" Kejujuran,.. Integritas,.. Kerjasama,.. Hirarki, . . Loyalitas,... . . ."ds

Sabtu, 30 Januari 2016

Warung di Ciamis Ini Ludes Terbakar

Salah satu warung di Ciamis ludes terbakar, tepatnya di Jalan Pahlawan, Dusun Lebaklikung, RT 07 RW 14 Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (30/01) pagi, sekira pukul 09.00 WIB. Cuaca panas dan bangunan warung yang sebagian besar berbahan kayu memudahkan si jago merah untuk melalapnya.

Saat kejadian pemilik warung di Ciamis itu, Adang (45) tidak sedang berada di warungnya. Dedi (40) saksi mata mengatakan, awalnya ia melihat asap dari belakang warung. Beberapa menit kemudian, dengan cepat muncul api yang besar dan membakar seluruh bagian warung.

“Saya tidak curiga dengan asap dari belakang warung itu. Saya kira ada orang yang sedang membakar sampah. Beruntung saya langsung memanggil pemilik warung dan petugas pemadam kebakaran,” jelasnya pada Warta Priangan.

Menurut adik pemilik warung di Ciamis itu, Ajat (42), dirinya tidak bisa menduga asal kemunculan api. Sebab warung sedang keadaan kosong. “Di warung tidak ada kompor, tidak ada listrik. Hanya ada piring, gelas dan peralatan dapur lain. Tapi aneh, bisa terbakar. Kalau bekas rokok pun tidak mungkin sampai membakar semua warung,” ucapnya.

Beruntung, api dengan cepat dipadamkan tim pemadam kebakaran. Namun, isi warung tidak dapat diselamatkan. Karena kejadian tersebut, kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta. Kini, kasus tersebut sedang ditangani Kepolisian Sektor Ciamis.

Jumat, 29 Januari 2016

Satpol PP Ciamis amankan empat pasangan bukan muhrim

Sedikitnya empat pasangan non muhrim dari tiga tempat kost diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Jum’at (29/1/2016) dinihari.

Dari informasi yang diterima Warta Priangan, mereka terjaring operasi Satpol PP dengan Koramil 1301 Ciamis Kota untuk penyisiran dan antisipasi teroris pasca tragedi Bom Thamrin.

Dikatakan Danramil Ciamis Kota, Mayor Inf. Ikeu Masrika didampingi Kabid Tibum Tranmas Satpol PP, Dedi Iwa menerangkan kini banyak wilayah di Jawa Barat yang harus dicurigai masuknya teroris yang masuk dan tinggal ditempat kost.

“Sebetulnya target kami kepada orang-orang baru yang tinggal di kost-kostan di Ciamis. Namun saat razia di gelar kita mengaman empat pasangan bukan muhrim dan selanjutnya kami giring untuk dimintai keterangan, karena ini juga merupakan bagian dari tugas terkait ketertiban umum,” ungkapnya.

Kemudian Mayor Inf. Ikeu Masrika mengakui, sampai saat ini kondisi wilayah Ciamis Kota aman dan terkendali dari ancaman teroris. Meski kondusif pihaknya tetap siaga.
Sementara Kabid Tibum Tranmas Sat Pol PP Kabupaten Ciamis mengakui, keempat pasangan bukan muhrim yang diamankan dari tiga tempat kostan di wilayah Ciamis Kota tersebut, langsung dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulang perbuatannya.


“Apabila terjaring kembali dalam operasi selanjutnya, maka kami akan mengambil sikap untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum,” tegasnya. (= WP)

Nenek di Ciamis Ditemukan Gantung Diri 

Sementara itu Jumat ( 29/01/2016 ) siang, sekitar pukul 10.30 WIB., warga Dusun Cimamut RT 16 RW 05 Desa Mekarjadi Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis, dihebohkan oleh peristiwa meninggalnya nenek Sumirah (66) yang tergantung di kusen kamar mandi rumahnya. Peristiwa gantung diri di Ciamis ini dengan cepat menyebar ke tengah masyarakat.

Tetangga korban, Dede Hardisuta (40)mengungkapkan, korban pertama kali ditemukan oleh cucunya, Aip Saipul Nurohim (12).

“Cucu korban yang memberitahu saya jam 11.00 WIB tadi. Dia bilang, neneknya gantung diri. Saya pun langsung bergegas menuju rumah korban dan mendobrak pintu kamar mandi. Ternyata benar korban sudah tak bernyawa dan tergantung di kusen kamar mandi,” jelas Dede, saat ditemui Warta Priangan di tempat kejadian.

Sementara ini masyarakat menduga, nenek Sumirah memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya karena depresi oleh penyakit jantungnya yang tak kunjung sembuh.

“Sebelumnya nenek Sumirah bicara ke tetangga kalau dia sudah tidak tahan oleh penyakit yang ia derita dan menginginkan untuk mengakhiri hidup,” ungkap Dede.

Kepala Kepolisian Sektor Ciamis, Kompol Bujang Harapan membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, dugaan sementara kejadian tersebut merupakan murni tindakan bunuh diri.

“Untuk sementara kami menduga kejadian tersebut adalah murni bunuh diri. Kami tidak menemukan jejak dan bukti adanya bentuk tindakan kekerasan pada bagian tubuh jenazah. Namun untuk memastikan, akan dilakukan visum,” jelasnya. ( Ab@h** / WP )

Kamis, 28 Januari 2016

Wabup: Sambut Baik Mantan Anggota Gafatar Asal Ciamis

Kabar tentang adanya lima warga Ciamis, Jawa Barat yang ada dirombongan eks / mantan anggota Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) langsung menyedot perhatian Wakil Bupati Ciamis, Oih Burhanudin.

Menurutnya, mantan anggota Gafatar akan diterima pulang ke Ciamis dan harus menjalani aktivitas sesuai dengan norma serta syariat yang berlaku. “Mereka kita terima dan akan dipikirkan juga masalah asetnya, juga harus segera insyaf,” ucapnya pada Kami, Rabu (27/01) siang.

Ia sudah berkomunikasi dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ciamis. “Saya pribadi sudah berkomunikasi dengan Dinsosnakertrans dan akan dicari informasinya lebih jauh,” jelasnya.
 
Sebagaimana dilansir Polda Jabar, sebanyak 97 dari 439 orang bekas anggota Gafatar asal Jawa Barat akan dipulangkan. Mereka akan dipulangkan rencananya menggunakan KRI Teluk Amboina menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah.

Mereka antara lain berasal dari wilayah Jabar seperti Tasikmalaya, Depok, Bogor, Cirebon, Banten, Bekasi, Kuningan, Garut, dan Bandung.  Bogor menjadi daerah yang paling banyak memiliki warga bekas anggota Gafatar yaitu sekitar 39 orang.

Selanjutnya Tasikmalaya (13 orang), Cirebon (12 orang), Bekasi 11 orang, Depok enam orang, Banten empat orang, serta Kuningan, Garut, Kota Bandung masing-masing empat orang.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menekankan warga Jabar agar memperkuat ikatan keluarga guna mencegah masuknya faham-faham sesat ini. Apalagi, dari sisi ajaran, sangat mudah mengendus kesesatannya.

"Kita bisa sangat mudah untuk mengetahui keanehnya. Misal tidak perlu shalat, bisa kawin berkali-kali dengan mudah, ada nabi setelah Rasul, dan ajaran tidak logis lainnya. Semua ini bisa mudah dikenali nalar jika ini menyimpang, terutama jika sesama anggota keluarga saling menguatkan," ungkap Gubernur Jawa Barata.


Selanjutnya Wakil Bupati Ciamis Oih Burhanudin berharap, masyarakat Tatar Galuh ini bisa menerima mereka dengan baik. “Saya berharap mereka bisa langsung berbaur dengan masyarakat Ciamis. Saya juga mengimbau kepada masyarakat Ciamis supaya dapat menerima mereka dengan baik,” tukasnya menutup pembicaraan dengan kami.

Tabrak Lari di Ciamis, Sopir Kabur, Mobilnya Ditinggalkan Begitu Saja

Insiden tabrak lari terjadi di Ciamis. Sebuah minibus menabrak sepeda motor hingga menyebabkan pengendara terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. 

Peristwa tersebut terjadi Rabu (27/01) sekira pukul 07.15 WIB. Sebuah mobil Toyota Avanza menabrak pengendara motor di jalan Raya Ciamis-Banjar, tepatnya Dusun Batununggul RT 06 RW 02, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis.

Seorang saksi mata, Ina (28), mengatakan Toyota Avanza bernomor polisi A 1084 PE datang dari arah Banjar menuju Ciamis, melaju dengan kecepatan cukup kencang. 
“Kemudian bertabrakan dengan sepeda motor bebek Z 5323 VB yang datang dari arah berlawanan, dari Ciamis menuju Banjar,” jelasnya. 

Pengendara motor bebek diketahui seorang wanita bernama Uum Mulyasari. Ia terluka dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Kota Banjar.

Sayangnya pengedaran mobil Avanza tidak bertanggungjawab, ia langsung tancap gas meninggalkan tempat kejadian. 

Untungnya, mobil Avanza dapat ditemukan di depan rumah makan lesehan Bagas, Dusun Cibeka, Desa Karangkamulyan, Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. 
Namun pengendara dan penumpang mobil Avanza tidak ada di tempat. Diduga mereka kabur dan meninggalkan mobilnya. Pihak Kepolisian Resor Ciamis masih mencari pengemudi dan penumpang Avanza tersebut.  (Ab@h**/WP)

Rabu, 27 Januari 2016

Ada Lima Orang Ciamis dari Ratusan Gafatar Asal Jabar

Ratusan warga yang merupakan mantan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Jawa Barat telah dipulangkan. Sebelumya mereka diketahui tinggal di daerah Kalimantan Barat bersama para anggota Gafatar lainnya dari berbagai daerah. Memurut informasi yang dihimpun kami, mereka kini berada di Rumah Perlindungan Sosial Bambu Apus, Jakarta. Selanjutnya akan dikirim ke Balai Pemberdayaan Sosial Bina Remaja Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi.

Ternyata dari 159 orang eks anggota organisasi Gafatar asal Jawa Barat, lima diantaranya diketahui merupakan warga Kabupaten Ciamis. Lima warga Ciamis itu diantaranya, Menik (27), Yudistira (3 tahun), Radia (6 bulan), Faturahman (65) dan Erjuanti (69).

Kepala Bidang Penanganan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tenagakerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Ciamis, Wawan Hermawan, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat.

“Kita belum tahu lebih jauh, masih sedang mendalami informasinya dan berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial Jawa Barat,” ucapnya Rabu (27/01) siang.

Diketahui sebelumnya, ribuan anggota Gafatar diusir dari tempat mereka berkelompok di Pulau Kalimantan. Kamp Gafatar yang berada di Mempawah, Kalimantan Barat, dibakar masyarakat setempat pada Selasa,


Sebagaimana dilansir Polda Jabar, sebanyak 97 dari 439 orang bekas anggota Gafatar asal Jawa Barat akan dipulangkan. Mereka akan dipulangkan rencananya menggunakan KRI Teluk Amboina menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah.

Mereka antara lain berasal dari wilayah Jabar seperti Tasikmalaya, Depok, Bogor, Cirebon, Banten, Bekasi, Kuningan, Garut, dan Bandung.  Bogor menjadi daerah yang paling banyak memiliki warga bekas anggota Gafatar yaitu sekitar 39 orang.

Selanjutnya Tasikmalaya (13 orang), Cirebon (12 orang), Bekasi 11 orang, Depok enam orang, Banten empat orang, serta Kuningan, Garut, Kota Bandung masing-masing empat orang.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menekankan warga Jabar agar memperkuat ikatan keluarga guna mencegah masuknya faham-faham sesat ini. Apalagi, dari sisi ajaran, sangat mudah mengendus kesesatannya.

"Kita bisa sagat mudah untuk mengetahui keanehnya. Misal tidak perlu shalat, bisa kawin berkali-kali dengan mudah, ada nabi setelah Rasul, dan ajaran tidak logis lainnya. Semua ini bisa mudah dikenali nalar jika ini menyimpang, terutama jika sesama anggota keluarga saling menguatkan," ungkap Gubernur Jawa Barat.


Akhirnya Gubernur Jawa Barat mengatakan, secara simultan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan seluruh unsur seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat hukum untuk melakukan antisipasi agar kejadian serupa jangan terulang.( Ab@h**

Selasa, 26 Januari 2016

Perangkat Desa Ciamis Antusias ‘Nyalon’ di Pilkades Serentak

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang bakal digelar pada Bulan April mendatang, mendapat respon hangat dari masyarakat luas. Di wilayah zona empat, antusias masyarakat terlihat dari banyaknya nama bakal calon kepala desa yang bermunculan untuk memperebutkan kursi nomor satu di desa tersebut. Dari pantauan Kami di lapangan, selain akan diikuti oleh para incumbent, Pilkades serentak itupun memunculkan nama bakal calon dari masyarakat umum dan sejumlah perangkat desa.

Rosid, Pjs Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, berstatus PNS ini sudah menyatakan sikap, dirinya akan ikut andil dalam perhelatan Pilkades di Desa Sukajaya, Pamarican, yang digelar pada Bulan April mendatang. Sebelumnya, Rosid diangkat sebagai Sekretaris Desa Sukajaya dan kini ditugaskan menjadi penjabat sementara (Pjs).

Ketika ditemui Kami, pekan lalu, Rosid mengaku akan ikut meramaikan Pilkades serentak lantaran jabatannya sebagai PNS hanya tinggal menyisakan waktu dua tahun. Menruut dia, sesuai aturan, PNS sepertinya diperbolehkan ikut menjadi kandidat Kepala Desa.

“Saya akan mengikuti perhelatan ini karena persyaratan untuk menjadi kandidat cukup hanya mengajukan cuti saja. Lain  dengan Pilkada yang harus meninggalkan jabatan PNS. Mudah-mudahan saja impian saya untuk bisa membangun desa ini bisa terwujud,” katanya.

Penjabat Kepala Desa Sukajadi, Agrian, mengatakan, sejumlah perangkat desa yang notabene masih aktif juga akan terjun mengikuti perhelatan Pilkades serentak tersebut.


“Sejak penetapan dan pelantikan Panitia Pilkades, sudah ada beberapa orang yang mengurus persyaratan administrasi pendaftaran bakal calon. Selain dari warga biasa, ada sejumlah perangkat desa yang akan ikut mendaftar sebagai balon,” katanya. ( Ab@h / HR)

Senin, 25 Januari 2016

Oih Burhanudin Dilantik Jadi Wabup Ciamis

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan akan melantik Oih Burhanudin sebagai Wakil Bupati Ciamis pengganti Jeje Wiradinata yang menundurkan diri dan menjadi Balon bupati terpilih Kabupaten Pangandaran.
Menurut informasi Pelantikan Wakil Bupati Ciamis ini akan dilaksanakan Selasa (26/01/2016) di Gedung Sate Bandung pada pukul 09.00 WIB. Pelantikan Wakil Bupati Ciamis pengganti ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat Ciamis. 
Lantaran kehadiran Wakil Bupati menjadi penguat dari laju pemerntihan di Kabupaten Ciamis membantu Bupati H Iing Syam Arifein.
Seperti diperkirakan sebelumnya, Oih Burhanddin akhirnya melenggang mulus terpilih sebagai wakil Bupati Ciamis sisa masa jabatan 2014-2019. Pemungutan suara yang sudah dipersiapkan, tidak jadi dilaksanakan, karena saat berlangsung musyawarah seluruh fraksi sepakat memilih Oih Burhanudin.

Sebelumnya pemilihan berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Ciamis tentang Pemilihan Wakil Bupati Ciamis sisa masa jabatan 2014-2019, Selasa (24/11/2015), dipimpin Wakil Ketua DPRD Dida Yudhanegara. Tampak hadir dalam rapat pemilihan, Bupati Ciamis Iing Syam Arifien, Kapolres Ciamis AKBP Arif Rachman, S.IK., MTCP,  Ketua PN Ciamis dan Kajari Ciamis, Sekda Ciamis Herdiat serta kalangan kepala desa dan lurah sekabupaten Ciamis.

Pemilihan dilaksanakan oleh Panitia Teknis Pemilihan Wakil Bupati Ciamis yang dimpimpin Nanang Permana. Dia mengatakan bahwa sesuai tata tertib, pemilihan dilaksanakan secara musyawarah. Apabila tidak mencapai kesepakatan, dilaksanakan pemungutan suara. Sidang musyawarah yang diikuti sembilan fraksi serta dua calon wakil Bupati Ciamis yakni Oih Burhanudin, mantan Ketua Komisi 1 DPRD Ciamis yang mengundurkan diri, serta Oman, Ketua PAC PDIP Kecamatan Cimaragas. Keduanya diusulkan oleh PDIP. Partai Golkar dan PPP juga mengusulkan satu nama yang sama yakni Oih Burhanudin.

Musyawarah berlangsung selama satu jam mulai pukul 10.00 tersebut secara umum berlangsung kondusif. Seluruh pimpinan fraksi, satu persatu diminta tangapannya serta sosok yang didukung. Hanya saja, ada wakil anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat yang mengingatkan apabila Oih Burhanudin tidak berpihak kepada rakyat, maka akan melolaknya.

Saat berlangsung musyawarah, suasan Ruang Sidang Paripurna sempat hening, menyusul dengan petugas memasang papan penghitungan suara, bilik untuk mencoblos serta kotak surat suara. beberapa di antaranya bergumam, tidak menyangka ada perkembangan cepat dalam proses musyawarah. Sebab sebelumnya sudah ada kesepakatan untuk mengusung Oih Burhanudin.

Suasana akhirnya mencair, ketika Ketua Panitia Teknis nanang permana, menyuruh petugas mengyingkirkan seluruh peralatan untuk mencoblos. Di depan sidang, dia mengatakan telah ada kesepakatan dana musyawarah untuk mengusulkan Oih Burhanudin.

Sementara itu Bupati Ciamis Iing Syam Arifien juga memberikan apresiasi positif terhadap mekanisme pemilihan wakil bupati Ciamis yang dilaksanakan dengan musyawarah. Pihaknya juga sudah memersiapkan tugas bagi wakil bupati.
"Tugas wakil Bupati sebelumnya diemban oleh Sekretaris daerah, Herdiat. Sekarang dengan terpilihnya OIH, maka tugas segera diserahkan kepada wakil bupati. Kami juga sudah mengenal sosok Oih Burhanudin," kata Iing Syam Arifien.

Ketua Lembaga Seni dan Budayawa Muslimin (Lesbumi) NU Ciamis, Maulana Sidik berharap mengatakan banyak harapan dengan dilantiknya Oih Burhanudin sebagai Wakil Bupati Ciamis. Termasuk harapan Lesbumi NU dimana Oih merupakan Dewan Pembina Lebumi NU Ciamis.

Menurut Sidik sesuai dengan Visi Misi Bupati Ciamis yakni Ciamis Selaras, Wabup Ciamis yang dilantik besok kedepan harus mampu mempertajam keselarasan kinerja di tubuh pemerintahan dan keselasaran dalam memehami kebutuhan masyarakat.

“Posisi Wakil Bupati tidak hanya sebagai pengganti Bupati bilamana Bupati tidak hadir, bukan pemain cadangan, tetapi ada aturan yang membuat jabatan Wabup juga urgensinya sangat penting. Ada jobnya, ada tupoksi, kedepan antara keduanya baik Pak Wabup maupun Bupati harus tetap selaras tidak bersimpangan, ” kata Maulana Sidik, Senin (25/01/2016).


Sidik juga berharap Wakil Bupati tidak menghilangkan urgensi tugas-tugas Sekretaris Daerah yang sudah diatur dengan undang-undnag ASN. “Ada wilayah kerja ada kebijakan ada undang-undang, ada aturan main, ini harus selaras semuanya, baik secara politis, maupun mengemban amanah masyarakat, antara Bupati, Wakil Bupati dan Sekda, ” ujar Sidik, seraya mengucapkan Selamat dengan akan dilantiknya Dewan Pembina Lesbumi Ciamis, Oih Burhanudin sebagai Wakil Bupati Ciamis Pengganti.( Ab@h**/ P R /Fokus Jabar )

Minggu, 24 Januari 2016

Sepuluh Siswa Siswi dari SMA Ternama di Ciamis Terjaring Razia

Wajah dunia pendidikan Kabupaten Ciamis tercoreng! Razia kamar kost yang digelar aparat dari Polsek dan Koramil Ciamis menggaruk beberapa orang pelajar dari sekolah SMA ternama di Kabupaten Ciamis. Miris, dari 10 pelajar yang diamankan, tujuh di antaranya kedapatan sedang merokok.

“Ada siswa ada siswi, laki dan perempuan, dalam satu kamar,” terang warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya. 
Dari kamar kost tersebut juga ditemukan beberapa botol bekas minuman keras. Karena kedapatan pada jam belajar, tentu saja mereka diduga bolos dari sekolah. Yang lebih parah, razia yang digelar dalam rangka menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat tersebut juga mendapati sepasang remaja non muhrim.
“Kami menggelar razia untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat, sekaligus mencegah adanya penyimpangan moral dari pelajar,” terang Kapolsek Ciamis, Kompol Bujang Harapan pada Kami.
Menurut Kompol Bujang, diduga mereka bolos dari sekolah. Total pelajar dari SMA ternama di Ciamis yang terjaring ada 10 orang.
“Ya, diduga mereka bolos. Kami langsung melakukan pembinaan dan menghubungi seklah tersebut. Ada 10 orang pelajar, siswa-siswi, mereka langsung dibawa oleh guru sekolahnya,” tambah Kompol Bujang.

 Lain lagi jalan Pahlawan

Malam minggu selalu menjadi malam istimewa bagi sebagian besar kalangan remaja. Ruang-ruang publik banyak dipadati remaja setiap sabtu malam. Termasuk malam minggu di Ciamis. Alun-alun Ciamis selalu jadi sentra keramaian. Bukan saja dikunjungi oleh warga Ciamis, tapi juga oleh warga Banjar, Tasikmalaya, bahkan kota lainnya.

Sayangnya, tak sedikit pula yang memanfaatkan malam minggu untuk aktifitas yang kurang terpuji. Salah satunya seperti yang terjadi di Jalan Pahlawan, Ciamis. Sejak lepas isya, jalan yang menuju Taman Makam Pahlawan Kabupaten Ciamis ini tak jarang dijadikan “tempat khusus” oleh pasangan muda-mudi. Boleh jadi, pasangan bukan muhrim itu senang nongkrong di Jalan Pahlawan karena situasinya remang-remang, bahkan cenderung gelap.

Kami  mencoba melintasi jalan tersebut, Sabtu (23/01), sekitar jam 21.00. Terlihat beberapa motor diparkir di sepanjang jalan tersebut. Uniknya, mereka tidak parkir bergerombol. Ada jarak yang “cukup” antar motor yang satu dengan yang lain. Mungkin paling dekat sekitar 10 meter. Sepintas, motor-motor yang diparkir itu seperti ditinggalkan pemiliknya. Namun jika diperhatikan dengan cermat, ternyata pemilik motor tersebut duduk di trotoar. Semuanya berdua, pasangan muda-mudi. Keberadaan mereka hampir tidak terlihat karena terhalang oleh motor yang mereka parkir tepat di depan tempat mereka duduk-duduk.

“Kota terlalu ramai, apalagi alun-alun. Saya lebih suka ngobrol santai di sini,” terang remaja laki-laki yang enggan disebutkan namanya. Saat kami, ia terlihat sedikit kaget. Sementara kekasihnya yang berambut panjang itu, terus menunduk selama kami mewawancarai lelakinya.


Tentunya, situasi remang Jalan Pahlawan ini perlu mendapat perhatian banyak pihak, agar tidak disalahgunakan oleh siapapun. ( Ab@h **/ Warta Priangan )

Sabtu, 23 Januari 2016

Polisi Ciamis Geledah Rumah Terduga Simpatisan ISIS

Aparat kepolisian lakukan penggeledahan ke sebuah rumah milik AS warga di Dusun Bantar, Desa Sukaraja, Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis, dikarenakan rumah tersebut diduga jadi simpatisan Islam State of Iraq and Syiria (ISIS), Sabtu (22/01/16).

Menurut Agus warga setempat menuturkan bahwa awal mencurigai AS dikarenakan sebelumnya AS pernah minta tolong untuk menggali sumur, tidak disengaja di salah satu ruangan terdapat lambang ISIS, sehingga dengan temuan lambang ISIS tersebut sempat menjadi bahan perbincangan masyarakat sekitar.

Warga yang merasa curiga tehadap temuan itu mendatangi rumah AS dan mendapatkan bendera ISIS yang terpasang di salah satu ruangan di rumahnya dan terdapat beberapa baju kaos yang berlambangkan ISIS yang tersimpan. Sehingga berdasarkan temuan tersebut warga akhirnya melaporkan kepada pihak kepolisian.

Menanggapi informasi tersebut pihak kepolisian menindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan rumah AS yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Roland Olaf ferdinan dan disaksikan oleh warga setempat. Namun saat penggeledahan penghuni rumah AS tidak berada di rumahnya.

“Sebelumnya pihak kepolisian mendapatkan informasi dari adanya pelaporan masyarakat terkait adanya orang yang dicurigai, sehingga kami menindak lanjuti dengan melakukan penggeledahan di rumah AS. Dan dari hasil penggeledahan kami mengamankan beberapa barang bukti, diantaranya tiga bendera ISIS, beberapa buku tentang jihad dan syi’ah.” Ungkap Kasat Reskrim AKP Roland Olaf Ferdinan SH.

Rumah tersebut merupakan tempat tinggal AS, tepatnya beralamat di Dusun Bantar, Desa Sukaraja, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Berdasarkan kartu identitasnya, AS ternyata bukan warga Ciamis. Ia tercatat sebagai warga Desa Anjatan, Kecamatan Anjatan, Kabupaten Inderamayu. Rumah yang dihuni AS adalah rumah milik Bapak Komar, yang tak lain adalah mertua AS.

Sejak jam 22.00 aparat dari Polres Ciamis sudah tiba di lokasi. Penggeledahan rumah AS dilakukan kurang lebih selama dua jam. Personel dari Polres Ciamis dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, AKP Roland Olaf Ferdinan SH dan disaksikan langsung oleh Nanang, adik ipar AS. Merasa memiliki bukti yang cukup, warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Mapolsek Cikoneng, yang kemudian diteruskan langsung ke Mapolres Ciamis.

Dari hasil penggeledahan, aparat dari Polres Ciamis mengamankan beberapa barang bukti, antara lain tiga bendera ISIS dan beberapa buku tentang jihad dan syi’ah.

Ini Pesan AA Gym Terkait Teroris

K.H. Abdullah Gymnastiar atau yang terkenal dengan nama panggilan Aa Gym datang ke Tatar Galuh Ciamis, Jawa Barat, Jumat (22/01). Ia menjadi penceramah di acara Majelis Hati Bening yang digelar di Masjid Agung Ciamis.

Dalam salah satu isi ceramahnya, Aa Gym mejelaskan tentang terorisme, isu yang kini tengah marak di kalangan masyarakat. Menurut Aa Gym, terorisme merupakan masalah keyakinan seseorang. “Teroris itu bukan masalah agama, tetapi masalah keyakinan orang. Kalau kita lihat Islam itu kan agama Rahmatanlilalamin. Bahwa Islam itu indah dan mengajak orang untuk memiliki keindahan itu,” ucapnya di hadapan ribuahn jamaah.

Aa Gym berharap, masyarakat Kabupaten Ciamis mencontoh sikap Nabi Muhammad SAW, dalam bertindak sehari-hari untuk menangkal paham terorisme.

“Dari Rasul aja (mencontoh) yang sudah jelas keindahannya. Lebih banyak meniru keindahan rasul. Karena rasul mempunyai keindahan,” tutur Aa Gym.

Selain itu, Aa Gym mengajak masyarakat untuk meningkatkan akhlak. “Harus lebih ditingkatkan perbaikan akhlak. Karena masalah negara kita adalah masalah akhlak. Jangan takut keburukan lahir. Tapi takutlah ketika akhlak kita rusak,” katanya.

Ditambahkan Aa Gym, untuk permasalahan ahklak keteladananan, dia mengatakan agar berlomba-lomba menjadi contoh. “Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal kecil, mulai dari saat ini, ” pungkasnya

Jumat, 22 Januari 2016

Forum Kerukunan Umat Beragama Desak Pemda Ciamis Buat Perda Miras

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Ciamis menggelar audiensi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ciamis, Jumat (22/01) pagi. Kedatangan mereka bertujuan mendesak pemerintah segera membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Keras (Miras).

“Betapa pentingnya Perda Miras ini dalam rangka menjaga penguatan moral,” jelas Ketua FKUB Kabupaten Ciamis, Koko Komarudin.

Menurutnya, masalah miras memang ada di dalam Perda tentang Kebersihan, Keamanan, dan Ketertiban. “Itu hanya sekedar penataan penjualannya. Penegakkanya pun sampai saat ini tidak jelas,” tuturnya.

Ditambahkannya, jika ada Perda tentang Pelarangan Miras sanksinya akan lebih tegas. Penegak hukum pun akan lebih leluasa untuk bertindak karena ada regulasi yang jelas.

“Nanti kalau memang kurang petugas, Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) untuk penegakannya, bisa dibikin satgas (satuan petugas) yang dikhususkan untuk menegakkan Perda Miras,” katanya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ciamis, Hendra Marcussi mengatakan, pembuatan Perda Miras memang sudah ada dalam Raperda.


“Ini akan sangat memudahkan kita untuk segera membahas dan menetapkannya. Dalam pembahasannya nanti, kita akan undang seluruh elemen masyarakat,” ucapnya. ( **/ WP )

Kamis, 21 Januari 2016

Antisipasi Teror, Masuk Mapolres Ciamis Diperketat

Jajaran Polres Ciamis perketat penjagaan masuknya setiap tamu ke Mapolres Ciamis, hal itu dilakukan untuk menghindari ancaman teror yang sewaktu-waktu tanpa diduga bisa melanda, seperti kejadian bom di Mapolres Cirebon beberapa waktu lalu.
“Antisipasi ancaman dari pelaku teror kami siaga dipintu masuk Mapolres,” kata Aiptu Suheri anggota SPKT Polres Ciamis.

Menurutnya, penjagaan yang dilakukan merupakan salah satu satu kesiapsiagaaan jajaran kepolisian Polres Ciamis dalam mengantisipasi adanya serangan teroris.

“Selama 24 jam dengan senjata laras panjang di tangan angota kami siaga penuh,” jelasnya.

Aiptu Suheri melanjutkan, untuk menjaga agar tidak kecolongan oleh pelaku teror pihaknya pun memperketat pengamanan bagi para tamu yang datang ke Mapolres dilakukan pemeriksaan secara teliti dan tugas tersebut dilaksanakan sesuai perintah langsung dari Kapolres Ciamis AKBP Arif Rachman, S.IK., MTCP.


“Dengan adanya pemeriksaan di gerbang masuk Mapolres tentunya sedikit membuat tidak nyaman bagi para tamu. Namun demi menjaga adanya penyusup yang akan mencoba membuat teror di markas kepolisian ini kami terpaksa melakukan hal tersebut,” ucapnya. ( Ab@h**/ fokusjabar.com ).

Rabu, 20 Januari 2016

Polres Ciamis Gelar Rekonstruksi Ayah Bunuh Anak Kandung

Satreskrim Polres Ciamis lakukan rekonstruksi kasus pembunuhan anak berumur 11 tahun berinisial NW, yang dilakukan Ayah kandungnya berinisial ES (45), warga Dusun Tamansari Desa Kertahayu Kecamatan Pamarican Kabupaten Ciamis. Rekonstruksi dilakukan di Mapolres Ciamis, Senin (18/01/16).

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka ES memperagakan bagaimana pelaku menjerat leher anaknya menggunakan tali tambang yang saat itu korban tengah terlelap di dalam kamarnya yang setelah melihat anaknya tewas, Ia mengambil sarung yang digunakan untuk menyelimuti korban.

Yang dilajutkan pelaku berniat mengakhiri hidupnya dengan melilitkan seutas tambang lainnya ke lehernya sendiri namun upaya bunuh diri tersebut gagal dikarenakan ketakukan Ia pun melarikan diri.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka ES memperagakan 25 adegan yang dilakukannya saat membunuh anaknya.

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Roland Olaf Ferdinan SH menuturkan bahwa bahwa dalam rekonstruksi dalam kasus pembunuhan tersebut berjalan aman dan lancar serta bisa diketahui hasil dari 25 adegan tersangka menghabisi nyawa anaknya tersebut pada saat adegan ke 12.


“untuk peragaan tersebut sudah sesuai dengan pemeriksaan pelaku yang sudah memberikan keterangan secara rinci pada saat melakukan pembunuhan” Ungkapnya
Setelah anaknya tewas, pelaku mengambil kain sarung dan menyelimuti korban.

Setelah itu, pelaku berusaha mengakhiri hidupnya dengan tambang lainnya yang dililitkan ke lehernya. Namun upaya bunuh dirinya gagal. Karena ketakutan, pelaku pun melarikan diri.

“Pelaku membunuh korban setelah ajakannya untuk bunuh diri ditolak. Tambang pun sudah disiapkan dan disimpan di dapur,” kata Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Roland Olaf Ferdinan di sela rekonstruksi, di Mapolres Ciamis, Jalan Jenderal Sudirman, Senin (18/1/2016).

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 340 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Untuk sa’at ini  Pelaku skami ditahan di Polres Ciamis,” ungkap Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Roland Olaf Ferdinan S.H. ( Ab@h **

Selasa, 19 Januari 2016

Masa anti teror di Ciamis

Penolakan terhadap aksi teror dengan slogan “Kami Tidak Takut” bergema di Kabupaten Ciamis. Sekira 500 orang yang tergabung dalam Forum Ciamis Anti Teror (FCAT) mendeklarasikan aksi menolak terorisme di Alun-Alun Ciamis, Jawa Barat, Senin (18/01).

Massa aksi tersebut terdiri dari gabungan beberapa organisasi masyarakat dan LSM seperti GMBI, GIBAS, Badar, Pemuda Pancasila, KBPPP, Pemuda Panca Marga, OI, Ikatan Motor Ciamis, dan FPI beberapa elemen lainnnya.

Evi Wahyudin koordinator aksi mengatakan, gerakan FCAT merupakan cara menyikapi teror bom yang terjadi di Ibu Kota Jakarta. FCAT juga mengajak masyarakat Kabupaten Ciamis untuk tidak takut pada terorisme. “Kita harus bisa bersatu padu untuk memerangi radikalisme dan aksi terorisme,” jelasnya.

Menurutnya, aksi radikalisme dan terorisme merupakan salah satu bentuk gerakan memecah Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Aksi teror bom telah merusak infrastruktur dan suprastruktur Negara Indonesia juga menghancurkan ide dasar Pancasila,” ucapnya.

Setelah menggelar deklarasi dan menandatangani pernyataan sikap penolakan terorisme di Alun-alun Ciamis. Mereka menggelar konvoi dengan menggunakan kendaraan baik roda dua maupun empat mengkelilingi sekitar Ciamis Kota.

Konvoi kendaraan yang cukup panjang sempat memacetkan jalur utama di Kota Ciamis. Selama konvoi koordinator aksi terus berorasi menyuarakan sikap anti teror. Iring-iringan kendaraan kembali di Alun-alun Ciamis dan membuka mimbar bebas.

Di akhir aksi solidaritas, massa juga membubuhkan tanda tangan dalam spanduk putih sebagai bentuk pernyataan menolak segala bentuk terorisme.



Ribuan Santri Ciamis Deklarasikan Anti Radikalisme dan Terorisme

Dua hari sebelumnya Ribuan santri se-Kabupaten Ciamis mendeklarasikan perang terhadap aksi radikalisme dan aksi terorisme di Gedung Islamic Center Jalan Mr. Iwa Kusumasumantri Ciamis, Jawa Barat, Minggu (17/01).

Dalam acara tersebut, ada lima poin yang menjadi isi deklarasi. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Hasan Kabupaten Ciamis, K.H. Syarif Hidayat.

“Kami mendukung keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. Menentang segala bentuk kekerasan, radikalisme, terorisme, dan faham-faham yang akan meruntuhkan kehidupan bernegara dan beragama,” tegas K.H. Syarif saat membacakan isi dari deklarasi.

Dilanjutkannya, ribuan santri dan pimpinan pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren akan selalu menjunjung nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Melawan segala bentuk kegiatan yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar K.H. Syarif dengan antusias.

Selanjutnya deklarasi tersebut ditandatangani oleh seluruh pimpinan pondok pesantren yang hadir, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin dan Kapolres Ciamis AKBP Arif Rachman, S.IK., MTCP. ( Ab@h** / WP )

Minggu, 17 Januari 2016

Kapolres Ciamis Buat Ratusan Santri Menangis

Pada hari Minggu tanggal 17 Januari 2016, digelar acara Tadzkirah Kebangsaan oleh Forum Silaturahmi Pondok Pesantren Kabupaten Ciamis di Gedung Islamic Center, Jalan Iwa Kusumasumantri Ciamis.

Kapolres Ciamis, AKBP Arif Rachmman, S.IK., MTCP., menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut. Ia memberi pesan kepada ribuan santri untuk membaca. Sesuai perintah Allah SWT., dalam surat Al ‘Alaq.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang menciptakan. Ayat tersebut merupakan ayat dari surat Al ‘Alaq yang merupakan surat pertama yang diturunkan kepada Muhammad SAW,” ujarnya.
“Apa yang terjadi di alam mari kita baca. Berjalanlah kalian di muka bumi ini dengan mata terbuka dan bacalah supaya kalian berilmu. Dan ikatlah ilmu kalian dengan tulisan,” lanjutnya.

Pesan selanjutnya yang disampaikan AKBP Arif Rachmman, untuk para santri adalah tentang kebersihan. “Kebersihan merupakan sebagian daripada iman. Kalian membuang satu sampah plastik pada tempatnya berarti sudah berusaha untuk tetap menegakkan iman kalian pada Allah SWT.,” bebernya.

Terakhir dalam ceramahnya, AKBP Arif Rachmman, S.IK. MTCP memberikan suatu cerita dan sajian video tentang detik-detik menjelang kematian Nabi Muhammad SAW. Dalam momen ini para santri tidak bisa menahan haru hingga mereka mencucurkan air mata.

Iwan (14), santri Al Huda tidak henti-hentinya menangis sampai berakhirnya acara. Ia mengaku baru pertamakali mendengar cerita dengan visualisasi, suara, dan gerak.

“Cerita dari Kepala Polisinya (Kapolres Ciamis, AKBP Arif Rachman, S.IK., MTCP) sangat sedih. Video dan musiknya juga bikin saya terharu,” ucapnya. (Rizal Nurdiana/WP)

Dalam acara tersebut, ada lima poin yang menjadi isi deklarasi. Pembacaan deklarasi dipimpin oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Hasan Kabupaten Ciamis, K.H. Syarif Hidayat.
“Kami mendukung keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia. Menentang segala bentuk kekerasan, radikalisme, terorisme, dan faham-faham yang akan meruntuhkan kehidupan bernegara dan beragama,” tegas K.H. Syarif saat membacakan isi dari deklarasi.

Dilanjutkannya, ribuan santri dan pimpinan pesantren yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Pondok Pesantren akan selalu menjunjung nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Melawan segala bentuk kegiatan yang akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar K.H. Syarif dengan antusias.


Selanjutnya deklarasi tersebut ditandatangani oleh seluruh pimpinan pondok pesantren yang hadir, Bupati Ciamis, H. Iing Syam Arifin dan Kapolres Ciamis AKBP Arif Rachman, S.IK., MTCP.

Jumat, 15 Januari 2016

Belasan Pembalap Liar di Ciamis Diamankan

Sekitar19 Pembalap liar yang sering beraksi di kawasan Marjaya Jalan Pahlawan, Desa Imbanagara, Kecamatan Ciamis diamankan oleh jajaran Polres Ciamis, Jumat (15/1/2016).

Kasat Sabhara Polres Ciamis AKP Kurnia menuturkan penertiban balapan liar tersebut dilakukan atas laporan dari masyarakat yang mengaku resah, setiap sore di hari-hari tertentu adanya sekumpulan anak muda yang menggelar balapan liar di Jalan Makam Pahlawa Imbanagara. Aksi tegas ini dilakukan polisi seusai menerima sejumlah aduan warga lantaran aksi balapan liar mengganggu para pengguna jalan yang tengah melintas.

"Memang balapan liar ini cukup meresahkan, sehingga para joki yang hampir semuanya anak muda bahkan masih sekolah kita amankan untuk dilakukan pembinaan," ujar AKP Kurnia usai operasi.

Dikatakan, setelah diamankan kemudian dilakukan pendataan, seluruh joki berjumlah 19 orang, sementara sepeda motor yang diamankan jumlahnya 13 unit, sepeda motor umumnya tidak dilengkapi surat-surat dan kelengkapan lainnya sehingga dilakukan tilang.

AKP Kurnia melanjutkan, para pelaku balap liar ini diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan supaya tidak lagi melakukan aksi balapan liar. Apabila melanggar surat perjanjian tersebut maka akan mendapat hukuman sesuai ketentuan yang berlaku.


"Selain itu, mereka bisa pulang apabila dijemput oleh orang tuanya masing-masing atau dari pihak sekolahnya, apabila tida.k dijemput maka tidak diperkenankan untuk pulang," pungkasnya menutup pembicaraan kami.(Ab@h ** / Sindonew.com )

Kamis, 14 Januari 2016

Polres Ciamis Siaga Satu

Ledakan bom yang terjadi di Sarinah, Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis (14/01/2016), sekitar jam 10.30 WIB, ternyata berimbas ke semua jajaran keamanan di daerah, baik Kepolisian maupun pihak TNI ataupun aparat Keamanan Lainnya.

Polres Ciamis menetapkan status siaga 1 dan memperketat seluruh akses Keluar masuk menuju wilayah Hukum Ciamis menyusul peristiwa pemboman di Sarinah Jakarta yang terjadi hari Kamis tanggal 14 Januari 2016.

“Kita mengantisipasi kemungkinan aksi di Jakarta berdampak terhadap Ciamis. Makanya kita meningkatkan pengamanan di sejumlah titik,  termasuk pintu keluar masuk  Wilayah Hukum Polres Ciamis. Selain itu sejumlah titik rawan juga kita pertebal pengamanannya,” kata Kapolres Ciamis, AKBP ARIF RACHMAN, S.IK., MTCP dalam memimpin apel Siaga Satu yang di ikuti seluruh anggota Polres Ciamis pada hari Kamis tgl 14/01/16 pk 16.00 WIB di  Mapolres Ciamis dan Alun alun Ciamis.

Menurut Kapolres Ciamis, jajaran Polri di Wilayah Hukum Polres Ciamis diminta siaga mengantisipasi kemungkinan aksi  berlanjut dari peristiwa bom di Jakarta. Ciamis sebagai daerah lintasan jawa Barat menuju Jawa tengah atau sebaliknya mengantisipasi kemungkinan ancamanan keamanan.

“Kita melakukan penyekatan di sejumlah perbatasan yang masuk ke Ciamis.  Peningkatan keamanan ini akan berlangsung hingga situasi kembali stabil,” katanya.

Semua unit juga disiagakan ekstra selama 24 jam secara bergantian untuk melakukan pengamanan. Semua jajaran ikut serta dalam melakukan pengamanan hingga ke jajaran polsek.

Anggota dipersenjatai dengan senjata lengkap dan alat pengamanan seperti  rompi anti peluru.
“Kami juga melakukan patroli di pusat keramaian untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. Hingga saat ini Ciamis masih aman dan kondusif masyarakat tidak perlu khawatir,” Ungkap Kapolres Ciamis AKBP ARIF RACHMAN, S.IK., MTCP.

Berdasarkan hasil pemantauan kami dilapangan, jajaran Polres Ciamis terlihat siaga di sejumlah tempat dan siap jika dibutuhkan oleh masyarakat luas.( Ab@h **

                                                     

                                                                                                   
 

Rabu, 13 Januari 2016

Polres Ciamis Siap Amankan Pilkades Serentak

Kabag Ops Polres Ciamis Kompol Sutisna, menyebutkan telah menyiapkan seluruh personil polsek guna terselenggaranya pilkades serentak yang digelar tanggal 17 April 2016, Kurang lebih menyiapkan 15 polsek untuk melaksenakan pengamanan pilkades di 76 Desa dari 25 Kecamatan di Wilayah Hukum Polres Ciamis.
Kompol Sutisna menjelaskan, mulai hari ini Rabu tanggal 13 Januari 2016, di mulai dari alun alun Ciamis seluruh Anggota Polsek dan Polres Ciamis yang terlibat mengadakan latihan guna kesiapan Pengamanan Pilkades Serentak Tersebut.

Seperti pada jalanya simulasi yang di gelar  pada hari Rabu tanggal 13 Januari 2016, Sekelompok massa yang tidak puas dengan kemenangan salah satu calon kepala desa datangi Kantor Kepala Desa. Mereka melakukan protes bahkan protes tersebut mengarah pada tindakan anarkis.
Namun aksi anarkis massa tersebut tidak berlangsung lama pasalnya satu satuan setingkat kompi dari Brimob Polda Jabar langsung bertindak cepat mengahalau massa tersebut.

“Simulasi pengamanan tersebut sebagai bentuk kesiapan jajaran kepolisian Polres Ciamis dalam mengahadapi Pilkades serentak yang akan digelar pada tanggal 17 April mendatang,” kata Komisaris Polisi Sutisna Kabag Ops Polres Ciamis, Rabu ( 13/1/2016 ).

Kompol Sutisna mengatakan, simulasi degelar jajaranya sebagai bentuk kesiapan jajaranya dalam pengamanan Pilkades tersebut agar masyarakat bisa tenang dalam melaksanakan pilihanya dalam pesta demokrasi tersebut.

“Selain menurunkan Pasukan Brimob dalam simulasi tersebut jajaran kami juga melibatkan Dalmas,” ungkap Kompol Sutisna.

Sementara itu panitia pemilihan kepala desa ( PANCALAKDES ) lanjut Kompol Sutisna, saat ini sudah dilantik pada tanggal 11 Januari 2016 lalu dan pihaknya sudah berkordinasi dengan para Pancalakdes yang tersebar di 76 desa yang menyelenggarakan Pilkades di Kabupaten Ciamis.

“Untuk tingkat kerawanan sampai saat ini belum terindikasi daerah mana saja yang rawan, tetapi sejak dini kita sudah melakukan antisipasi. Bila muncul permasalahan bisa secepatnya ditangani,” tukasnya. ( Ab@h** )

Selasa, 12 Januari 2016

Komplotan Pencurian Mobil di Sergap Reskrim Polres Ciamis

Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Roland Olaf Ferdinand SH menjelaskan kronologi penangkapan komplotan pencuri mobil yang dipimpin Sut alias Wawan (40). Minggu pagi (10/1), polisi mendapatkan informasi bahwa akan ada penjualan mobil curian. Pihaknya lalu mendalami informasi tersebut.

Minggu sore, Buser Satreskrim Polres Ciamis menemukan orang yang sedang menunggu di SPBU di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis. Pria itu akan menjual mobil curian Suzuki Carry warna hitam T 1727 DG. Polisi pun langsung menyergapnya. Setelah diperiksa, pria itu bernama Usm alias Mam alias Jepri (32). 

Dia sebelumnya pedagang asongan asal Kecamatan Priok, Jakarta Utara yang dibui di LP Kebon Waru, Kota Bandung karena kasus pemukulan. Di sana dia bertemua rekan-rekannya yang kini satu komplotan.

“Satu pelaku langsung diamankan dimasukan ke mobil anggota. BB (Barang Bukti, Red) mobilnya kita amankan,” ujar AKP Roland ditemui di ruang kerjanya kemarin (11/1).

Polisi kemudian membawa Jepri. Dia lalu menunjukkan bahwa ada tiga temannya yang menunggu di Kecamatan Kawali. Mereka kemudian bertemu mobil Avanza hitam D 108 QD yang ditumpangi AJ, Wawan dan Gin Gin di Jalan Dusun Cinunuk Desa Selacai Kecamatan Cipaku. 
Mobil rental yang ditumpangi tiga rekan Jepri itu meluncur menuju Ciamis.
“Saat itu anggota kami langsung memberhentikanya dengan cara menghadangkan mobil kepada mobil pelaku,” terang kasat reskrim AKP Roland.

Saat itu, AJ dan Gin Gin ditangkap, sedangkan Sut lias Wawan kabur, yang menjadi sopir mobil itu loncat ke Sungai Cmuntur. Dia kemudian ditemukan tewas.
“Meskipun anggota kami berikan tembakan peringatan tiga kali ke atas, dia tidak menggubrisnya hingga dia tenggelam di Sungai Cimuntur tersebut,” terang AKP Roland.

Kini jasad Wawan disimpan di RSUD Kota Banjar. “Sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang datang,” jelasnya. “Jadi yang berhasil kita amankan itu total pelaku tiga orang yang saat ini masih kita kembangkan dulu di Ciamis, bila memang tidak ada TKP Ciamis akan dilimpahkan ke Bandung,” jelasnya.

Analisanya, tidak menutup kemungkinan komplotan Wawan ini juga mencuri motor, selain mobil. Namun sementara, mereka mengaku telah mencuri mobil di Baleendah (Kabupaten Bandung. Di sana mereka mengambil SS Pikap, di Cibogo mencuri SS Pikap, di Soreang mengambil SS Pikap dan di Majalaya mencuri Suzuki Carry Z 1727 DG.


Dari komplotan itu, polisi menyita Toyota Avanza warna hitam D 108 QD yang diketahui dari hasil rentalan lalu kunci palsu leter T lima buah, satu gagang kunci T, satu pisau, dua soket dan satu gunting. ”Ketiganya kita kenakan dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” .

Dari informasi yang Kami himpun, kejadian ini berawal ketika 4 kawanan pencuri yang menggunakan mobil Avansa dikejar anggota Polres Kuningan dan melarikan diri ke wilayah hukum Kabupaten Ciamis. Setelah memasuki wilayah Ciamis, Polres Kuningan melakukan koordinasi dengan Polres Ciamis.

Kemudian, anggota Polres Ciamis melakukan pengejaran. Saat berada di dekat jembatan Sungai Cimuntur atau tepatnya di Dusun Cinutuk, Desa Selacai, Kecamatan Cipaku, sekitar pukul 14.45 WIB, polisi berhasil menghentikan laju kendaraan kawanan pencuri tersebut. Dari 4 kawanan pencuri itu, 3 diantaranya berhasil diamankan. Sementara salah satu pencuri lainnya nekad melarikan diri dan melompat ke Sungai Cimuntur.

Polisi yang dibantu warga setempat langsung melakukan pencarian. Karena debit air sungai tengah meninggi, pelaku pun langsung terbawa arus dan tenggelam. Proses pencarian yang dilakukan aparat kepolisian yang dibantu anggota TNI dan warga pun berlangsung hingga malam hari.

Sekitar pukul 19.45 WIB, warga akhirnya melihat pelaku muncul kepermukaan air sungai dan tak lama berselang kembali tenggelam. Pelaku yang diketahui sudah tewas itu langsung dievakuasi. Saat dievakuasi, jasad pelaku ditemukan di bawah aliran sungai atau pada kedalaman mencapai 3 meter.

Setelah diketahui tewas, jasad pelaku akhirnya dibawa ke RSUD Ciamis untuk dilakukan pemulasaraan dan pemeriksan medis lebih lanjut. Dari informasi yang diperoleh, pelaku pencurian yang tewas itu diketahui bernama Sutiyawan, pria kelahiran Garut 12 Oktober 1979 ini, beralamat Dusun Sumput, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Sementara itu, 3 pelaku lainnya, sudah diserahkan ke Polres Kuningan untuk diproses lebih lanjut. (Ab@h Sumber /isr / HR-Online)

Senin, 11 Januari 2016

Wacana Perubahan Nama Kab. Ciamis

Keinginan masyarakat Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, supaya nama Galuh digunakan menjadi nama kabupaten menggantikan nama Ciamis kini mencuat. Budayawan dan akademisi angkat bicara soal penamaan Ciamis yang tidak mengandung arti bahkan disebut-sebut sebagai olok-olokan dari bangsa kolonial yang berarti bau amis.

Guru Besar Sejarah Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof Sobana Hardjasaputra MA mengatakan, nama Galuh sudah terpatri di setiap masyarakat. Setiap penamaan di Kabupaten Ciamis lebih banyak memakai nama Galuh dibanding Ciamis. Misal, Stadion Galuh, Universitas Galuh, bahkan tim sepak bola PSGC (Persatuan Sepak Bola Galuh Ciamis).

Secara arti, Galuh berarti permata. Secara filosofi, Galuh identik dengan galeuh yang merupakan bagian kayu yang paling keras, juga galih yang berarti kalbu atau hati.

"Nama Galuh itu sudah ada di dalam hati setiap masyarakat, nancep dari dulu sampai sekarang," ujarnya dalam acara Sarasehan Sejarah dan Budaya Eks Kadipaten Ciancang Utama di Balai Desa Utama, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Minggu (10/1/2016).

Menurutnya, sejarah penamaan Ciamis itu berasal dari cemoohan atau olok-olok dari kolonial Belanda. Zaman itu Ciancang yang merupakan daerah Ciamis merupakan tempat berperang. Dimulai saat prajurit Mataram bertempur dengan Galuh di Ciancang hingga saat melawan kompeni.

"Emang Ciancang itu banjir getih (darah, red), karena bau amis dari darah, sampai mendirikan kota baru dinamakan Ciamis. Ciamis itu nama pamoyokan, tapi diangge wae (dipakai terus)," katanya.

Sobana berharap, hal ini mejadi perhatian bersama dan nama Kabupaten Ciamis kembali diganti dengan nama Kabupaten Galuh. Menurutnya, pergantian nama daerah sesuai dengan aspirasi dari masyarakat setempat dan ditindaklanjuti oleh pemerintah.

"Seperti Makassar dulu jadi Ujung Pandang sekarang jadi Makassar lagi, seluruh masyarakat di sini juga mayoritas menginginkan kembali ke nama Galuh," ucap pria yang merupakan warga asli Ciamis, tepatnya di Winduraja.

Menurutnya, perubahan nama Galuh menjadi Ciamis itu dilakukan pada tahun 1915, namun diresmikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 1 Januari 1916. Saat itu, Pemerintah Hindia Belanda hanya meresmikan, sementara gagasannya dari Bupati Sastrawinata.

"Motivasinya itu karena tidak ingin disangkutpautkan dengan keluarga Bupati Galuh, karena Bupati Kerawang (Karawang). Padahal, Bupati Kerawang yang dimaksud adalah kakeknya, itu tidak ada tekanan dari pihak Belanda, karena penamaan daerah bagi mereka masa bodoh, yang penting meresmikan. Kalau ada ikut campur maka akan terjadi antipati terhadap kolonial. Padahal itu yang dijaga. Jadi, perubahan Galuh menjadi Ciamis tanpa dasar," jelasnya.

Dia mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum merespons usulan perubahan nama Kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Galuh. Pemerintah beralasan harus mengganti kop surat dan kelengkapan lainnya.

"Katanya, kalau diubah akan ada kerugian biaya, kop surat dan sebagainya diubah. Itu picik amat, selama kop belum ada, gunakan terus (kop lama) karena selama dalam transisi. Menurut saya itu hanya alasan akal-akalan," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ciamis Dudung menanggapi keinginan masyarakat untuk mengembalikan nama Ciamis menjadi Galuh.

Menurutnya, hal itu butuh proses panjang. "Kalau dari kajian itu political will, dari pimpinan daerah dengan masyarakat melalui DPRD, itu kaitannya ingin kembali ke nama Kabupaten Galuh," singkatnya.

Sedangkan Ketua Komisi IV DPRD Ciamis Hendra S Marcusi mengatakan, pihaknya setuju dengan usulan nama Ciamis kembali ke Galuh.

"Kita sepakat, karena spirit Ciamis itu spirit Galuh dan kita tidak sedang mengada-ngada tapi mengembalikan kepada jati diri,” ucapnya.


Hendra mengaku akan mengusulkan draf peraturan daerah (Perda) tentang sejarah Ciamis. Maka, pergantian nama Kabupaten Galuh tersebut bisa dimasukkan di perda.( sindonews.com/ Ab@h )