" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Minggu, 19 Juli 2015

Ditemukan Tewas Gantung Diri

H Undang Edi Piyanto SPd warga Dusun Buniasih Desa Muktisari Kecamatan Cipaku ditemukan tewas di dapur mertuanya H Lili (75) di Dusun Desa Rt 03 RW 05 Desa Margaharja Kecamatan Sukadana Sabtu malam (18/7).

Tubuh Undang ditemukan menggantung pada balok kayu dapur oleh kerabatnya Nana Herdiana (50) sekitar pukul 23.00. Saat ditemukan leher korban dililit tali tambang warna kuning. Korban diduga stress hingga nekat mengakhiri hidup.

Kanit Reskrim Polsek Sukadana Bripka Selamet Rubino menjelaskan berdasarkan keterangan keluarga, korban bersama isteri dan rombongan kerabat lainnya datang sekitar pukul 08.00 pagi ke rumah mertuanya. Mereka bersilaturahmi kepada keluarga dan kerabat yang ada di sana dan sempat merencanakan pergi berwisata ke Kuningan sekitar pukul 09.00. Namun saat itu, Undang tidak ikut karena sakit. Dia ditinggal sendirian di rumah mertuanya tersebut.

“Sekitar pukul 23.00, keluarga pulang dari wisata. Melihat rumah masih gelap dan terkunci, korban dipanggil-panggil namun tidak menjawab. Mertuanya kemudian mencari jalan masuk lain lewat atap genting, setelah itu pintu depan dibuka dan seluruhnya mencari korban. Saat masuk ke bagian dapur dan menyalakan lampu ternyata korban ditemukan sudah menggantung,” ujarnya saat ditemui di kantornya tadi siang (19/7).

Dia menuturkan pihak keluarga melaporkan kejadian itu kepada pegawai desa dan diteruskan ke Polsek Sukadana. Petugas kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan tidak ada laporan barang yang hilang dari dalam rumah,” ungkapnya.

Korban diketahui berprofesi sebagai guru sekaligus kepala sekolah di salah satu SMP di Kecamatan Cipaku. Menurut keluarga korban menderita penyakit ginjal dan telah dioperasi satu kali. Rencananya dia akan menjalani menjalani operasi kedua dalam waktu dekat. Diduga dia bunuh diri karena korban frustasi atas penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh.“Untuk motif korban bunuh diri belum diketahui secara pasti dan masih didalami,” tandasnya.


Hingga berita ini ditulis, tidak ada seorang pun dari keluarga korban yang bisa dimintai keterangan. (Ab@h**)

Rabu, 15 Juli 2015

Terios Hantam Motor karena Sopir Ngantuk, Dua Pemudik Tewas

Kecelakaan yang menewaskan dua orang terjadi di jalur selatan Ciamis-Banjar, Rabu (15/7/2015) siang. Kedua korban merupakan pemudik yang mengendarai motor, Paimin (53) dan Adi Kharisma (21), asal Desa Mekarsari, Kecamatan Cipari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sesuai data yang dihimpun, saat kejadian, kedua orang tewas yang berboncengan dengan sepeda motor Mio melaju dari arah Ciamis ke Banjar dengan tujuan Cilacap. Dari arah berlawanan di gerbang perbatasan Ciamis-Banjar, sebuah mobil Toyota Terios bernomor polisi B 1825 FS tiba-tiba oleng ke tengah badan jalan dan menghantam motor yang ditumpangi kedua korban sampai ke pinggir jalan.

Adi Kharisma tewas di tempat, sedangkan Paimin yang diboncengnya tewas di perjalanan saat akan dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis AKP Yudi, membenarkan kecelakaan yang menewaskan dua orang pemudik tersebut. Keduanya tak tertolong karena mengalami luka parah di bagian kepala dan kaki.

Sementara itu, selain menabrak motor, pengendara Terios sempat menabrak seorang penjual Mi Ayam yang berada di pinggir jalan. Pedagang yang diketahui bernama Oji Suherlan (60) selamat dan hanya mengalami luka. Namun demikian, Oji juga dibawa ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan.

“Saat ini, kepolisian masih melakukan penyidikan dan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kecelakaan,” ujar AKP Yudi saat dihubungi Rabu petang.

Kecelakaan maut itu, lanjut AKP Yudi, terjadi sekitar pukul 13.00 WIB siang tadi. Saat itu, kondisi jalan lurus Ciamis-Banjar masih terlihat kosong dan kendaraan melaju kencang di jalur tersebut.

“Memang saat kejadian tadi jalur itu kosong dan kendaraan melaju kencang,” kata AKP Yudi.

Kepala Polsek Cijeunjing Ciamis AKP Ipin Tasripin menambahkan, sesuai dengan pengakuan sang sopir saat berada di lokasi kejadian, dirinya mengaku mengantuk saat mengemudikan kendaraannya. Akibatnya, saat menyetir, mobilnya oleng ke tengah badan jalan.

Saat ini, sopir Terios yang belum diketahui identitasnya tersebut masih menjalani pemeriksaan polisi di Mako Polres Ciamis. Dua jenazah korban masih berada di rumah sakit setempat menunggu dijemput oleh pihak keluarga.( Ab@h*DS

Toyota Alphard Ringsek

Kecelakaan di jalur mudik kembali terjadi. Kali ini, Toyota Alphard nopol B 138 WAT yang dikemudikan Sanusi (41) rusak akibat tabrakan dengan truk nopol Z 9553 T yang dikemudikan Juna (45) di Jalan Raya Sindangkasih, Senin (13/7/2015).

Sanusi merupakan warga asal Jakarta yang hendak mudik ke Jawa Tengah. Dalam mobil dia membawa empat orang penumpang. Sedangkan mobil truk yang dikemudikan Juna baru pulang mengirim ikan dari Kota banjar menuju Kota Bandung. Akibat kejadian itu, mobil truk juga terguling. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan nahas itu namun kedua sopir langsung syok dan tidak bisa dimintai keterangan.

Saksi mata Nana Sumpena (45) menuturkan kecelakaan berawal ketika Toyota Alphard melaju kencang dari arah Ciamis menuju Banjar. Dari arah berlawanan truk yang dikemudikan Juna menyalip kendaraan di depannya. Ketika itu jarak kedua kendaraan sangat dekat dan langsung serempetan. “Saya lihat mobil truk langsung terjungkal miring sampai bergeser (terlempar, Red) sekitar 30 meteran dan berakhir di pinggir jalan,” katanya.

Toyota Alphard mengalami kerusakan pada bagian kanan depan. Sopir bersama para penumpangnya keluar dari mobil dalam keadaan selamat tanpa luka sedikit pun. Menurut Nana, kondisi jalanan saat itu cukup padat hingga arus kendaraan menjadi macet. “Namun saat itu kelihatan para sopirnya trauma,” kata dia.

Paur Humas Polres Ciamis Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih SH menyebut lokasi kecelakaan tepat berada di Kampung Kalangari Desa Budiharja Kecamatan Sindangkasih. Kecelakaan diduga akibat kelalaian kedua belah pihak yang sama-sama memacu kendaraan pada kecepatan tinggi hingga lepas kontrol. Trek lurus di jalur Sindangkasih diakui sering jadi ajang memacu kecepatan para pengendara.

Setelah kejadian itu kedua kendaraan berikut pengemudinya dibawa ke kantor polisi untuk dimitai keterangan. “Kami simpulkan kejadian laka lantas itu akibat kelalain dan keduanya memacu kendaraanya dengan cepat,” katanya.


Iptu Hj Iis Yeni Idaningsih SH menjelaskan sejak H-7 sampai H-5 Lebaran, tercatat empat kali terjadi kecelakaan lalu lintas di jalur mudik wilayah Ciamis (lihat grafis). Umumnya kecelakaan disebabkan pengemudi yang kelelahan dan ngantuk. Dia mengimbau para pemudik tidak memaksa melanjutkan perjalanan ketika tubuh lelah. Sejumlah titik untuk peristirahatan telah disiapkan di sepanjang jalur mudik. “Jaga kondisi tubuh, perhatikan aturan lalu lintas, kurangi kecepatan dan jangan saling mendahului,” pungkasnya. ( Ab@h *DS.

Senin, 13 Juli 2015

Puncak Arus Mudik Mulai Hari Ini

Kementerian Perhubungan memprediksi puncak arus mudik bagi pengguna angkutan umum dari wilayah DKI Jakarta menuju sejumlah kota di Jawa dan Sumatera akan terjadi mulai hari ini, 13 Juli 2015, hingga besok. Sedangkan puncak arus mudik bagi pengguna mobil dan sepeda motor pribadi diperkirakan berlangsung pada Selasa dan Rabu.

“Soalnya Senin dan Selasa pekerja kantoran sudah mulai cuti bersama,” kata juru bicara Kementerian Perhubungan, J.A. Barata, di Posko Mudik, kemarin. Menurut dia, hingga Sabtu lalu, sebanyak 296.591 orang telah bepergian dari sejumlah terminal di Jakarta. Kemarin saja, jumlah penumpang bus yang berangkat dari lima terminal kelas A tercatat sebanyak 5.923 orang.

Adapun data arus kendaraan yang keluar dari sejumlah ruas tol hingga kemarin mencapai puluhan ribu kendaraan. Di exit toll Ciawi, tercatat sebanyak 8.594 kendaraan, exit toll Karang Tengah 27.444 kendaraan, exit toll Cikampek 5.039 kendaraan, exit toll Cileunyi 10.004 kendaraan, dan exit toll Ciperna 18.508 kendaraan.

Kementerian Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik tahun ini mencapai 20 juta orang atau naik 1,96 persen dibanding pada tahun lalu. Sekitar 5,5 juta orang akan menggunakan kereta api; 4,9 juta orang memanfaatkan angkutan jalan raya; 4,1 juta orang menumpang pesawat; 3,7 juta orang memakai jasa penyeberangan; dan 1,6 juta orang menumpang kapal laut.

Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Organisasi Angkutan Darat Ateng Aryono mengatakan, selama masa puncak mudik, beberapa jalan yang baru rampung dikerjakan, termasuk tol Cikopo-Palimanan, akan menjadi tujuan pemudik pengguna kendaraan pribadi. “Harapannya, waktu tempuh jadi lebih singkat,” kata Ateng.


Juru bicara PT Kerata Api Indonesia, Agus Komaruddin, berujar, dengan menggunakan sistem pemesanan tiket, arus mudik bagi pengguna kereta api merata mulai H-7 hingga H-1 Lebaran. “Total pemudik sudah sesuai dengan kursi atau tiket yang dijual,” kata Agus. Setiap hari PT KA Daerah Operasional I atau Jakarta mengangkut 35.500 penumpang.

Kapolri Memprediksi Volume Arus Mudik via Pantura Akan Menurun

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin mengatakan, arus mudik kendaraan yang melintas tol keluar Pejagan-Brebes ke arah jalur pantai utara Pulau Jawa atau pantura, diperkirakan menurun pada Lebaran 2015 dibanding tahun lalu.
"Untuk tahun ini, arus mudik yang melintas exit tol Pejagan ke arah jalur pantura mengalami penurunan jumlah kendaraan dibanding tahun sebelumnya," kata Kapolri di Brebes, Minggu (12/7/2015).

Kapolri mengatakan, kunjungannya ke Pos Terpadu Exit Tol Pejagan-Brebes selain mengecek arus mudik Lebaran juga untuk mengetahui sarana infrastruktur sekaligus kesiapan personel keamanan dalam mengamankan arus mudik di pantura.

Kepada para pemudik kendaraan pribadi, Kapolri mengimbau ekstra hati-hati selama dalam perjalanan. "Kami imbau pemudik kendaraan harus ekstra hati-hati karena proses pembangunan infrastrukturnya tol Pejagan-Brebes belum maksimal," kata dia.

Ia mengimbau pemudik tidak memaksakan diri mengemudikan kendaraan jika kondisi sudah lelah.
"Gunakan waktu empat jam sekali untuk beristirahat di tempat rest area yang ada. Jangan memaksakan diri jika dalam kondisi lelah," ujarnya.

Demikian pula kepada pemudik sepeda motor. Kapolri berharap mereka tetap hati-hati dan gunakan waktu setiap dua jam untuk beristirahat.
Kepala Kepolisian Daerah Jateng, Inspektur Jenderal Polisi Nur Ali mengungkapkan, sesuai pantauan jalur pantura ramai tetapi lancar.
Kendati demikian, kata dia, ada beberapa titik kemacetan yang terjadi di Kabupaten Brebes. Antara lain, seperti yang terjadi di simpang di pintu keluar Tol Pejagan dan pertigaan Pejagan, serta jalur pantura.
"Arus mudik masih lancar. Akan tetapi untuk tempat peristirahatan seperti tempat pengisian bahan bakar ramai dipadati para pemudik," ujarnya.

Jumat, 10 Juli 2015

Polres Ciamis Bentuk Timsus Mudik

Untuk Mengatur Arus Lalu Lintas
Selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2015, Polres Ciamis akan menyiagakan tim khusus (timsus) untuk merespon setiap peristiwa di jalur mudik. Baik keamanan maupun gangguan lalu lintas yang terjadi pada jalur Ciamis-Pangandaran. Timsus terdiri dari tim reaksi cepat dan tim urai kemacetan.

“Kita sudah menyiapkan tim khusus untuk mengantipasi dan mengatasi semua potensi gangguan baik kamseltibcarlantas (Keamanan Keselamatan Ketertiban Kelancaran Lalulintas ) maupun kamtibmas ( Keamanan Ketertiban Masyarakat ) dengan membentuk tim khusus,” ujar Kapolres Ciamis AKBP Hari Santoso S.Ik, usai gelar pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2015 di Alun-Alun Ciamis kamis (9/7/2015).

Kapolres Ciamis menjelaskan tim reaksi cepat terdiri dari 15 anggota Satuan Reskrim, sedangkan tim pengurai kemacetan terdiri dari 15 anggota Satuan Lalu Lintas. Tim tersebut akan mendukung sepeda motor Kawasaki KLX untuk mempercepat pergerakan. “Apabila terjadi kemacetan di satu titik, dengan tim urai bisa langsung dengan cepat mendatangi titik kemacetan untuk membantu mengurai kemacetan,” ungkapnya.

Jumlah personel yang diterjunkan mencapai 2/3 kekuatan atau sekitar 760 personel. Dibantu sejumlah anggota dari Kodim 0613, Satpol PP dan Dishubkominfo. Untuk pemantauan, kepolisian telah mendirikan 83 pos gatur dan pos pemantau di sepanjang jalur mudik dan balik.
“Kita sudah memberikan imbauan dan melakukan penjagaan di titik itu,” jelasnya.

Hari mengimbau masyarakat yang akan mudik menitipkan rumah mereka kepada orang terdekat dan melapor kepada aparata desa atau kepolisian. Hal itu untuk memudahkan kepolisian melakukan patroli keamanan.
“Setelah mendapat laporan, tentunya kita bisa memetakan wilayah mana saja yang bisa kita laksanakan patroli. Jangan lupa mematikan tempat atau hal yang bisa menimbulkan kebakaran, seperti kompor dan jaringan listrik,” tandasnya.

Sementara itu Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis juga mulai memasang sarana dan prasarana (Sarpras) penunjang arus mudik dan balik. Pemasangan dimulai dari Cihaurbeuti hingga Kecamatan Cisaga. “Kami imbau para pengguna jalan mematuhi rambu-rambu dan papan imbauan yang telah dipasang,” ujar Kanit Dikyasa Polres Ciamis Ipda Dian Susila S.Sos.

Kanit Dikyasa mengatakan jalur Sindangkasih saat ini telah dibuat satu jalur. Sebaliknya kendaraan dari arah Ciamis menuju Sindangkasih harus berbelok ke arah jalan baru menuju Tasikmalaya. Sejumlah traffic cone, water barier dan bendera kecil juga telah dipasang di semua pertigaan dan perempatan. “Kami di sana pasang tolo-tolo serta penunjuk arah Bandung, Garut dan Tasikmalaya,” terang dia.

Kanit Dikyasa mengimbau pengendara tidak saling mendahului karena jalan tidak terlalu lebar untuk jalur dua arah menuju Ciamis. Sejumlah tanjakan juga perlu diwaspadai karena sering ada truk mogok di tengah. Kondisi itu bisa membahayakan pengendara lain di belakangnya dan akan membuat arus menjadi macet. “Saya berharap (pengendara) bisa tertib berlalu lintas,” tuturnya.


Selain tanjakan, aspal di sejumlah titik juga kurang bagus. Ada yang bergelombang dan berlubang. Kondisi jalan yang buruk itu harus diwaspadai agar tidak membahayakan pengendara. “Ciamis salah satu jalur yang memang menjadi rawan kecelakaan, untuk itu selalu tingkatkan kewaspadaan,” tuturnya. ( Ab@h**/isr)

Rabu, 08 Juli 2015

Keamanan Bus Diperiksa

Petugas gabungan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Polres Ciamis memeriksa sejumlah armada angkutan Lebaran yang tersebar di sembilan perusahaan oto bus (PO). Pemeriksaan menjelang mudik tahun ini, pemeriksaan akan dilakukan dari H-15 sampai H-8. Pemeriksaan diawali dari PO Gapuraning Rahayu di Jalan Raya Ciamis-Banjar.

“Pemeriksaan dilakukan supaya saat beroperasi nanti tidak ada kendala di tengah jalan. Ada dua pemeriksaan, yakni pemeriksaan administrasi dan pemeriksaan teknis,” ungkap Kepala UPTD Pemeriksaan Kendaraan Bermotor Dishubkominfo Dadi Herdiana selasa (7/7/2015).

Dia menjelaskan pemeriksaan teknis kendaraan meliputi lampu depan, dan sistem pengereman dan lampu indikatornya, kondisi ban dan kesehatan mesin. Pemeriksaan dilakukan secara manual dengan melibatkan para mekanik. Sementara untuk surat kendaraan diperiksa langsung oleh petugas gabungan. Pada H-7 pemeriksaan kendaraan akan dilanjutkan di terminal Ciamis.

“Kalau ditemukan kendaraan yang tidak laik (jalan), ya tidak boleh jalan. Kalau masih membandel tentu akan mendapat sanksi dari Dirjen (Perhubungan). Bisa pembekuan sementara hingga pencabutan izin,” ucapnya.

Pantauan kami dilapangan, Sejumlah kendaraan yang laik jalan langsung dipasangi stiker khsusu sebagai tanda kendaraan itu boleh beroperasi. Dadi menilai perusahaan oto bus di Kabupaten Ciamis telah mempersiapkan diri secara matang menghadapi musim mudik dan balik. Hal itu terlihat dari hasil pemeriksaan sejumlah unit bus. Di PO Gapuraning Rahayu ada 10 unit bus yang diperiksa, semuanya dinyatakan dalam kondisi normal dan boleh beroperasi. “Kita telah mengimbau para pengusaha untuk menyiapkan mekanik yang handal supaya armada mudik bisa beroperasi dengan lancar tanpa ada kendala saat berada di jalan,” tandasnya.

Dia juga mengimbau para sopir dan kernet mengenakan seragam dan tanda pengenal dari perusahaan agar penumpang tidak ragu dengan armada yang mereka tumpangi.

Manajer Umum PO Gapuraning Rahayu Ekky Rizky Bratakusuma menuturkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap semua armada angkutan Lebaran sejak jauh-jauh hari. “Kita sebelumnya sudah melakukan pengecekan, jadi sekarang sudah siap jalan,” ungkapnya.( Ab@h**/Rd)

Selasa, 07 Juli 2015

Antisipasi Arus Mudik Lebaran

Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis menyiagakan 60 orang tenaga medis selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. 40 unit ambulans juga disiagakan untuk melayani para pemudik yang melintasi jalur selatan Jawa Barat, terutama Ciamis.

“Kita sudah melakukan persiapan mudik untuk H-7 dan H+7. Untuk Puskesmas kita memiliki 37 Puskesmas yang berada di jalur utama mudik dan jalur alternatif,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis drg Engkan Iskandar saat ditemui senin (6/7/2015).

Dia menjelaskan 60 orang tenaga medis yang disiagakan terdiri dari dokter umum dan perawat. Jumlah itu rencananya akan terus ditambah sesuai dengan jadwal piket yang diberlakukan di masing-masing puskesmas. “Petugas medis akan bersiaga selama 24 jam penuh untuk memberi pelayanan kepada para pemudik supaya (mereka),” tuturnya.

Dinkes juga telah mendirikan tiga posko kesehatan di sepanjang jalur mudik. Antara lain di kawasan Alun-Alun Ciamis, Rest Area Karangkamulyan dan Terminal Ciamis. Pengobatan kepada pemudik diberikan secara cuma-cuma alias gratis.

Pemudik disarankan beristirahat di pos kesehatan ketika mengalami kelelahan di jalan. Di sana telah siaga dokter, ambulans dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan para pemudik. Mereka bisa memeriksa tekanan darah, dan meminta layanan kesehatan lainnya.


“Kita akan mengimbau para pemudik untuk menjaga kondisi tubuh saat berkendara. Apabila kondisi tubuh capek atau kurang sehat jangan memaksakan diri, lebih baik beristirahat,” tandasnya (Ab@h**).

PENGUSAHA BANDEL AKAN DITINDAK

Dalam musyawarah yang dilakukan antara masyarakat, pengusaha dan unsur dari Muspika telah disepekati, pengusaha tidak boleh membuang limbah pabrik tahu ke sungai Cibuyut. Namun kenyataannya sampai sekarang diduga masih ada oknum pengusaha yang membuang limbah ke sungai.
Jika memang benar ada pengusaha di wilayah Desa Muktisari Kec. Cipakuyang ma­sih membuang limbah ke sungai Cibuyut, pihak Keca­matan Cipaku, akan bertindak lebih tegas dan tidak akan segan-segan untuk melaporkanya ke pihak yang lebih berwenang.
Peringatan tegas itu, disampikan langsung oleh camat Cipaku, Dirman Muhidin, ke­pada beberapa orang pemilik perusahaan pabrik tahu yang selama ini dianggap masih bel­um mengindahkan hasil kesepakatan bersama dengan warga Desa Jelat Kec. Ba­regbeg.
Dalam pertemuan yang berlangsung di aula kantor Desa Muktisari, Sabtu ( 4/7/2015), bersama empat pengusaha pabrik tahu yang pada saat dilakukan pemeriksaan masih ketahuan untuk membuang limbah pengolahan dari pabrik mereka langsung ke sungai Cibauyut.
Menurut camat Cipaku, Dirman Muhidin, mengatkan, setelah mendapat laporan dari warga Desa Buniasih serta warga Desa Jelat, Kabupaten Ciamis pihaknya langsung menyuruh anggota Satpol PP dengan tim pemantau limbah Desa Muktisari un­tuk terjun langsung ke lokasi.
Dijelaskan, Camat Dirman Muhidin, dari hasil pemantauan di TKP ada empat perusahan yang kedapatan masih membuang limbahnya ke sungai Cibuyut, serta masih ada yang nakal masih melakukan aktivitas di atas pukul.15.00.
Setelah mendapat keluhan, langsung menugaskan bagian Satpol PP untuk langsung me­ngecek ke lokasi, dari hasil laporan mereka pada kami, ada empat perusahan yang masih nakal.
“Kami langsung memanggil empat orang pemilik pabrik ter­sebut, mereka kami beri waktu dua hari terhitung sejak Sabtu ( 4/7/2015), untuk membetulkan saluran limbahnya yang masih dibuang langsung ke sungai Cibuyuit sehingga mem­buat warga marah,” ujar­nya..
Setelah dua hari waktu yang diberikan kepada empat pengusaha pabrik tahu untuk membetulkan saluran tersebut, kini sesuai hasil pemantauan tim pemantau limbah beserta Pol PP Senin ( 6/7/2015), me­re­ka semua sudah melaksa­na­kan sesuai yang diintruksikan.
Dirman mengakui jika secara aturan, pihak kecamatan tidak memiliki kewenangan untuk menutup pabrik mereka, tetapi dari hasil kesepakatan kecamayan memiliki kewenangan untuk melaporkan mereka ke pihak kabupaten hingga kepolisian agar menindaklanjuti.

“Kami sebagai camat Cipaku tidak berharap, kasus seperti terjadi. Tapi apabila mereka tetap masih melanggar jangan salahkan kami (jika melapor­kan ke yang berwenang) karena daripada akan menjadi ma­salah besar bagi semua pihak,” ujarnya

Senin, 06 Juli 2015

INTEL GADUNGAN POLDA JABAR DIBEKUK

Pria berinisial AR (30), warga Kopo Kota Bandung, yang kini tengah berurusan dengan kepolisian Polsek Cijeunjing, karena dituduh telah melakukan penipuan dengan mengaku-ngaku sebagai anggota polisi Polda Jabar, ternyata kurang piawai dalam urusan tipu menipu.
Dari informasi yang dihimpun di Polsek Cijeungjing, pria bertubuh subur ini setahun lalu menikahi seorang perempuan berstatus janda yang diketahui warga Ciamis. Dengan bermodalkan mengaku sebagai anggota polisi, akhirnya perempuan berisinial El, yang kini resmi menjadi istrinya, kepencut dan menaruh hati kepada sang polisi gadungan ini.

Singkat cerita, setelah beberapa bulan menjalin rumah tangga, AR dan El memutuskan membeli sebuah rumah milik Dadang yang berlokasi di Dusun Galonggong, Desa Karanganyar, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Rumah itu dibeli dari Dadang seharga Rp. 35 juta.

Setelah rumah itu dibeli, kemudian AR dan El merenovasi bangunan rumahnya. Karena rumah Dadang, sang pemilik rumah sebelumnya, masih berdekatan dengan rumah AR, akhirnya Dadang diajak bekerja sebagai kuli bangunan untuk merenovasi rumah barunya AR.
               
Saat bekerja merenovasi rumah baru AR, Dadang yang sebelumnya percaya bahwa AR merupakan anggota polisi Polda Jabar yang berpangkat tinggi, akhirnya meminta bantuan kepada AR untuk mencarikan kerja untuk anaknya. AR pun ternyata langsung menyanggupi. Asalkan, ada uang pelicin sebesar Rp. 20 juta, untuk memuluskan anaknya Dadang bekerja sebagai PNS di Dinas Perhubungan Bandung.

Dadang, yang sebelumnya sudah mendapat uang sebesar Rp. 35 juta dari hasil penjualan rumahnya kepada AR, kemudian menyanggupi permintaan uang tersebut. Dadang tampaknya gelap mata setelah mendapat tipuan maut dari sang polisi gadungan itu.

Spekulasi pun muncul, AR mencoba melakukan penipuan terhadap Dadang, karena sebelumnya dia sudah menyerahkan uang sebesar Rp. 35 juta kepada Dadang saat transaksi penjualan rumah. Dengan kata lain, AR mencoba menipu korbannya, saat mengetahui si korban tengah memiliki uang banyak.

Setelah janji manis yang dilontarkan AR ternyata tidak kunjung terbukti, Dadang pun tampaknya kesal dan terus menagih. Mungkin saking kesalnya dan khawatir kena tipu, Dadang ternyata mengutarakan kegundahannya kepada para tetangganya.

AR, yang kurang bersahabat dengan mayoritas tetangganya, karena dia dinilai arogan, tampaknya menjadi awal cerita terbongkarnya praktek jahat tersebut. Tetangganya, malah semakin penasaran ingin mengetahui identitas AR yang sebenarnya setelah mendapat cerita miring dari Dadang.

Setelah banyak warga yang merasa tersinggung oleh prilaku arogan AR, akhirnya warga mencoba untuk mempermasalahkan dugaan penipuan yang dilakukan AR terhadap Dadang.Mendapat laporan bahwa warga akan mengontrog orang yang mengaku anggota polisi, jajaran Polsek Cijeujing langsung turun tangan. Awalnya, polisi hanya berniat untuk mengamankan aksi warga agar tidak berlaku anarkis. Namun, setelah mendengar adanya dugaan penipuan dengan mengaku-ngaku sebagai anggota polisi, AR pun langsung diamankan ke Mapolsek Cijeunjing.

“Setelah mendapat laporan bahwa orang yang diduga menipu itu mengaku anggota polisi, kami langsung meminta kepada yang bersangkutan untuk menunjukan kartu anggota kepolisian. Tetapi, dia tidak bisa menunjukan kartu anggota dan malah berterus terang bahwa dia hanya mengaku-ngaku saja sebagai anggota polisi,” kata Kapolsek Cijeugjing, AKP Ipin Tasripin S.H. M.Si.

Setelah mendapat laporan bahwa pelaku memilik senjata dan perlangkapan seragam polisi, Jajaran Polsek Cijeunjing pun langsung melakukan penggeledahan di rumah pelaku. Namun, setelah digeledah, polisi hanya menemukan seragam polisi, 2 buah borgol dan identitas kartu pers (wartawan) atas nama pelaku. “ Pelaku juga mengaku pernah bekerja menjadi wartawan,” kata Kapolsek Cijeungjing.

Kronologis Penangkapan

Satuan Reserse Kriminal Polsek Cijeungjing Ciamis berhasil meringkus polisi gadungan di rumah istrinya Dusun Desa, Desa Karanganyar Kecamatan Cijeungjing, Minggu Dini hari (5/7/2015).
Pelaku berinisal AR terebut ditangkap setelah ada laporan warga sekitar yang resah dan merasa tertipu dengan polisi gadungan tersebut.

Kapolsek Cijeungjing Ajun Komisari Polisi (AKP) Ipin Tasripin, S.H. M.Si mengatakan, saat ditangkap, AR tidak melakukan perlawanan. Kepada petugas AR mengaku Intel Polda Jabar berpangkat kolonel. Namun saat diminta kartu identitasnya, AR tidak mampu menunjukannya.

“Karena tidak bisa menunjukan identitasnya dan kha­watir menjadi bulan-bulanan masa yang sudah berkumpul, AR terpaksa kami amankan di Mapolsek Cijeungjing. Seka­ligus dimintai keterangan lebih lanjut, Saat diperiksa di Mapolsek, AR baru mengakui bahwa dirinya bukan anggota polisi,” ujar Ipin.
Menurut Kpolsek, pelaku mengaku tinggal di Jalan kopo Bandung. Dia nekad mengaku sebagai anggota Polda Jabar untuk melakukan penipuan. Di antarnya dengan modus menjanjikan bisa memasukan kerja korbanya di Dinas Perhu­bu­ngan Kota Bandung hanya dengan uang Rp 8 juta.

Selain itu, pelaku sudah lama terobsesi ingin menjadi anggota kepolsian. Bahkan kepada istrinya dia tetap mengaku sebagai anggota polisi. Sudah banyak korban penipuan yang AR. Namun uangnya sudah habis digunakan keperluan.

Istri AR, berinisal EL mengaku baru tahu kalau suaminya itu bukan polisi saat diaman­kan di Mapolsek Cijeung­jing. Selama berumah tangga dengan AR, EL tidak pernah me­nanyakan lebih dalam terkait pekerjaannya di Polda Jabar.
“Saya takut kalau banyak bertanya kepada suami. Apalagi saat pegang senjata pistol, ” ujar EL. 
AR ( 30 ) polisi gadungan yang mengaku intel Polda Jabar berpangkat kolonel, ternyata diketahui buta huruf. Polisi gadungan ini diamankan Polsek Cijeungjing, Ciamis, saat hendak menipu warga. AR ternyata hanya seoran supir sayuran di Pasar Ciroyom Bandung.

“Saya kerja serabutan. Kadang jadi supir mobil sayuran di Pasar Ciroyom,” kata AR saat ditemui di Mapolsek Cijeungjing Ciamis. AR Intel Polda palsu ini mengaku tidak lulus SD. Karena itu dia tidak bisa membaca alias buta huruf. “Pendidikan sekolah saya hanya sampai kelas dua sekolah dasar,” ungkapnya.

AR ditangkap karena dilaporkan warga setelah ia berhasil menipu salah seorang korban dan mendapatkan uang sebesar Rp20 juta.
“Memang saya telah menerima uang sebesar Rp20juta dari Pak Dadang untuk keperluan anaknya bekerja,” ucapnya.

Karena anaknya belum juga mendapat panggilan kerja lanjut Asep, rupanya korban melapor ke pihak kepolisian.
“Uang tersebut sudah saya berikan ke seseorang di Bandung untuk mengurus masuk (kerja) anak Pak Dadang,” jelasnya. ( Ab@h**/HR-Online)

Rabu, 01 Juli 2015

Persiden Jokowi Hadiri HUT Ke-69 Bhayangkara,

Presiden Joko Widodo menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Bhayangkara yang jatuh tepat pada hari ini, Rabu (1/7/2015), di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Presiden menjadi inspektur upacara pada acara yang dihadiri ratusan perwira Polri dan pejabat negara lain tersebut.

Pantauan Kompas.com, Presiden datang sekitar pukul 08.30 WIB dengan menggunakan mobil dinas berpelat "Indonesia 1" bersama dengan Ibu Negara Iriana. Kehadiran Jokowi dikawal ketat sejumlah Pasukan Pengamanan Presiden dan disambut dengan jajaran polisi berkuda yang merupakan bagian satuan pengawal satwa kepolisian.

Hadir pula pada acara kali ini Wakil Presiden Jusuf Kalla beserta istri, Mufidah Kalla. Ada juga Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Tedjo Edhy Purdjiatno.

Selaku inspektur upacara, Presiden juga melakukan pemeriksaan kesiapan pasukan. Dengan mengenakan jas hitam, dasi merah, dan kopiah hitam, Jokowi pun menaiki sebuah mobil jeep bersama dua perwira polisi, memutar setiap baris kepolisian yang hadir.

Setelah memeriksa pasukan, Presiden kemudian memimpin upacara mengheningkan cipta. Kali ini, Jokowi membukanya dengan khidmat sambil mengajak para tamu undangan yang hadir untuk berdoa atas kecelakaan pesawat Hercules C-130 di Medan.

"Mari kita mengheningkan cipta untuk korban pada peristiwa jatuhnya pesawat Hercules di Medan," ucap Jokowi.

Rencananya, Jokowi juga akan memberikan pernyataan pers seputar kecelakaan tersebut seusai acara peringatan tersebut.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi tinggi kepada personel polisi yang bertugas di pedalaman dan perbatasan wilayah Indonesia.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam sambutannya pada acara peringatan HUT Bhayangkara ke-69 di Mako Bromob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (1/7/2015).

"Ucapan terima kasih setinggi-tingginya bagi yang bertugas di pedalaman, perbatasan, di wilayah terpencil, di luar kota, dan di luar negeri. Saudara menjalankan tugas terhormat dan mulia," kata Jokowi.

Sepanjang sejarah pengaduan, kata Jokowi, Polri banyak berperan memberi sumbangsih penegakan hukum, perlindungan, dan pengayoman. "Menjadikan Polri lebih terampil dan matang menjalankan tugas untuk kesejahteraan masyarakat," sambungnya.

Presiden Jokowi mengingatkan ke depan semakin dihadapkan pada tugas yang kompleks, dampak globalisasi, situasi keamanan dalam negeri akan diwarnai kejahatan konvensional dan segala macamnya.

"Sementara, tuntutan masyarakat semakin meningkat. Untuk menghadapi itu, diperlukan kesanggupan dalam meningkatkan kinerja, pemeliharaan kamtibmas, penegakan hukum, dan pengayoman kepada masyarakat," terangnya.

Pencegahan tindak kejahatan, dianggap penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Karena itu, kata Jokowi, dalam penegakan hukum, pemberantasan segala kejagatan perlu profesional dan memjanim hukum dan keadilan masyarakat.


"Mampu menggunakan taktik dan teknik, anggota Polri dituntut sejalan dengan iptek yang digunakan untuk kejahatan. Kita masih dengar ada mafia hukum yang kebal, juga diperlukan koordinasi dengan aparat penegak hukum, dan pemangku lainya," tandasnya. (Ab@h** )