan.

Hingga petang atau sekitar pukul 18.00 WIB, Sabtu (21/02/2015), Polair Pangandaran yang dibantu anggota TNI dan Regu Tim SAR belum berhasil menemukan seorang bocah bernama Renaldi (6) warga Dusun Golempang RT 03/RW 02 Desa Ciliang Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, yang dilaporkan terseret ombak dan tenggelam saat berenang di pantai Batu Hiu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Menurut Kapolsek Parigi AKP R Lubis, pihaknya yang menerjunkan anggota Polair Pangandaran dan dibantu anggota TNI serta Regu Tim SAR, sudah berusaha semaksimal mungkin mencari korban tenggelam hingga pukul 18.00 WIB. Namun, upaya pencarian tersebut belum membuahkan hasil.

AKP Lubis menambahkan, selain petugas gabungan, puluhan warga, nelayan dan kerabat korban pun turut melakukan pencairan korban.
“ Setelah hingga petang tadi korban belum ditemukan, akhirnya pencarian dihentikan sementara. Karena waktu sudah menuju malam dan tidak memungkinkan kami melanjutkan pencarian,” katanya.


Proses pencarian korban, lanjut Lubis, akan dilanjutkan besok pagi dengan fokus pencarian 2 lokasi, yakni anggota polisi dan TNI besarta warga menelusuri bibir pantai dan bagi Tim SAR dan Polair mencari di perairan pantai dengan menggunakan perahu.( Ab@h**/HR )

Rabu, 18 Februari 2015

Menjelang Imlek Sejumlah Personil di Siagakan

Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2566 pada tanggal 19 Februari nanti, Polres Ciamis mulai menyiapkan strategi pengamanan. Rencananya 80 orang personel akan diturunkan untuk mengamankan acara. Jumlah itu terdiri dari satuan Reserse, Intel, Sabhara dan Satuan lalulintas serta bantuan dari Polsek Ciamis.

Mereka akan ditempatkan di sejumlah titik, terutama seputaran Klenteng Hok Tek Bio Jalan Ampera II. 
“Untuk (pengamanan, Red) malam tahun baru Imlek pada malam Kamis nanti, kita sudah koordinasi dengan ketua pelaksananya. Kegiatannya dipusatkan di klenteng saja dengan melaksanakan ibadah dari pukul 20.00 sampai tengah malam,” ujar Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Sutisna.

Dia menjelaskan pengamanan tidak hanya dilakukan pada tempat peribadatan tetapi juga sejumlah titik keramaian masyarakat. Hari ini polisi akan memulai proses sterilisasi lokasi kegiatan dan pusat keramaian itu. 
“Ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban supaya mereka (umat konghucu, Red) beribadah dengan tenang,” jelasnya.

Ketua Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Kabupaten Ciamis Anton Kristiono mengatakan tidak ada acara khusus dalam merayakan tahun baru Imlek. Perayaan hanya dilakukan dengan ritual ibadah mulai pukul 24.00.
“Yang hadir sekitar 150 orang, dari beberapa wilayah. Mulai dari Bandung sampai wilayah Priangan Timur biasanya selalu hadir,” singkatnya usai bertemu aparat kepolisian di Mapolres Ciamis.

Kegiatan Imlek di Ciamis

Jelang perayaan tahun baru Imlek 2566/2015 yang jatuh pada Kamis (19/02/2015), membuat umat Konghucu yang mayoritas keturunan Cina sudah bersiap-siap untuk merayakannya, tak terkecuali di Ciamis. Di Klenteng Hok Tek Bio Ciamis, segala persiapan untuk menyambut Imlek tampak sudah dipersiapkan. Yang menarik, pada setiap jelang imlek, para penganut Konghucu berlomba-lomba untuk menulis doa pengharapan di sebuah lampion yang digantung di setiap sudut Klenteng.
“Menurut kepercayaan jemaat konghucu, kalau menulis doa pengharapan di lampion klenteng pada jelang Imlek, maka segala doanya akan terkabul,” kata pengurus Klenteng Hok Tek Bio Ciamis, Kiki Rizki.

Karena itu, lanjut Kiki, sudah hampir 3 hari ini Klenteng Hok Tek Bio Ciamis sering didatangi jemaat yang hanya sekedar ingin menuliskan doanya di lampion tersebut.
“Tidak hanya umat Konghucu saja, tetapi warga lokal pun ada yang datang ke sini hanya sekadar untuk menulis doanya di lampion,” ujarnya. Menurutnya pula, pada setiap lampion yang digantung di Klenteng, masing-masing sudah ada pemiliknya. Makanya, masing-masing lampion pasti akan berbeda tulisannya. “Pada setiap lampion pasti ada tulisan doa berbahasa Tiongkok dan tulisan orang yang memasangnya,” terangnya.

Menjelang perayaan tahun baru Imlek 2566, puluhan patung di klenteng Hok Tek Bio Ciamis dibersihkan oleh para pengurusnya. Ritual pembersihan itu biasanya digelar empat atau lima hari sebelum perayaan Imlek.
Prosesi pembersihan patung dewa itu dimulai dengan sembahyang, dilanjutkan dengan memandikan patung menggunakan air dicampur bunga mawar dan minyak wangi. Ada sekitar 20 patung yang dibersihkan dalam ritual tersebut. Antara lain Hok Tek Ceng Sin, Hian Thuan Siang Tee, Wu Yu Cai Sen, Kuan Sing Te Kun dan Kwan Im.

“Tidak ada syarat khusus untuk membersihkan tapi yang jelas tujuannya untuk merawat supaya tidak cepat rusak dan kotor. Namanya tahun baru semua harus bersih dan baru,” ujar Ketua Kelenteng Hok Tek Bio Hidajat Kuswaja kemarin.
Menurut dia patung Hok Tek Ceng Sin penghuni kelenteng diperkirakan ada sejak 200 tahun lalu. Karena itu kelenteng di Ciamis dinamakan Hok Tek Bio. Ritual pembersihan patung itu dimaknai sebagai upaya menjadikan setiap umat menjadi lebih bersih.
“Dengan kita memandikan patung dewa ini, ada kedamaian kehidupan manusia yang sejahtera dan doa kita terkabulkan,” tandasnya.
Selain membersihkan patung, para pengurus klenteng juga mulai memasang lampion dan membersihkan isi seluruh kelenteng

Sejarah Imlek

Tahun Baru Imlek merupakan perayaan terpenting orang Tionghoa. Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama (bahasa Tionghoa: 正月; pinyin: zhēng yuè) di penanggalan Tionghoa dan berakhir dengan Cap Go Meh 十五冥 元宵 di tanggal kelima belas (pada saat bulan purnama). Malam tahun baru imlek dikenal sebagai Chúxī yang berarti "malam pergantian tahun".

Di Tiongkok, adat dan tradisi wilayah yang berkaitan dengan perayaan Tahun Baru Imlek sangat beragam. Namun, kesemuanya banyak berbagi tema umum seperti perjamuan makan malam pada malam Tahun Baru, serta penyulutan kembang api. Meskipun penanggalan Imlek secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun malar, penanggalan Tionghoa di luar Tiongkok seringkali dinomori dari pemerintahan Huangdi. Setidaknya sekarang ada tiga tahun berangka 1 yang digunakan oleh berbagai ahli, sehingga pada tahun 2009 masehi "Tahun Tionghoa" dapat jadi tahun 4707, 4706, atau 4646.

Dirayakan di daerah dengan populasi suku Tionghoa, Tahun Baru Imlek dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru di tetangga geografis Tiongkok, serta budaya yang dengannya orang Tionghoa berinteraksi meluas. Ini termasuk Korea, Mongolia, Nepal, Bhutan, Vietnam, dan Jepang (sebelum 1873). Di Daratan Tiongkok, Hong Kong, Makau, Taiwan, Singapura, Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan negara-negara lain atau daerah dengan populasi suku Han yang signifikan, Tahun Baru Imlek juga dirayakan, dan pada berbagai derajat, telah menjadi bagian dari budaya tradisional dari negara-negara tersebut.(Ab@h**)

Selasa, 17 Februari 2015

Rumah Hancur tertimpa Pohon

Nasib malang menimpa keluarga Muhidin (56), warga Dusun Handapherang RT 37 RW 15 Desa Handapherang Kecamatan Cijeungjing. Rumah permanent miliknya ditimpa pohon albasiah dan kelapa saat hujan disertai angin kencang mengguyur Ciamis Minggu malam (16/2/2015). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu tapi kerugian materil diprediksi mencapai Rp 5 juta.

Bagian tap rumah rusak parah, setelah kedua pohon itu menimpa genting dalam waktu bersamaan. Peristiwa tersebut terjadi ketika Muhidin tengah berkumpul di ruang keluarga bersama anak dan istrinya. Muhidin mengaku sempat mendengar suara benturan keras di atap rumah ketika sedang berbincang bersama keluarganya.

“Saya kaget pas pohon menimpa rumah. Untung (anggota keluarga, Red) tidak ada yang tertimpa genting. Saya dan keluarga langsung keluar rumah, ternyata pohon albasiah menimpa rumah dan pohon kelapa menimpa saung dan sebagian kerumah,” ujar Muhidin saat ditemui kemarin.
Menurutnya atap yang rusak tertimpa pohon membuat air dengan cepat menggenangi bagian dalam rumah.

Pagi-pagi Muhidin dibantu warga setempat dan aparat desa menyingkirkan pohon yang tumbang dan membersihkan sisa reruntuhan. Kedua pohon digergaji dan atap rumah langsung dibenahi.
“Saya tetap di rumah saja. Gak ngungsi,” tuturnya.

PJS Kepala Desa Handapherang Abdurachman mengaku telah melakukan pendataan dan melaporkan peristiwa tersebut ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). 
Dia Berharap pemerintah Kabupaten Ciamis memberikan bantuan kepada keluarga Muhidin.

Kejadian Serupa di Cihaurbeuti

Rumah Ugan Suryana (50) di Dusun Buniasih Tongoh RT 02/12 Desa/Kecamatan Cihaurbeuti tertimpa tembok penahan tebing (TPT). Musibah itu terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari kemarin (16/2/2015). Tembok tersebut ambruk dan membuat sebagian rumah Ugan rusak. Tidak ada korban jiwa tapi kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

Tetangga Ugan, Solehudin (48) mengaku sempat mendengar suara gaduh cukup keras malam itu. Dia bergegas keluar memeriksa keadaan dan mendapati TPT didepan rumahnya sepanjang 12 meter sudah ambruk menimpa rumah Ugan yang berada persis dibawah TPT tersebut.

Bagian samping rumah Ugan jebol terkena material longsoran. Pagi kemarin warga dan sejumlah anggota polsek bergotong royong membersihkan sisa longsoran. Mereka juga membantu mebenahi rumah Ugan yang rusak. “Untuk sementara ini saya bereskan longsoran itu. Nanti bila punya uang akan dibangun, namun harapan adanya bantuan pemerintah, “ jelasnya.

Sementara itu, Ugan, kemarin tidak bisa dijumpai. Dia tengah pergi keluar rumah untuk mencari tukang bangunan. Kaur Umum Desa Cihaurbeti Dian Andrian mengaku sudah melaporkan kejadian itu kepada BPBD Ciamis untuk ditindaklanjuti. Masyarakat juga dikerahkan untuk membereskan bekas longsoran.

Ketua Tagana Kabupaten Ciamis Ade Deni mengatakan satu ruma terancam terbawa longsor yang satu rumah jebol akibat kena longsoran. Rumah yang terancam itu adalah rumah milik Solehudin.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Kabupatan Ciamis Dadang Suhendar mengaku telah mendapat laporan bencana itu. Dia mengimbau masyarakat selalu tingkatkan kewaspadaan. Musim hujan cukup rawan bagi sebagian wilayah Ciamis. “Tingkatkan ronda malam. Kalau ada potensi akan longsor segera lapor kepada aparat desa,” ungkapnya.(Ab@h**/RO)

Senin, 16 Februari 2015

Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah

Angin puting beliung melanda wilayah Kabupaten Pangandaran pada Sabtu malam(14/2/2015) sekitar pukul 21.30 WIB. Belasan rumah rusak dan ratusan pohon tumbang. 
Satu mobil juga rusak akibat terjangan angin puting beliung. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Menurut informasi yang dihimpun kami, belasan rumah dan ratusan pohon tumbang tersebut terjadi di dua Keca­matan yang ada di Kabupaten Pangandaran yaitu di Desa Cintaratu, Kecamatan Parigi dan Desa Sukaresik Kecamatan Sidamulih.
Camat Kecamatan Parigi, Haryono didampingi oleh Danramil Parigi, Kapten Nursaid, dan Kapolsek Parigi AKP R Lubis menjelaskan, berdasarkan data yang ada, dari 8 desa yang ada di wilayah Kecamatan Parigi, ada 2 desa yang terkena dam­pak angin puting beliung yang disertai hujan lebat.

“Bencana angin puting beliung itu terjadi di Dusun Pang­lanjan dan Dusun Gunungtiga Desa Cintaratu dan Desa Se­lasari,” ungkapnya.

Jumlah rumah yang rusak akibat putung beliung dan ter­timpa pohon tumbang terang dia di Desa Cintaratu ada 12 rumah. Sementara di Desa Selasari ada 6 rumah yang rusak. Dua daerah tersebut merupakan dataran tinggi dan lembah pegunungan yang dikelilingi oleh hutan.

12 rumah warga Desa Cintaratu Dusun Panglanjan dan Gunungtiga yang rusak tersebut yaitu milik Anwar Ris­dianto, Kipid, Ubad, Sarwin, Radim, Endang, Sajum, Sajidin, Saliman, Bahri, Rali dan Tori. Sedangkan 6 warga Desa Selasari lainya belum ada laporannya. pihak kecamatan masih terus melakukan penyisiran bersama TNI dan Polri serta petugas BPBD Kabupaten Pangandaran.
“Setelah dilakukan pendataan, rumah rusak itu rata-rata semi permanen dan permanen, Ada juga mobil yang rusak diterjang angin puting beliung. Kerugian mencapai ratusan juta,” ungkapnya.

Korban Luka

Di tempat terpisah, Iwan mulyana(29) warga Dusun Ciokong Rt 03/01, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, mengaku rumahnya rusak akibat tertimpa pohon kepala dan pohon albasia yang tumbang akibat putung beliung. Istrinya Dede Srimulyati(24) dan putranya Raka cahya mualana(2) sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat akibat tertimpa runtuhan rumah miliknya.

“Pada saat itu, saya sedang ngobrol di rumah teman saya. Saat hujan deras dan angin kencang saya dikagetkan dengan suara keras dentuman pohon tumbang yang membentur rumah,” katanya.

Ia pun memutuskan untuk pulang dan ternyata yang tertimpa pohon rumah miliknya. Tanpa basa basi Iwan pun langsung menerobos pohon tumbang untuk menyelamatkan anak dan isterinya yang berada di dalam rumah.

“Istri saya mengalami luka pada bagian kepala dan pundak akibat terkena runtuhan pohon dan kayu rumah. Sementara anak saya selamat karena di peluk sama istri saya,” jelasnya.

Kepala Desa Sukaresik, Ikin Asikin mengatakan, jumlah rumah warga yang terkena angin puting beliung di wilayah Desa Sukaresik ada 4 rumah dan satu pabrik.

“Tiga rumah rusak sedang dan satu rumah rusak berat serta bangunan mess dan sebagian bangunan pabrik PT Pecu. Berapa besar kerugiannya saya belum tahu persisi,” kata­nya.(Ab@h**/KP-Online ).

Minggu, 15 Februari 2015

Siswa SMP Ciamis yang Hanyut ditemukan

Tampaknya tepat sesuai apa yang diramalkan oleh dua orang paranormal, 1 dari 2 siswa SMP yang hanyut tenggelam di Sungai Ciseel, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, ditemukan warga tepat pukul 09.00 WIB, Minggu (15/02/2015).

Saat ditemukan kondisi korban sudah tak bernyawa dan mengambang di derasnya arus sungai. Korban bernama Febrian itu, ditemukan oleh Paimin warga Dusun Ciawitali, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis. Dia secara tidak sengaja menemukan mayat yang mengambang saat mencari rumput di bantaran sungai. Setelah melihat mayat terapung, dia pun langsung melaporkan hasil temuannya ke tim gabungan yang melakukan pengawasan di Jembatan Ciawitali

Ketua Tim SAR Gabungan, Asep membenarkan satu mayat bernama Febrian ditemukan dan sudah dievakuasi oleh tim SAR. Mayat Febrian kemudian dipulasara di Puskesmas Lakbok dan selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Selang setengah jam dari penemuan mayat Febrian, siswa SMP yang hanyut tenggelam di Sungai Ciseel, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, tim Gabungan Pencarian Korban, kembali mendapat informasi terkait penemuan mayat Rifa, teman Febrian, yang sama hanyut tenggelam, Minggu (15/02/2015).

Mayat Rifa ditemukan di aliran Sungai Citanduy atau tepatnya di daerah Purwajaya Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Mayat Rifa pun ditemukan oleh warga yang tengah berada di bantaran sungai.

Ketua Tim Gabungan Pencarian Korban, Asep, Minggu (15/02/2015), membenarkan ditemukannya kembali mayat korban. Menurutnya, setelah mendapat informasi tersebut, satu regu dari tim gabungan langsung melakukan penjemputan mayat ke Mangunjaya

“Jarak lokasi penemuan Febri dan Rifa sangat berjauhan. Kita juga kemarin melakukan pencarian sampai jembatan Ciawitali, tapi hasilnya nihil. Kuat dugaan korban terombang-ambing di dasar sungai, karena debit air sungai tengah tinggi dan alirannya cukup deras,” ungkapnya.


Sementara itu, usai mayat Rifa dijemput oleh tim gabungan ke Mangunjaya, selanjutnya akan diantarkan ke rumah duka. (Ab@h**/HR-Online)

Sabtu, 14 Februari 2015

Siswa SMP di Ciamis Hanyut di Sungai, 2 Orang Belum Ditemukan

Tim gabungan TNI, POLRI dan Regu Tim SAR dari Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, hingga sore ini belum berhasil menemukan 2 siswa SMP yang hanyut tenggelam di Sungai Ciseel, atau tepatnya di Dusun Tamansari, RT 12/RW 04 Blok Bojongnangka, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Namun, saat ini tim gabungan sudah mendapat bantuan personil dari tim Basarnas Jawa Barat.

Ketua Tim Gabungan Pencarian Korban, Asep, mengatakan, setelah tim dari Basarnas Jabar bergabung, kini porsonil yang diterjunkan ke lokasi pencarian sebanyak 50 anggota, termasuk dari TNI dan kepolisian.

“Dari pukul 09.00 WIB kita sudah melakukan penyisiran sejauh 20 kilometer sampai ke muara Sungai Citanduy. Namun, korban belum juga berhasil ditemukan. Untuk sementara pencarian dihentikan pada pukul 14.00 WIB karena personil kelelahan,” ujarnya.

Asep menambahkan, usai istirahat personil gabungan akan kembali turun ke sungai dan kembali star mencari korban dari titik awal tenggelam hingga ke muara Sungai Citanduy. Selain itu, pencarian yang kedua kalinya ini akan dilakukan penyelaman oleh tim SAR.

“Permintaan dari keluarga korban agar pencarian kembali dilakukan dari titik awal tenggelam. Dan pada pencarian kedua kami terjunkan tim penyelam,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi debit air sungai ciseel saat ini mulai turun, meski arus sungai masih deras. Tim SAR mengaku harus ekstra hati-hati saat melakukan pencarian, karena medan sungai yang begitu sulit dan berbahaya.

Kronologis kejadian

Dua orang remaja hanyut terbawa arus Sungai Ciseel Dusun Kertahayu Kecamatan Pamarican Jumat pukul 16.00 sore (13/2/2015). Mereka adalah Ripa (15) dan Febri (14). Ripa merupakan warga Kampung Bojongnangka dan Febri (14 ) warga Kampung Bulakan Desa Kertahayu.

Penyebab dua siswa SMP Negeri 2 Pamarican, yang hanyut tenggelam di Sungai Ciseel, atau tepatnya di Dusun Tamansari, RT 12/RW 04 Blok Bojongnangka, Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Jum’at (13/02/2015) sore, ternyata akibat aksi nekad dua korban tersebut.

Marimin (14) teman korban yang selamat, merupakam warga Dusun Cisaar RT 11/RW 03 Desa Kertahayu, Kecamatan Pamarican, mengatakan, sebelum kedua teman hanyut tenggelam, dirinya bersama dua temannya lainnya sengaja mencari kayu bakar dan buah rambutan di kebun yang berada di bantaran Sungai Ciseel.

Saat waktu sudah menjelang sore dan cuaca tampak mendung, Marimin pun mengajak ke empat temannya untuk pulang. “Saya saat itu mengajak pulang dengan menggunakan jembatan gantung yang tidak juah dari lokasi kejadian. Namun, Rifa Nurdin dan Febrian (korban) menolak dan memilih potong kompas dengan cara  menyebrangi Sungai Ciseel,” katanya.

Marimin menambahkan, selain memotong jalan dengan menyebrangi sungai, kedua korban pun beralasan ingin memanfaatkan pohon tumbang yang berada di sebrang sungai untuk dijadikan kayu bakar. “ Saya pun akhirnya mengalah dan menuruti dengan menyebrangi sungai,” ujarnya.

Namun, lanjut Marimin, saat menyebrang sungai, kedua korban yang posisinya berada di depannya tampak panik dan terjatuh. Tak lama lama kemudian keduanya langsung terseret arus sungai yang saat itu tengah deras.

“Saya sempat meraih tangan Febrian, namun terlepas karena kuatnya arus sungai. Ketika Febri dan Rifa terseret arus, saya tidak bisa berbuat banyak dan buru-buru menyelamatkan diri dengan berlari ke darat,” katanya.

Saat temannya sudah terseret arus, kata dia, dirinya bersama dua temannya langsung berlari mencari pertolongan kepada warga sekitar. Namun apes, saat warga berdatangan, kedua korban sudah jauh terseret arus sungai.

“Sampai malam ini, kami belum menemukan kedua remaja tersebut. Masih dalam pencarian,” ujar Paur Humas Polres Ciamis IPDA Hj Iis Yeni Idaningsih SH melalui sambungan telepon.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Pamarican AKP Subagja, SH. menjelaskan kedua remaja yang tenggelam itu merupakan siswi SMPN 2 Pamarican. Berdasarkan keterangan tiga korban yang selamat, peristiwa berawal ketika lima siswi sekolah tersebut bermain sambil mencari kayu bakar sepulang sekolah. Saat itu mereka bermain di Sungai Ciseel dan berenang menyeberangi sungai.
“Awalnya air sungai tidak terlalu besar. Tapi secara tiba-tiba permukaan air sungai naik,” katanya.

Menurutnya ketika ketinggian air bertambah, ketiga siswi berhasil sampai di tepi sungai. Sedangkan Ripa dan Febrian terbawa arus, ketika hendak menepi. Sebelum hanyut keduanya terlihat saling menarik baju untuk menyelamatkan diri.

Tiga rekan Ripa dan Febri tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka langsung melaprkan kejadian kepada warga sekitar. Tadi malam polisi dan TNI dibantu warga masih melakukan pencarian. BPBD, tim SAR dan Tagana juga diturunkan untuk aksi penyelamatan. Air sungai yang meluap membuat petugas kesulitan melakukan pencarian.

Ketua SAR dari Jeram Seribu Yayan Herdiana mengaku telah menurunkan anggota untuk bergabung bersama Tagana, BPBD dan Gamapala Unigal. 
“Kami maksimal terus melakukan pencarian hingga kedua korban bisa ditemukan,” singkatnya saat dihubungi melalui telepon. (Ab@h**/HR-Radar Online )

Jumat, 13 Februari 2015

Diduga Buntut Polemik Limbah, Kantor Desa Kertaharja Ciamis Dilempari Sampah

Untuk kedua kalinya, halaman kantor Desa Kertaharja Kecamatan Cijeungjing dilempari limbah tepung aren oleh sekelompok orang tak dikenal. Aksi itu diduga dilakukan pada malam hari sekitar pukul 02.00 dinihari. Perangkat desa dan masyarakat sekitar kantor desa baru mengetahuinya pada Kamis pagi (12/2/2015).

Semua halaman kantor dan nomenklatur desa dipenuhi limbah tersebut. Aksi itu diduga merupakan buntut dari penanganan limbah pabrik tepung aren di Dusun Sarayuda yang tidak tuntas. Kasus serupa pernah terjadi tahun 2014 lalu, dimana warga. 
Waktu itu warga memprotes limbah pabrik yang mengeluarkan bau menyengat ke pemukiman. Satpol PP kala itu sempat menutup aktivitas pabrik untuk sementara waktu sampai adanya penyelesaian.

“Kejadian ini (pelemparan, Red) diluar dugaan warga. Masyarakat disini berbeda cara, ada yang setuju dengan prosedur baik-baik, ada juga yang protes. Beberapa waktu lalu kita sudah malayangkan surat memohon tindak lanjut permasalahan ini, tapi belum ada tanggapan,” ujar Abah Bayu, salah satu tokoh masyarakat desa Kertaharja Kecamatan Cijengjing kemarin.

Menurutnya warga masih kesal dengan aktivitas pabrik tepung aren yang menyisakan limbah dengan bau tak sedap. Limbah itu mencemari aliran Sungai Cisepet. Padahal tahun 2014 lalu pabrik itu sempat ditutup sementara. Tapi pabrik itu kembali beraktivitas. 
“Yang terkena dampaknya bukan dari Desa Kertaharja saja tapi sepanjang aliran Sungai Cisepet. Seperti Desa Pamalayan. Pabrik juga tidak ada surat ijin tapi masih dibiarkan,” tuturnya. Dia menilai pemilik pabrik tidak punya itikad baik karena hingga kini mereka tidak mengatasi limbah yang mencemari lingkungan warga.

Sementara itu Penjabat Sementara Kepala Desa Kertaharja Otong Dadi menuturkan peristiwa pelemparan itu sudah terjadi kesekian kali. Aparat desa telah beberapa kali memfasilitasi penyelesaian limbah itu, tapi warga yang terkena dampak sudah terlanjur jengkel.
“Kami juga sempat kaget kenapa kejadian ini terjadi. Kami sudah berupaya memediasi tapi yang menentukan kebijakan bukan kami. Kami berharap pemerintah kabupaten cepat tanggap,” kata dia.
Dia menegaskan warga hanya meminta agar limbah tepung itu tidak mencemari sungai karena menimbulkan aroma tak sedap. Soal uji labolatorium, menurutnya pengusaha sudah mengundang konsultan menyusun dokumen UKL dan UPL untuk kelengkapan perizinan.

Ditemui di kantornya, Kasubbid Pembinaan Pengendalian Pencemaran Lingkungan BPLH Ciamis, Hasidin mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum memberikan rekomendasi layak operasi kepada pabrik tersebut. Alasannya masih menunggu draft dokumen dari perusahaan.
“Kalau nanti sudah ada (draft, Red), maka kami siap untuk membahas apa dan bagaimana cara menanggulangi dampak dari pabrik aci itu dari segi lingkungan hidup,” katanya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Ciamis Dedi Iwa Saputra menyatakan telah mengirim surat larangan beroperasi sementara waktu kepada para pengusaha pabrik tepung aren. Tapi larangan itu tidak digubris. 
“Tampaknya mereka kucing-kucingan. Pabrik tidak melihat dampak untuk wilayah sekitar,” jelasnya.

Dikatakannya untuk sementara, Satpol PP bersikap persuasive. 
Jika langkah tersebut tidak diindahkan oleh para pengusaha tepung aren maka Satpol PP akan melakukan penutupan terhadap pabrik yang bersangkutan. “Sebetulnya kita bisa menindak terutama ditipringkan, tapi kita masih persuasif, kedepan kalau sudah anti klimak kita akan tutup,”tegasnya.(Ab@h**/HR Online).

Rabu, 11 Februari 2015

Orientasi Brigadir Polwan di Polres Ciamis

Polres Ciamis mendapat tambahan sebanyak 27 personel Polwan. Terhitung sejak tanggal 12 Pebruari 2015 personel baru telah mengikuti kegiatan Orientasi dan dilangsungkan kurang lebih beberaha hari kedepan.

Kegiatan Orientasi Brigadir khusus Polwan dilaksanakan secara maraton sesuai dengan ren Giat Polres Ciamis dibawah pimpinan Paurmin pers Polres Ciamis IPTU R PANANI dan bimbingan Kasihumas Polres Ciamis IPTI Hj IIS YENI dan Anggota Polwan Senior yang ada di Satuan Polres Ciamis.

Untuk hari pertama Brigadir Polwan  sesudah melaksanakan Apel pagi langsung mengikuti Giat Pengenalan  Lingkungan  ( Giat Bintra ), mereka mengadakan pengenalan lingkungan Sekitar Mapolres Ciamis. Dengan route Mapolres Ciamis, Desa Imbanagara, Mingukuti saluran Irigasi Menuju Nagrak dan kembali ke Mapolres Ciamis. Untuk selanjutnya Brigadir Polwan tersebut   akan mendapatkan pembekalan materi berupa SABHARA (Turjawali, Pelayanan Masyarakat, TP TKP, Riksa dan Jaga Tahanan), INTEL (Intel Dasar, SKCK dan Perizinan serta Produk Intelijen), RESKRIM (Kring Serse, Crime Total, SP2HP, Limpah Perkara, Laporan Perkara), POLMAS (Sambang, Negosiator, Hadiri Kegiatan Masyarakat dan Problem Solving). Brigadir Polwan juga mendapatkan pembekalan materi internal dari pejabat Mapolres Ciamis.


Tujuan kegiatan Orientasi para Brigadir Polwan tersebut, diharapakan pada peserta  adalah agar dapat memahami tugas pokok kepolisian yang akan dilaksanakan pada satuan kewilayahan dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.( Ab@h** )

Poto Lainnya

MENDENGAR ARAHAN


PERKENALAN








Pedagang Makanan di Sejumlah Sekolah di Banjarsari Ciamis Diperiksa

Untuk mencegah terjadinya kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah dasar (SD), UPTD Pendidikan bersama Puskesmas dan unsur Muspika Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, menggelar operasi terhadap para pedagang makanan yang kerap menjajakan dagangannya di kantin dan di sekitar sekolah.

Operasi yang digelar Selasa-Rabu (10-11/02/2015) ini, dilakukan menyusul maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi di lingkungan sekolah akhir-akhir ini.

Petugas pemeriksa yang terdiri dari polisi dan petugas medis Puskesmas, tampak membidik saus yang dijadikan penyedap jajan makanan anak sekolah. Pasalnya, kasus keracunan yang belakangan terjadi penyebabnya dari saus palsu yang kini marak beredar.

Kepala UPTD Pendidikan Banjarsari, Dede Sarto, mengatakan, operasi gabungan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi, agar kasus keracunan makanan tidak terjadi di lingkungan pendidikan Kecamatan Banjarsari.

“Lebih baik kita mencegah sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita akan kedepan akan rutin menggelar operesi seperti ini, termasuk kita menugaskan kepada pihak sekolah agar mengawasi jajan anak didiknya,” ujarnya, Rabu (11/02/2015).

Di tempat yang sama, Kapolsek Banjarsari, Kompol Ucu Hartono, SH, mengatakan, pihaknya sangat mendukung inisiatif yang dilakukan UPTD Pendidikan Banjarsari, yang mengajak seluruh unsur untuk bersama-sama mengawasi makanan jajanan yang dikonsumsi anak sekolah.

“Kita kapan saja siap membantu apabila operasi ini akan dilakukan secara rutin. Memang lebih baik mencegah, dari pada harus menunggu kejadian yang tidak kita harapkan,” Kata Kapolsek Banjarsari.

Sementara itu, para pedagang makanan yang kerap mangkal di sekolah, tampak kaget ketika petugas datang dan melakukan pemeriksaan terhadap barang dagangannya. Saat pemeriksaan, petugas tampak lebih membidik makanan yang memakai penyedap saus.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan pedagang makanan yang menggunakan saus yang diduga mengandung bahan kimia. Setelah ditemukan, petugas meminta kepada pedagang itu agar tidak menggunakan saus tersebut.

Selebaran Waspada Makanan Beracun Disebar di Sejumlah Sekolah di Kab. Ciamis.

Setelah menggelar operasi ke sejumlah pedagang yang mangkal di sekolah, UPTD Pendidika, Puskesmas dan unsur Muspika Banjarsari, Kabupaten Ciamis, yang terdiri dari Polsek, Koramil dan Camat Banjarsari, membagikan selebaran terkait himbauan kepada pedagang makanan di sekolah agar tidak menggunakan bahan makanan yang mengandung zat kimia.

Selebaran itu langsung dibagikan saat unsur gabungan tersebut melakukan operasi makanan ke sejumlah sekolah. “Kita ingin pedagang makanan yang menjual dagangannya di sekolah tidak menjual makanan yang berbahan zat kimia. Kita juga meminta kepada pihak sekolah untuk membantu mengawasi para pedagang makanan yang berada di sekitar sekolahnya,” ujar Camat Banjarsari, Nandang, hari  Rabu (11/02/2015).

Menurut Nandang, dibuatnya selebaran himbauan ini menyusul pemberitaan di Harapan Rakyat Online mengenai adanya sekolah di Banjarsari yang mengusir salah seorang pedagang lantaran menjual makanan berbahan zat kimia.

“Setelah membaca berita itu, kami dari unsur Muspika bersama UPTD Pendidikan dan Puskesmas, merasa perlu untuk turun tangan. Hal itu guna mengantisipasi terjadinya kasus keracunan makanan di lingkungan sekolah di Banjarsari,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 2 Sukasari, Edi, merespons positif langkah yang dilakukan oleh unsur Muspika Kecamatan Banjarsari. Dia mengatakan, selebaran himbauan tersebut akan segera disosialisasikan kepada para pedagang makanan di sekolahnya.


“Selebaran ini pun akan kita tempel di kantin sekolah. Selain itu, kita juga akan melakukan pengawasan terhadap pedagang yang dilakukan secara rutin,” ujarnya, Rabu (Ab@h**/HR-Online)

Selasa, 10 Februari 2015

Pelaku Penipuan Diringkus

AH (39) ditangkap anggota Polsek Cikoneng di Sukabumi Jawa Barat sekitar pukul 05.00 Minggu pagi (8/2/2015). Warga Dusun Margamulya Desa Purwaharja Kota Banjar itu diamankan atas laporan penipuan. Dari data polisi korban penipuan AH lebih dari 20 orang. Pria yang kerap berpindah kerja dari bank satu ke bank lain ini tidak hanya beraksi di Ciamis. Dia juga pernah melakukannya di Tasikmalaya dan Jakarta. Total kerugian semua korban lebih dari Rp 2 miliar.
Penangkapan tersangka AH berawal dari laporan salah seorang korban yang meminta diinisialkan namanya, SY (55). Dia mengaku tertipu sekitar Rp 616 juta oleh pelaku. Tahun 2013, tersangka meminjam uang kepada SY sebesar Rp 35 juta.
“Saat itu saya percaya hingga uang dikasih. Bahkan pinjaman itu lancar, uang dikembalikan lagi dan lumayan ada keuntunganya,” ujar pengusaha dari Sindangkasih itu.
Tak lama setelah pinjaman itu dibayar, tersangka kembali meminjam uang beberapa kali secara bertahap. Pertama dia meminjam Rp 75 juta dan Rp 85 juta. Kemudian meminjam lagi Rp 75 juta. Berikutnya sebelum hutang itu lunas, tersangka menawarkan proyek pengadaan sapi di Soreang Bandung dengan nilai Rp 220 juta. Karena masih percaya pada pelaku, SY kembali meminjamkan uang Rp 140 juta dengan dalih untuk keperluan kakaknya di Kota Banjar berinisial AM.
“Sejak disana uang macet. Dia berbelit-belit saat dipinta (ditagih, Red) hingga seringkali menghindar dan sempat menghilang,” katanya.
Sejak saat itu dia mengaku kesal dan berusaha melakukan penagihan terus menerus. Tapi tidak pernah menemui hasil. Tahun 2014 dia akhirnya melapor ke Polsek Cikoneng dengan tuduhan penipuan. Saat itu pelaku sempat mengajak damai dengan membuat perjanjian sanggup membayar utang. Tapi janji itu diingkari. Tersangka AH kabur ke sejumlah tempat.
SY kemudian ikut bersama polisi melakukan pengejaran selama enam bulan. Selama proses pengejaran itu, pelaku diketahui sering berpindah tempat. Mulai dari Bandung pindah ke Bogor, kemudian pindah ke Depok lalu ke Jakarta Timur. “Tahun 2015, Minggu ini (kemarin, Red) saya ikut dengan polisi dapat menangkap pelaku di Sukabumi di rumah temannya,” terang dia.
Menurut SY, selama ini tersangka selalu berbohong. Begitu juga pihak keluarganya yang berada di Kota Banjar. Dari hasil penyidikan polisi korban penipuan oleh AH bukan hanya SY, sejumlah korban lain dengan berbagai latar belakang juga kena tipu pria yang bekerja sebagai marketing mikro di salah satu bank di Jakarta itu. Sejumlah korbannya merupakan pedagang pasar, preman, hingga sesama pegawai bank.
Dia menduga pelaku meminjam uang untuk menutup utang-utang yang dia miliki.“Saya menduga (uang pinjaman, Red) juga dia dipakai foya-foya. Tidak hanya untuk tutup utang,” tuturnya.
Salah seorang mantan rekan kerja tersangka di Kota Tasikmalaya yang juga enggan disebut nama, mengaku pernah ikut ditipu oleh pelaku. Tahun 2013 pelaku menawarkan jasa makelar meloloskan dirinya menjadi PNS. Kala itu pelaku mengaku punya kenalan di Departemen Dalam Negeri yang bisa meloloskan menjadi PNS. Dengan janji itu pelaku kemudian meminta uang sebesar Rp 65 juta untuk tes CPNS tahun 2014.
Pelaku baru ketahuan menipu setelah dia keluar dari pekerjaannya di salah satu bank di Kota Tasikmalaya kala itu. Kemarin dia mendapatkan informasi dari SY bahwa pelaku telah ditangkap Polsek Cikoneng.
“Saya lihat ternyata (tersangka AH, Red) ada di Polsek Cikoneng. Sekarang saya serahkan saja kasusnya kepada pihak kepolisian,” cetusnya.
Sementara dari pengakuan pelaku AH kepada polisi, uang hasil pinjaman dari rekan dan kenalannya digunakan untuk menutup semua utang miliknya. Sebagian digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bersama keluarga. Untuk menutupi perbuatannya tersangka kerap berpindah-pindah tempat kerja dari satu bank ke bank lain.
Awalnya dia mengaku sempat tertipu Rp 75 juta oleh seseorang di Kota Bandung. Dia kemudian meminjam uang kepada orang-orang yang dikenalnya. Sayangnya, uang itu sebagian selalu digunakan untuk konsumsi harian hingga dia tidak mampu membayar kembali utang. Alhasil, AH melakukan usaha “gali lobang tutup lobang” dengan melakukan pinjaman kepada setiap orang secara personal.
“Jujur saja saya merasa berdosa dan salah langkah, uang pinjaman dipakai menutup utang lagi,” akunya saat diinterogasi polisi.
AH juga mengaku pernah tertipu Rp 75 juta oleh seseorang berinisial De di Bandung pada tahun 2010. Kala itu dia terlibat urusan modal bisnis. Sejak saat itulah keuangna AH babak belur dan berusaha mencari pinjaman kepada teman yang dikenalnya untuk menutup kebutuhan.
“Saya akui jelas kejadian ini, saya salah langkah jadi utang tambah banyak,” kata dia.
Kapolsek Cikoneng Kompol Sukardi mengatakan, dari hasil pengungkapan korban tersangka AH bukan hanya di Ciamis. Sejumlah rekan dan kenalan korban di Kota Tasikmalaya, Bandung, dan Jakarta juga pernah ditipu oleh pelaku. Modusnya berpura-pura mencari dana talang untuk menutup utang nasabah. Semua korban dijanjikan akan diberi uang lebih saat pengembalian pinjaman. “Alhasil ternyata dia penipu ulung dan kini kasunya kami tangani dan diproses hukum,” tandasnya.
Polisi sebelumnya pernah memasukan AH dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) pada tahun 2014. Polisi kini mulai mengembangkan kasus penipuan AH, terutama seputar jumlah korban yang ditipu secara keseluruhan. “Kasus ini akan kami kembangkan lagi. Apakah korbanya masih banyak atau tidak,” paparnya

Tersangka Bisa Bertambah

Kasus penipuan yang dilakukan tersangka AH terus berkembang. Kemarin polisi kembali mendapat laporan dari sejumlah korban secara terpisah. Beberapa ada yang melapor ke Polres Tasikmalaya dan sebagian melapor ke Polsek Cikoneng, sesuai domisili mereka.
Polisi menduga ada keterlibatan tersangka lain dalam kasus penipuan tersebut. Karena dari beberapa korban yang melapor ada yang pernah merasa ditipu pria berinisial AM (42). Dia merupakan kakak dari tersangka AH yang kini mendekam di tahanan Polsek Cikoneng. “Korban yang melapor di Polsek Cikoneng juga ada kaitannya (pernah ditipu oleh AM, Red),” ujar Kapolsek Cikoneng Kompol Sukardi kemarin (9/2/2015).
Hingga kini polisi masih mengumpulkan sejumlah bukti kasus penipuan tersebut. Sukardi meminta orang-orang yang merasa pernah tertipu oleh AH dan AM segera melapor kepada kepolisian untuk memudahkan penyidikan dan pengembangan kasus.
Dari keterangan korban bernama SY, AH pernah meminjam uang sebesar Rp 140 juta dengan dalih untuk membantu kakaknya, yakni AM. Polisi saat ini memiliki bukti transferan uang dari korban lain berinisial CNI (38) yang juga pernah tertipu Rp 40 juta oleh kedua pelaku. Korban lainnya juga ada yang pernah tertipu sekitar Rp 20 juta oleh AM. 
“Sementara, kami simpulkan ada kaitan kakaknya Adam dalam melakukan penipuan,” tuturnya.
Kompol Sukardi menduga kakak beradik itu bekerjasama melakukan penipuan kepada orang-orang yang mereka kenal. Polisi saat ini juga tengah berusaha melakukan pencarian terhadap AM. Dalam waktu dekat Kompol Sukardi akan menitipkan tersangka AH ke Polres Ciamis, demi keamanan.
Atas perbuatannya tersangka AH dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. “Untuk sementara ini dikenakan kepada penipuanya dulu. Tapi tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang penggelapan atau yang memang kasusnya lain,” kata dia.

Sementara tersangka AH hingga kemarin masih sendiri, tak ada kuasa hukum ataupun pengecara yang disewanya untuk membantu proses hukum. Dia berjanji akan melakukan penggantian kerugian kepada para korbannya secara bertahap. “Saya akan berusaha untuk mencari jalan keluarnya,” singkat dia. (Ab@h**/isr-Radar)

Senin, 09 Februari 2015

Penderita DBD di Ciamis Capai 306 Orang,

Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis melansir, sepanjang tahun 2014, mulai Bulan Januari hingga Desember, jumlah penderita Demam Berdarah Degue (DBD) mencapai 311 orang, lima diantaranya meninggal dunia. Sementara 306 orang berhasil sembuh.

Menurut Kasi Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penanggulangan Bencana (P4B), Dinkes Ciamis, H. Osep Hernandi, M.,Kes, ketika di konfirmasi HR, Selasa (3/2/2015), mengatakan, jumlah tesebut merupakan hasil dari laporan tiap puskesmas.

“Jumlah endemik yang paling besar terjadi di Kecamatan Ciamis. Dengan jumlah penderita mencapai sekitar 100 orang. Menangani hal itu, di wilayah ini terus dilakukan foging (pengasapan),” ungkapnya.

Di tahun 2015 ini, kata Osep, khususnya di Bulan Januari, pihaknya sudah mencatat sedikitnya terdapat 10 orang yang terkena DBD. Dia juga memastikan, jumlah itu akan terus mengalami penambahan. Hal itu terlihat dari perubahan cuaca, dan curah hujan yang tidak menentu.

Osep menjelaskan, dengan perubahan cuaca tersebut, memungkinkan jumlah jentik nyamuk penyebab DBD menyebar dan bertambah. Untuk itu, kebersihan lingkungan harus tetap diperhatikan supaya nyamuk penyebab DBD tidak bersarang, terutama pada pot bunga yang selalu menyimpan air.

Pada kesempatan yang sama, Osep mengaku terkendala masalah anggaran. Soalnya, pengasapan kurang efektif apabila dilakukan hanya satu kali. Karena idealnya, pengasapan dilakukan dua kali.

“Kurang efektif bila dilakukan (foging) sekali. Karena hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tidak. Sementara yang baik itu dua siklus, sehingga penyebaran nyamuk bisa diatasi,” katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Ciamis, Hendara S Marcusi, mengaku prihatin. Diapun menghimbau agar Dinkes Ciamis gencar melakukan sosialisasi mengenai bahaya penyakit DBD.

“Jika penderita DBD di Ciamis mencapai 300 orang dalam setahun, itu sudah bisa dikatakan sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa). Berarti penanganan harus ditingkatkan supaya penderita DBD jumlahnya menurun,” katanya.


Hendra memperkirakan, seandainya upaya antisipasi kurang dilakukan, maka bisa dipastikan jumlah penderita DBD pada tahun 2015 melebihi jumlah penderita pada tahun 2014. “Untuk itu, mari kita bersama-sama memberantas penyakit DBD, dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat,” pungkasnya. (Ab@h**/Koran-HR)

PEMANCING TEMUKAN MAYAT LAKI-LAKI

Warga Dusun Cikawung Desa Bojongmengger Keca­matan Cijeungjing Kabupaten Ciamis dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat la­ki-laki tanpa berbusana di pinggir sungai Citanduy, Sabtu (7/2/2015). Mayat tersebut diduga korban pembunuhan.
Mayat tersebut pertama diketahui oleh warga sekitar yang sedang mancing.

Dari kejauhan dilihatada benda mengambang seperti boneka. Setelah didekati ter­nyata mayat, hingga membuat warga yang sedang memancing tersebut ketakutan. Temuan mayat ityu lantas dilaporkan ke warga sekitar.
Saksi mata Husen warga sekitar menuturkan, ketika dicek memang benar sesosok mayat kondisinya sudah bengkak. Warga kemudian mengevakuasi mayat terdebut ke tepi sungai.
“Setelah ada di tepi sungai kami langsung menghubungi kepolisian setempat agar cepat ditangani, karena warga lain juga takut dengan penemuan mayat tersebut,” kata­nya.

Husen menjelaskan, mayat yang ditemukan tersebut memiliki ciri-ciri badan gem­pal, usia diperkirakan sekitar 40 tahun, dan wajahnya rusak seperti bekas dianiaya.

“Saya menduga mayat korban pembunuhan karena mukanya rusak luka seperti benturan benda keras,” ucapnya.

Sementara itu Kapolsek Cijeungjing Ajun Komisaris Polisi Ipin Tasripin SH menjelaskan, mayat tersebut diduga meninggal diduga sudah empat hari. Terkait dengan luka di wajahnya kemungkinan itu benturan saat hanyut.


“Kami belum bisa memastikan penyebab meninggal nyamayat tersebut, untuk itu kami akan mekakukan proses identifikasi pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya. ( Ab@h**/KP ).

Sabtu, 07 Februari 2015

Banjir Bandang di Cihaurbeuti Ciamis

Banjir bandang kembali menerjang Desa Padamulya, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jum’at (06/02/2015) malam. Akibatnya, puluhan rumah warga dan areal persawahan terendam banjir. Selain itu, sejumlah fasilitas umum, seperti jalan dan bangunan benteng sekolah dilaporkan rusak akibat bencana tersebut.

Kapolsek Cihaurbeuti, AKP Dies Ratmono, mengatakan, banjir yang melanda Desa Padamulya terjadi setelah hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Cihaurbeuti sejak kemarin sore.

“Air bah datang dari atas pegunungan Gunung Syawal dan langsung menggenangi perumahan warga dan areal persawahan,” ujarnya, saat dihubungi HR, Sabtu (07/02/2015).

Menurut Dies, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga merusak ruas jalan hingga aspalnya mengelupas tergerus air banjir. “Bangunan benteng salah satu sekolah pun dilaporkan jebol akibat banjir bandang ini,” ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh, Sabtu (07/02/2015) pagi, air banjir yang semalam mengenangi rumah warga, kini sudah surut. Warga sejak pagi disibukan membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa banjir. Sementara kerugian akibat bencana banjir ini masih dilakukan pendataan oleh pemerintah desa setempat.

Sementara itu, banjir bandang yang melanda Desa Padamulya, bukan pertama kali terjadi, tetapi beberapa tahun yang lalu, bencana serupa menerjang daerah tersebut. Bahkan, banjir bandang sebelumnya hingga merusak puluhan rumah dan areal persawahan warga.


Januari-Februari Terjadi 48 Bencana

Kabupaten Ciamis termasuk salah satu daerah rawan bencana di Jawa Barat. Tahun 2015 saja dalam rentang waktu satu bulan lebih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menerima 48 laporan bencana alam.

Selama periode Januari hingga tanggal 6 Februari 2015 ada sekitar 18 laporan bencana longsor, 17 laporan bencana angin puting beliung, 4 laporan bencana banjir, 8 laporan bencana kebakaran dan satu bencana tersambar petir.

Bencana alam yang telah terjadi itu tersebar di Kecamatan Banjarsari , Purwadadi, Pamarican, Rancah, Panawangan, Cijeungjing, Tambaksari, Kawali, Sindangkasih, Cidolog, Cipaku, Panumbangan, Ciamis , Cidolog dan Lakbok. Total kerugian dari keseluruhan bencana alam mencapai Rp 2.905.913.000

“Kabupaten Ciamis ini, memang lokasi rawan bencana alam sehingga kami himbau masyarakat terus siaga bencana,”ujar Kabid Pencegahan dan Kesiapsigaan BPBD Kabupatan Ciamis Dadang Suhendar kemarin (6/2/2015).

Menurut dia banyaknya bencana alam lebih disebabkan kondisi geografis Kabupaten Ciamis. Banyak pemukiman warga berada di lahan tebing yang rawan longsor. Termasuk area pesawahan dan perikanan yang berada di kawasan dataran tinggi.

Saluran sungai yang kecil juga menjadi penyebab beberapa kasus bencana banjir. Dia mengimbau aparat desa baik yang rawan banjir atau bukan, tetap selalu siaga. “Harus peka menangulangi berbagai kemungkinan,” tegasnya.

Dikatakannya, belakangan ini hujan selalu turun disertai angin kencang, hal ini berpotensi menimbulkan bencana alam. Warga yang berada di zona rawan becana diminta lebih berhati-hati saat hujan turun. (Ab@h**/HR-Online)

Kamis, 05 Februari 2015

Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang

Warga Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, memprotes jalan raya yang dibiarkan dalam kondisi rusak parah. Aksi protes warga itu diluapkan dengan cara menanam pohon pisang di sepanjang jalan rusak.

Ujang, warga Desa Sukasari, Senin (2/2/2015), mengaku kesal terhadap pemerintah daerah yang terkesan membiarkan kondisi tersebut. Menurut Ujang, warga sengaja menanam pohon pisang di jalan, tepatnya di depan Swalayan BTC (Banjarsari Trade Centre).

Kepada HR, Ujang menyebutkan, akibat kondisi jalan rusak itu, angka kecelakaan di wilayah tersebut meningkat cukup tajam. Hampir 99 persen kecelakan yang terjadi melibatkan kendaraan roda dua.

“Selama ini, para korban kecelakaan tidak tahu harus menuntut kepada siapa. Yang pasti, belum seorang pun dari korban yang mendapat tanggungan dari Pemerintah,” katanya.


Ujang menambahkan, sedikitnya terdapat 5 titik ruas jalan yang mengalami kerusakan. Diantaranya di Desa Sukasari, Desa Sindangsari, Desa Cibadak, dan Desa Ciherang.( Ab@h**/Kp )

Rabu, 04 Februari 2015

TERTIMPA LONGSORAN TEBING RUMAH WARGA GOLEMPANG PORAKPORANDA

Satu unit rumah di Dusun Golempangan Desa Pamarican Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, milik Yoyoh (40) tertimpa longsoran dari tebing setinggi 10 meter, Senin (2/2/­2015). Akibat longsoran itu, rumah porak poranda tertimbun longsor.

Kejadian bermula ketika hujan deras mendera Pamarican beberapa hari kebelakang, tiba-tiba tebing yang berjarak kurang lebih lima meter dari belakang rumah sehingga meterial longsor menutup bagian belakang rumah.

Diduga longsor tersebut akibat tebing tidak kuat menahan air dan kondisi tanah yang labil.
Beruntung pada saat kejadian rumah sedang kosong, pemilik rumah dan keluarga sedang menghadiri pesta perkawinan di desa tetangga.

Yoyoh mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara longsor yang menimpa rumahnya, karena rumahsedangosong.

“Melihat rumah sudah tertimpa longsor saya kaget sekali, dan langsung meminta tolong ke warga lainnya untuk membatu membereskan material longsor,” kata Yoyoh.

Sementara itu Aji warga setempat menuturkan, jika sebelum kejadian dirinya men­dengar suara yang bergemuruh tapi tidak tahu apa suara bergemeruh tersebut bersumber, setelah di cek ternyata tebing yang logsor tidak jauh dari runahnya tersebut.


Kemudian karena rumah korban mengalami kerusakan berat korban diungsikan ke rumah kerabatnya, selain itu juga korban di ungsikan untuk antisipasi terjadi longsor susulan.(Ab@h**/KP)

Selasa, 03 Februari 2015

LIMA RUMAH DITERJANG ANGIN PUTING BELIUNG

Lima rumah di Dusun Bun­der Desa Kertabumi Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis rusak akibat diterjang angin puting beliung. Akibatnya lima rumah tertimpa pohon dan tiang listrik.
Kejadian berawal saat Jumat petang (30/1/2015) turun hu­jan deras disertai angin besar menerjang Kecamatan Cijengjing Kabupaten Ciamis dan sekitarnya.
Hujan disertai angin uting beliung tersebut, selain menimbulkan banjir bandang, juga mebuat beberapa pohon tumbang.
Tak hanya itu, tiang listrik beton yang semual berdiri kokoh juga tumbang sehingga membuatnya patah.
Tragisnya tiang listrik yang oatah tersebut langsung me­nimpa bagian de­pan rumah milik Ara (50).
Beruntung saat tiang listrik roboh dan menimpa rumah, penghuni rumah sedang berada di ruang tengah sehingga bisa selamat. Tak lama setelah kejadian tiang listrik roboh, aliran lsitrik pun langsung pa­dam.
“Kejadian tersebut sontak membuat warga sekitar keget karena sebelum robohnya tiang listrik ada suara letusan,” kata Ade Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Ke­camatan Cijengjing Kabu­paten Ciamis.
Bukan hanya kejadian itu juga dilanjutkan dengan tumbangnya pohon jengkol yang menimpa rumah milik Eman Sunaryat (72) yang berada tidak jauh dari kejadi tiang lisrik yang roboh, kemudian lagi tiga warga lainnya atap rumahnya berterbangan karena angin yang sangat besar tersebut, tiga rumah tersebut adalah milik Dedi Yaya (38), Ikin (70) dan Yati (58). Akibat kejadian tersebut kondisi di sekitar dusun Bunder sempat mencekam.
Dikatakan Ade, beruntung dengan kejadian itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian keseluruhan mencapai Rp 20 juta. Untuk sementara pemilik rumah korban puting beliung mengungsi ke sanak keluarganya yang lebih aman.

“Kami bersama dengan warga langasung mencoba membereskan pohong yang tumbang dan tiang listrik yang roboh diterpa angin, kami juga langsung melaporkan kejadian ini ke BPBD,”(Ab@h**/KP).